Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Harus Inklusif dan Berkelanjutan

Arsito Hidayatullah | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 09 Juni 2015 | 17:01 WIB
Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Harus Inklusif dan Berkelanjutan
Wakil Direktur Bank Dunia yang juga mantan Menkeu RI, Sri Mulyani Indrawati, saat di Jakarta, Senin (8/6/2015) malam. (Antara)

Suara.com - Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua tahun terakhir telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat dan berhasil mengurangi angka kemiskinan. Namun menurutnya, keberhasilan pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai selama ini telah mengorbankan lingkungan, yang akan memberikan dampak buruk bagi generasi mendatang.

"Indonesia memang telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam dua tahun terakhir ini. Namun, pertumbuhan tersebut telah membawa dampak buruk bagi lingkungan. Sukses ini pun makan biaya tinggi dengan merusak lingkungan," ungkap Sri, saat ditemui di Hotel Fairmount, Jakarta, Selasa (9/6/2015).

Menurut Sri, hal serupa juga pernah terjadi di Cina. Menurutnya, perekonomian negara tersebut dalam beberapa dekade telah tumbuh dua digit, namun di saat yang bersamaan mereka kehilangan sekitar 9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) kerena pertumbuhan yang tidak ramah lingkungan.

"Seperti Cina, yang pertumbuhan ekonominya tumbuh dua digit dalam beberapa tahun terakhir, tapi kehilangan 9 persen pertumbuhan karena tidak melakukan green infrastructure. Maka itu, Cina sekarang menjadi penggerak menuju proses green infrastructure," jelasnya.

Oleh sebab itu, Sri menekankan kepada Indonesia untuk tidak seperti Cina yang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat namun diiringi kerusakan lingkungan. Indonesia menurutnya harus mengubah cara lama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yang harusnya bersifat inklusif dan berkelanjutan bagi lingkungan, agar dapat dinikmati oleh generasi berikutnya dan mengentaskan kemiskinan.

"Bila kita terus bertahan dengan cara lama, manfaat pertumbuhan ekonomi akan berkurang, karena sumber daya alam akan habis dengan cepat, dan kita akan lebih rentan menghadapi perubahan iklim atau risiko kesehatan. Kita harus ubah cara itu, dengan terus mendorong pembangunan yang ramah lingkungan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jadi Saksi Kasus Penjualan Kondensat, Ini Komentar Sri Mulyani

Jadi Saksi Kasus Penjualan Kondensat, Ini Komentar Sri Mulyani

News | Senin, 08 Juni 2015 | 22:51 WIB

Terkini

IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026

IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:10 WIB

6 Daftar Promo Spesial Susu Anak di Alfamart, Pilihan Tepat untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

6 Daftar Promo Spesial Susu Anak di Alfamart, Pilihan Tepat untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:10 WIB

Program Bedah Rumah 400 Ribu Unit Dirombak, Kementerian PKP Review Aturan BSPS

Program Bedah Rumah 400 Ribu Unit Dirombak, Kementerian PKP Review Aturan BSPS

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:04 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Adobe! Satgas PASTI Resmi Blokir Magento Gadungan

Waspada Penipuan Berkedok Adobe! Satgas PASTI Resmi Blokir Magento Gadungan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:47 WIB

Skema Bantuan Perumahan Diminta Tak Disamakan dengan Tender Pemerintah

Skema Bantuan Perumahan Diminta Tak Disamakan dengan Tender Pemerintah

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:27 WIB

Harga Minyak Premium Naik, Mendag Sebut Dipicu Lonjakan CPO Dunia

Harga Minyak Premium Naik, Mendag Sebut Dipicu Lonjakan CPO Dunia

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:11 WIB

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:08 WIB

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB