Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Pengidap Autoimun Ini Ubah Tanaman Herbal Jadi Ladang Cuan, Omzet Tembus Ratusan Juta

Achmad Fauzi

Rabu, 11 Februari 2026 | 18:59 WIB
Pengidap Autoimun Ini Ubah Tanaman Herbal Jadi Ladang Cuan, Omzet Tembus Ratusan Juta
Junita Rany, pengidap Autoimun yang berhasil racik herbal jadi ladang cuan. [ist].
baca 10 detik
  • Juanita Rany mendirikan brand herbal Glaranadi tahun 2020 karena masalah autoimun, fokus pada minuman kesehatan.
  • Glaranadi sukses besar saat pandemi, kini menjual ribuan produk sebulan dan ekspor ke Singapura dan Malaysia.
  • Produk Glaranadi melayani keluhan mayoritas perempuan muda, dengan rencana sertifikasi BPOM dan Halal ke depan.

Suara.com - Pandemi Covid-19 menjadi titik balik dalam hidup Junita Rany. Berangkat dari persoalan kesehatan pribadi yang ia alami sebagai pengidap autoimun, perempuan ini justru meracik tanaman herbal menjadi produk kesehatan bernilai ekonomi.

Juanita adalah pendiri Glaranadi, brand herbal yang kini dikenal luas di platform e-commerce. Nama Glaranadi sendiri memiliki makna filosofis yang dalam.

Usaha Glaranadi bermula pada 2020. Saat itu, Juanita awalnya tertarik membuat produk skincare alami seperti sabun dan tinktur herbal. Namun kondisi kesehatannya yang menurun memaksanya untuk lebih fokus mencari solusi bagi tubuhnya sendiri.

"Saya kemudian meracik minuman kesehatan setelah banyak membaca buku dan konsultasi. Bahannya sebenarnya sama dengan yang biasa dipakai untuk skincare," imbuhnya saat dikutip, Rabu (11/2/2026).

Hasilnya di luar dugaan. Racikan herbal tersebut membantu Juanita tidur lebih nyenyak, meredakan inflamasi, sekaligus menenangkan pikiran dan emosi. Ketika dicoba dijual, respons pasar justru jauh lebih besar dibandingkan produk skincare.

Ilustrasi Tanaman Herbal. (Google AI Studio)
Ilustrasi Tanaman Herbal. (Google AI Studio)

"Ternyata minuman kesehatannya yang lebih laku. Dari situ saya putuskan fokus ke herbal," katanya.

Di awal usaha, penjualan Glaranadi terbilang sangat kecil. Juanita mengaku hanya mampu menjual dua pak produk dalam seminggu. Semua ia kerjakan sendiri, mulai dari produksi hingga pengemasan.

Lonjakan terjadi ketika ia mulai memanfaatkan fitur iklan di Shopee. Di masa pandemi, kebutuhan masyarakat terhadap produk peningkat imunitas melonjak tajam.

"Sekarang sebulan bisa terjual sekitar 7.000 sampai 8.000 pieces. Omzet kotor sudah menyentuh ratusan juta rupiah," ungkapnya.

baca juga

Dari yang awalnya hanya memiliki 3-5 jenis produk, kini Glaranadi telah berkembang menjadi lebih dari 100 produk, mulai dari minuman herbal, teh celup, hingga makanan sehat seperti almond butter dan peanut butter.

Mayoritas konsumen Glaranadi adalah perempuan usia 17 hingga 35 tahun, dengan keluhan mulai dari jerawat hormonal, PCOS, gangguan tidur, hingga kecemasan. Menariknya, Juanita memilih terjun langsung melayani konsultasi konsumen melalui fitur chat.

"Saya banyak membalas chat sendiri. Dari situ saya tahu keluhan mereka dan itu jadi bahan untuk pengembangan produk baru," bebernya.

Bahan baku Glaranadi diperoleh langsung dari petani di Cirebon dan Jawa Tengah. Tantangan terbesar datang dari bahan musiman seperti rosella yang harganya bisa melonjak dua kali lipat di luar musim.

Meski begitu, jangkauan pasarnya terus meluas. Selain melayani pengiriman ke seluruh Indonesia, produk Glaranadi juga telah menembus pasar Singapura dan Malaysia melalui program ekspor Shopee.

"Kalau performa toko bagus, Shopee yang menawarkan program ekspor," jelas Juanita.

Ke depan, Juanita menargetkan sertifikasi Halal dan BPOM agar produknya bisa masuk ke jaringan ritel modern seperti Aeon dan Ranch Market. "Biaya BPOM memang tidak kecil, jadi kami mulai dari produk paling laku dulu," katanya.

Dari modal awal hanya Rp3–5 juta, Juanita membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya. Dengan memanfaatkan tanaman herbal dan teknologi digital, ia berhasil mengubah perjuangan melawan autoimun menjadi peluang usaha berkelanjutan.

"Kuncinya adalah memberi solusi nyata. Kalau produk kita bermanfaat, orang pasti kembali," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari 45.000 Sumur Rakyat, Baru 1 UMKM yang Berhasil Produksi Minyak

Dari 45.000 Sumur Rakyat, Baru 1 UMKM yang Berhasil Produksi Minyak

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 18:38 WIB

Jurus BCA Gaet Para Pelaku Usaha Kakap Hingga UMKM Lewat Super App

Jurus BCA Gaet Para Pelaku Usaha Kakap Hingga UMKM Lewat Super App

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 17:44 WIB

PNM Raih Sertifikat Label Taat Zakat sebagai Perusahaan Taat Zakat dari Baznas

PNM Raih Sertifikat Label Taat Zakat sebagai Perusahaan Taat Zakat dari Baznas

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 17:14 WIB

Terkini

Krakatau Posco Perusahaan Apa? Asisten Raffi Ahmad Ditunjuk Jadi Komisaris

Krakatau Posco Perusahaan Apa? Asisten Raffi Ahmad Ditunjuk Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 08:28 WIB

Jangan Tertipu! Kenali Modus Phishing dan CS Palsu Platform Kripto

Jangan Tertipu! Kenali Modus Phishing dan CS Palsu Platform Kripto

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 08:25 WIB

Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?

Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:58 WIB

Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia

Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 21:04 WIB

96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi

96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:53 WIB

Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli

Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:35 WIB

Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!

Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:33 WIB

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:02 WIB

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:19 WIB

×