Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Harus Inklusif dan Berkelanjutan

Arsito Hidayatullah, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 09 Juni 2015 | 17:01 WIB
Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Harus Inklusif dan Berkelanjutan
Wakil Direktur Bank Dunia yang juga mantan Menkeu RI, Sri Mulyani Indrawati, saat di Jakarta, Senin (8/6/2015) malam. (Antara)

Suara.com - Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua tahun terakhir telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat dan berhasil mengurangi angka kemiskinan. Namun menurutnya, keberhasilan pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai selama ini telah mengorbankan lingkungan, yang akan memberikan dampak buruk bagi generasi mendatang.

"Indonesia memang telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam dua tahun terakhir ini. Namun, pertumbuhan tersebut telah membawa dampak buruk bagi lingkungan. Sukses ini pun makan biaya tinggi dengan merusak lingkungan," ungkap Sri, saat ditemui di Hotel Fairmount, Jakarta, Selasa (9/6/2015).

Menurut Sri, hal serupa juga pernah terjadi di Cina. Menurutnya, perekonomian negara tersebut dalam beberapa dekade telah tumbuh dua digit, namun di saat yang bersamaan mereka kehilangan sekitar 9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) kerena pertumbuhan yang tidak ramah lingkungan.

"Seperti Cina, yang pertumbuhan ekonominya tumbuh dua digit dalam beberapa tahun terakhir, tapi kehilangan 9 persen pertumbuhan karena tidak melakukan green infrastructure. Maka itu, Cina sekarang menjadi penggerak menuju proses green infrastructure," jelasnya.

Oleh sebab itu, Sri menekankan kepada Indonesia untuk tidak seperti Cina yang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat namun diiringi kerusakan lingkungan. Indonesia menurutnya harus mengubah cara lama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yang harusnya bersifat inklusif dan berkelanjutan bagi lingkungan, agar dapat dinikmati oleh generasi berikutnya dan mengentaskan kemiskinan.

"Bila kita terus bertahan dengan cara lama, manfaat pertumbuhan ekonomi akan berkurang, karena sumber daya alam akan habis dengan cepat, dan kita akan lebih rentan menghadapi perubahan iklim atau risiko kesehatan. Kita harus ubah cara itu, dengan terus mendorong pembangunan yang ramah lingkungan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jadi Saksi Kasus Penjualan Kondensat, Ini Komentar Sri Mulyani

Jadi Saksi Kasus Penjualan Kondensat, Ini Komentar Sri Mulyani

News | Senin, 08 Juni 2015 | 22:51 WIB

Terkini

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×