Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.885

Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:36 WIB
Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit
Likuiditas perbankan masih terjadi sehingga bisa salurkan kredit. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia memastikan likuiditas perbankan nasional tetap terjaga untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi domestik.
  • Penurunan suku bunga INDONIA menjadi 6,17 persen per 16 Juli 2026 menunjukkan berkurangnya tekanan likuiditas di pasar.
  • Bank Indonesia melakukan ekspansi likuiditas sebesar Rp837,11 triliun melalui berbagai instrumen moneter untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memastikan kondisi likuiditas perbankan nasional tetap terjaga. Hal ini mampu mendukung fungsi intermediasi perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Optimisme tersebut tercermin dari menurunnya suku bunga pasar uang antarbank atau INDONIA, yang menunjukkan berkurangnya tekanan kebutuhan likuiditas di pasar. Artinya, dengan likuiditas terjaga, perbankan bisa dengan leluasa menyalurkan kredit

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan ketahanan likuiditas perbankan masih berada pada level yang memadai untuk menopang penyaluran kredit kepada sektor riil. Hal itu terlihat dari perkembangan INDONIA yang turun dari 6,62 persen pada 18 Juni 2026 menjadi 6,17 persen pada 16 Juli 2026.

"Bank Indonesia memandang ketahanan likuiditas perbankan tetap terjaga untuk mendukung target intermediasi. Penurunan INDONIA mencerminkan berkurangnya tekanan permintaan likuiditas di pasar uang antarbank sehingga kebutuhan pendanaan jangka pendek dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih rendah. Kondisi tersebut mengindikasikan likuiditas pasar uang yang tetap memadai," ujar Destry Damayanti dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan lelang perdana repo obligasi PT SMF merupakan capaian sejarah, karena BI sebelumnya hanya menerima repo dengan underlying surat berharga negara (SBN). [Suara.com/Rina Anggraeni]
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti. [Suara.com/Rina Anggraeni]

Menurut BI, kondisi tersebut tidak terlepas dari strategi ekspansi likuiditas yang dilakukan bank sentral melalui berbagai instrumen moneter, antara lain transaksi repo, swap, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Hingga 16 Juli 2026, nilai ekspansi likuiditas Bank Indonesia melalui operasi moneter tercatat mencapai Rp837,11 triliun. Kebijakan tersebut juga mampu menjaga pertumbuhan uang primer (M0) tetap berada pada level dua digit, yakni sebesar 12,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada akhir Juni 2026.

"Strategi ekspansi likuiditas melalui berbagai instrumen moneter terus kami lakukan untuk memastikan kebutuhan likuiditas perbankan tetap terpenuhi sekaligus mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter," kata Destry.

Selain menjaga kecukupan likuiditas, BI juga terus memperkuat koordinasi dengan industri perbankan guna mengatasi hambatan distribusi likuiditas antarbank dengan tetap mengedepankan prinsip pengelolaan risiko yang baik.

Di sisi lain, pengembangan pasar uang terus dilakukan bersama asosiasi pasar, industri perbankan, dan berbagai otoritas terkait. Langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan pasar uang yang semakin dalam, likuid, dan efisien, sekaligus memperkuat pengawasan agar aktivitas pasar tetap berjalan sesuai ketentuan.

baca juga

"Bank Indonesia terus melakukan komunikasi intensif dengan perbankan agar distribusi likuiditas antarbank berjalan lebih optimal. Kami juga memperkuat surveilans dan pengawasan untuk memastikan perilaku pasar tetap berada dalam koridor yang wajar," ujar Destry.

Ke depan, Bank Indonesia menegaskan akan terus memantau perkembangan likuiditas di sektor perbankan agar tetap memadai dalam mendukung efektivitas kebijakan moneter serta menjaga stabilitas sistem keuangan.

"Bank Indonesia akan terus memastikan kecukupan likuiditas untuk mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter dalam memperkuat stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Distribusi likuiditas antarbank juga akan terus dijaga agar proses pembentukan suku bunga berlangsung secara efisien," tutup Destry Damayanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9 Bank Sudah Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Terbaru BPRS Hasanah

9 Bank Sudah Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Terbaru BPRS Hasanah

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:48 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:48 WIB

Transaksi Judi Online Naik 260 Persen di Bank, Apa Penyebabnya?

Transaksi Judi Online Naik 260 Persen di Bank, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:46 WIB

Terkini

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:08 WIB

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare

Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB

×