Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Layanan Pelabuhan Dikeluhkan, Pengusaha Minta Pemerintah Turun Tangan

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 11 Februari 2026 | 18:21 WIB
Layanan Pelabuhan Dikeluhkan, Pengusaha Minta Pemerintah Turun Tangan
Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Pelaku usaha menyoroti penurunan kinerja bongkar muat di pelabuhan domestik, menyebabkan antrian kapal dan kenaikan biaya operasional.
  • Masalah utama meliputi alat bongkar muat terbatas dan lambat, serta pendangkalan alur di beberapa pelabuhan utama.
  • Pelindo mengklarifikasi pelayanan berjalan sesuai jadwal, sembari memastikan peningkatan fasilitas alat baru direncanakan sepanjang 2026.

Suara.com - Kinerja layanan bongkar muat di sejumlah pelabuhan Indonesia disorot pelaku usaha. Pemerintah pusat diminta segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan pemantauan langsung menyusul penurunan produktivitas yang dinilai berdampak pada melonjaknya biaya operasional.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Trismawan Sanjaya mengatakan, keluhan datang dari berbagai daerah, terutama pelabuhan domestik.

"Sudah sering dan banyak keluhan dari pelaku usaha hampir di seluruh pelabuhan, khususnya pelabuhan domestik. Keluhan itu terutama masalah keterbatasan jumlah maupun kemampuan kinerja alat bongkar muat pelabuhan yang membuat antrian memanjang," kata Trismawan yang dikutip, Rabu (11/2/2026).

Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Menurutnya, berdasarkan laporan anggota ALFI di Jawa Tengah dan Jawa Timur, keterlambatan pengiriman barang kini kerap terjadi. Jadwal sandar kapal molor akibat rendahnya produktivitas alat bongkar muat, sehingga mengganggu rantai distribusi barang.

"Saat ini kegiatan logistik melalui pelabuhan laut terus meningkat, terutama untuk jalur perdagangan domestik. Karena itu pemerintah semestinya memprioritaskan peningkatan layanan pelabuhan-pelabuhan domestik ini, sehingga proses pengiriman barang menjadi efisien dan konsumen juga tidak terpapar biaya yang kian mahal," tambahnya.

Tak hanya pemilik kapal dan pengguna jasa pelabuhan, perusahaan logistik juga terdampak. Trismawan menyebut keterlambatan membuat utilisasi truk logistik menurun drastis. Di sisi lain, biaya operasional terus meningkat.

"Pelaku logistik banyak terbebani ketidakpastian peraturan, tumpang tindih aturan serta keterlibatan banyak instansi yang terlibat sehingga menghambat kecepatan dan keberlangsungan kinerja pelaku usaha logistik nasional. Biaya mahal di pelabuhan ini merugikan semua pihak," bebernya.

Di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Ketua ALFI Jawa Timur Sebastian Wibisono mengungkapkan waktu tunggu kapal meningkat tajam. Proses sandar dan bongkar muat berlangsung lebih lama dibanding periode normal.

Sebagian crane dinilai sudah tua sehingga membatasi kapasitas. Di Terminal Peti Kemas Nilam dan Mirah, kapasitas ideal pengolahan kontainer mencapai 30–40 kontainer per jam. Namun realisasi di lapangan saat ini hanya sekitar 10 kontainer per jam.

Kondisi serupa juga terjadi di Pelabuhan Belawan, Medan. Ketua ALFI Sumatra Utara Surianto Butong mengatakan kapal berukuran besar kesulitan bersandar akibat pendangkalan alur pelabuhan. Saat ini hanya kapal kecil berkapasitas 200–300 TEUs yang dapat masuk, padahal biasanya pelabuhan melayani kapal hingga 1.000 TEUs.

Sementara di Pelabuhan Merauke, Papua Selatan, Ketua DPC ALFI Merauke Abi Bakri Alhamid menyebut kapal bisa molor bersandar hingga 3–4 hari. Bahkan waktu tunggu kapal disebut bisa mencapai 7–10 hari. Setelah sandar, proses bongkar muat yang biasanya selesai dua hari kini memakan waktu hingga lima hari. Total waktu kapal dari tiba hingga berangkat kembali bisa mencapai 10–15 hari.

Menanggapi keluhan tersebut, Pelindo memberikan klarifikasi. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra memastikan pelayanan di TPK Lamong, TPS Surabaya, TPK Nilam, dan TPK Berlian berjalan sesuai perencanaan.

"Kami pastikan tidak ada kapal antre hingga 6 hari lamanya untuk menunggu pelayanan di terminal peti kemas yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak," tegas Widyaswendra.

Ia menjelaskan setiap kapal telah memiliki jadwal kedatangan terencana melalui sistem berthing window. Pelayanan dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas, keselamatan, kondisi lapangan, serta kelancaran arus kapal secara keseluruhan.

Pelindo juga mengklaim terus melakukan pembenahan. Pada 2026, TPS Surabaya akan menerima empat unit alat baru jenis QCC dan 14 unit rubber tyred gantry (RTG). Sementara TPK Berlian akan dilengkapi dua unit QCC yang diperkirakan tiba pertengahan tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelabuhan Karimun Masuk Radar Sanksi Uni Eropa terkait Distribusi Minyak Rusia

Pelabuhan Karimun Masuk Radar Sanksi Uni Eropa terkait Distribusi Minyak Rusia

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 21:03 WIB

DJP Endus Pengemplang Pajak di Sektor Baja dan Hebel

DJP Endus Pengemplang Pajak di Sektor Baja dan Hebel

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 19:10 WIB

Bongkar Muat Kapal Molor hingga 6 Hari, Biaya Logistik Kian Mahal

Bongkar Muat Kapal Molor hingga 6 Hari, Biaya Logistik Kian Mahal

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 16:30 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB