Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 6.108,209
LQ45 608,577
Srikehati 300,350
JII 364,879
USD/IDR 18.036

Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:36 WIB
Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit
Likuiditas perbankan masih terjadi sehingga bisa salurkan kredit. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia memastikan likuiditas perbankan nasional tetap terjaga untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi domestik.
  • Penurunan suku bunga INDONIA menjadi 6,17 persen per 16 Juli 2026 menunjukkan berkurangnya tekanan likuiditas di pasar.
  • Bank Indonesia melakukan ekspansi likuiditas sebesar Rp837,11 triliun melalui berbagai instrumen moneter untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memastikan kondisi likuiditas perbankan nasional tetap terjaga. Hal ini mampu mendukung fungsi intermediasi perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Optimisme tersebut tercermin dari menurunnya suku bunga pasar uang antarbank atau INDONIA, yang menunjukkan berkurangnya tekanan kebutuhan likuiditas di pasar. Artinya, dengan likuiditas terjaga, perbankan bisa dengan leluasa menyalurkan kredit

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan ketahanan likuiditas perbankan masih berada pada level yang memadai untuk menopang penyaluran kredit kepada sektor riil. Hal itu terlihat dari perkembangan INDONIA yang turun dari 6,62 persen pada 18 Juni 2026 menjadi 6,17 persen pada 16 Juli 2026.

"Bank Indonesia memandang ketahanan likuiditas perbankan tetap terjaga untuk mendukung target intermediasi. Penurunan INDONIA mencerminkan berkurangnya tekanan permintaan likuiditas di pasar uang antarbank sehingga kebutuhan pendanaan jangka pendek dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih rendah. Kondisi tersebut mengindikasikan likuiditas pasar uang yang tetap memadai," ujar Destry Damayanti dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan lelang perdana repo obligasi PT SMF merupakan capaian sejarah, karena BI sebelumnya hanya menerima repo dengan underlying surat berharga negara (SBN). [Suara.com/Rina Anggraeni]
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti. [Suara.com/Rina Anggraeni]

Menurut BI, kondisi tersebut tidak terlepas dari strategi ekspansi likuiditas yang dilakukan bank sentral melalui berbagai instrumen moneter, antara lain transaksi repo, swap, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Hingga 16 Juli 2026, nilai ekspansi likuiditas Bank Indonesia melalui operasi moneter tercatat mencapai Rp837,11 triliun. Kebijakan tersebut juga mampu menjaga pertumbuhan uang primer (M0) tetap berada pada level dua digit, yakni sebesar 12,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada akhir Juni 2026.

"Strategi ekspansi likuiditas melalui berbagai instrumen moneter terus kami lakukan untuk memastikan kebutuhan likuiditas perbankan tetap terpenuhi sekaligus mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter," kata Destry.

Selain menjaga kecukupan likuiditas, BI juga terus memperkuat koordinasi dengan industri perbankan guna mengatasi hambatan distribusi likuiditas antarbank dengan tetap mengedepankan prinsip pengelolaan risiko yang baik.

Di sisi lain, pengembangan pasar uang terus dilakukan bersama asosiasi pasar, industri perbankan, dan berbagai otoritas terkait. Langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan pasar uang yang semakin dalam, likuid, dan efisien, sekaligus memperkuat pengawasan agar aktivitas pasar tetap berjalan sesuai ketentuan.

baca juga

"Bank Indonesia terus melakukan komunikasi intensif dengan perbankan agar distribusi likuiditas antarbank berjalan lebih optimal. Kami juga memperkuat surveilans dan pengawasan untuk memastikan perilaku pasar tetap berada dalam koridor yang wajar," ujar Destry.

Ke depan, Bank Indonesia menegaskan akan terus memantau perkembangan likuiditas di sektor perbankan agar tetap memadai dalam mendukung efektivitas kebijakan moneter serta menjaga stabilitas sistem keuangan.

"Bank Indonesia akan terus memastikan kecukupan likuiditas untuk mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter dalam memperkuat stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Distribusi likuiditas antarbank juga akan terus dijaga agar proses pembentukan suku bunga berlangsung secara efisien," tutup Destry Damayanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9 Bank Sudah Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Terbaru BPRS Hasanah

9 Bank Sudah Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Terbaru BPRS Hasanah

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:48 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:48 WIB

Transaksi Judi Online Naik 260 Persen di Bank, Apa Penyebabnya?

Transaksi Judi Online Naik 260 Persen di Bank, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:46 WIB

Terkini

Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit

Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:36 WIB

Inovasi Produk Water Based Rendah Emisi Ciptakan Kualitas Ramah Udara

Inovasi Produk Water Based Rendah Emisi Ciptakan Kualitas Ramah Udara

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:34 WIB

Citra Koperasi Dirombak, Regenerasi Ada di Tangan Gen Z

Citra Koperasi Dirombak, Regenerasi Ada di Tangan Gen Z

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:29 WIB

Bikin Jenderal Cengar-cengir, Prabowo Tanya Panglima TNI dan Kapolri Soal Potong Anggaran: Rela?

Bikin Jenderal Cengar-cengir, Prabowo Tanya Panglima TNI dan Kapolri Soal Potong Anggaran: Rela?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Tak Sekadar Antar BBM, Truk Tangki Pertamina Dipantau 24 Jam Nonstop

Tak Sekadar Antar BBM, Truk Tangki Pertamina Dipantau 24 Jam Nonstop

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:26 WIB

Ketimpangan Jejak Karbon: Emisi Orang Kaya di Balik Kampanye Go Green

Ketimpangan Jejak Karbon: Emisi Orang Kaya di Balik Kampanye Go Green

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:25 WIB

Belajar dari Alam, Puluhan Anak Desa Lemo Rasakan Serunya Menjadi Petani Sehari

Belajar dari Alam, Puluhan Anak Desa Lemo Rasakan Serunya Menjadi Petani Sehari

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:22 WIB

Seberapa Besar Kontribusi Ajang MotoGP ke Perekonomian

Seberapa Besar Kontribusi Ajang MotoGP ke Perekonomian

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:19 WIB

Bursa Mineral Segera Meluncur, OJK Buka Lowongan Kerja

Bursa Mineral Segera Meluncur, OJK Buka Lowongan Kerja

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:14 WIB

Kata-kata Justin Hubner Yakinkan Ole Romeny Mudik ke Liga Belanda Bersama Fortuna Sittard

Kata-kata Justin Hubner Yakinkan Ole Romeny Mudik ke Liga Belanda Bersama Fortuna Sittard

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:07 WIB

×