Rupiah Melemah, Menkeu Jamin Kondisi Fiskal Terjaga

Laban Laisila, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 04 Agustus 2015 | 16:48 WIB
Rupiah Melemah, Menkeu Jamin Kondisi Fiskal Terjaga
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjamin kondisi fiskal pemerintah tetap terjaga meskipun  nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang saat ini berada di level Rp13.484 atau naik ke level 21 poin.

Hal itu, kata Bambang, lantaran pelemahan nilai tukar tidak hanya dialami Indonesia saja, tapi juga seluruh negara berkembang.

Bambang melanjutkan, penghapusan subsidi Bahan Bakar Miyak (BBM) oleh Presiden Joko Widodo juga telah membuat APBN tidak terlalu terbebani. Dengan kondisi seperti ini, pemerintah memiliki ruang fiskal yang aman meski rupiah tertekan.

“Nggak, nggak terganggu. Kondisinya sampai saat ini masih tetap terjaga. Kan subsidi BBM udah dihapus. Ini memperingan juga bagi APBN jadi masih ada ruang fiskal disana.” Kata Bambang di kantor Bank Indonesia, Selasa (4/8/2015).

Pihaknya mengakui, kalau pemerintah tidak akan mengubah APBN karena kondisi fiskalnya masih aman.

Kendati demikian, dia mengungkapkan, kalau  pelemahan rupiah mempengaruhi terhadap pengembalian uang luar negeri, terutama saat pengembalian bunga utang yang menjadi lebih besar.

Cara situ hingga kini masih bisa ditutupi dari tambahan penerimaan negara di sisi migas.

 “Pemerintah nggak akan terganggu, pembayaran bunga utang naik nggak mengganggu anggaran. Kalau belanja ada penambahan bunga utang. Tapi tambahan dari penerimaan migas lebih besar daripada bunga utang," kata Bambang.

Pihaknya juga mengklaim kalau pelemahan mata uang yang menimpa Indonesia saat ini tidak akan membuat belanja pemerintah di bidang infrastruktur mengalami pembengkakan, dimana barang modal lebih banyak berasal dari impor.

Hal ini terjadi karena harga baja di pasaran dunia juga sedang melemah sehingga tidak meresahkan kas negara.

“Aman semua masih aman.  Pelemahan ekonomi global itu juga membuat harga baa turun, jadi kan industri masih mampu membeli baja untuk produksinya. Makanya saya bilang masih aman,” kata Bambang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Akan Intervensi Rupiah karena Terus Melemah

BI Akan Intervensi Rupiah karena Terus Melemah

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2015 | 22:30 WIB

Korupsi "Dwelling Time", Menkeu Tantang Polisi Periksa Bea Cukai

Korupsi "Dwelling Time", Menkeu Tantang Polisi Periksa Bea Cukai

News | Kamis, 30 Juli 2015 | 15:54 WIB

Meski Ada Tekanan, Menkeu Berharap Rupiah Masih Aman

Meski Ada Tekanan, Menkeu Berharap Rupiah Masih Aman

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 09:34 WIB

Menkeu Optimistis Penyerapan Belanja Naik di Semester II

Menkeu Optimistis Penyerapan Belanja Naik di Semester II

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2015 | 05:20 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×