Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

Meski Ada Tekanan, Menkeu Berharap Rupiah Masih Aman

Arsito Hidayatullah

Selasa, 28 Juli 2015 | 09:34 WIB
Meski Ada Tekanan, Menkeu Berharap Rupiah Masih Aman
Rupiah Terus Melemah

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengharapkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tetap berada dalam posisi yang aman meskipun menghadapi tekanan eksternal terkait rencana normalisasi kebijakan The Fed (Bank Sentral AS).

"Kita selalu waspada, karena salah satu daya tahan ekonomi kita di nilai tukar rupiah. Kita harapkan BI menjaga rupiah pada posisi aman. Yang penting rupiah jangan terlalu 'undervalued' dan terlalu 'overvalued'," katanya di Jakarta, Senin.

Menkeu mengatakan tren global saat ini adalah penguatan dolar AS karena adanya sinyal penyesuaian suku bunga acuan The Fed yang terjadi menjelang akhir tahun, dan para investor sedang mengantisipasi kemungkinan tersebut.

"Semua mata uang terkena 'pressure' dolar AS karena ada sinyal 'Fed rate' naik sebelum akhir tahun. Ini dijadikan spekulasi oleh investor pasar uang. Perlemahan (rupiah) ini karena dolar AS yang dijadikan 'safe haven' oleh investor," katanya.

Meskipun mata uang negara berkembang mengalami perlemahan terhadap dolar AS, Menkeu mengatakan nilai tukar rupiah masih kompetitif terhadap mata uang lain seperti Euro dan dolar Australia.

"Kita lihat terhadap dolar Australia dan euro relatif lebih baik, ini menjadi pertimbangan agar kita tidak bergantung kepada dolar AS. Intinya semua sudah 'price in', karena proses perlemahan (rupiah terhadap dolar) sudah terjadi dari sekarang," ujarnya.

Sementara, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore bergerak menguat sebesar 26 poin menjadi Rp13.414 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.440 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa dolar AS mendapatkan tekanan turun menyusul tingkat penjualan rumah baru di Amerika Serikat periode Juni mengalami penurunan, itu menjadi kemunduran bagi pemulihan bagi perekonomian AS.

Di sisi lain, sentimen bisnis di Jerman yang mengalami pemulihan mendorong mata uang euro mengalami penguatan. Sedangkan, Yunani yang berhasil membuka kesempatan mendapatkan dana talangan ikut membantu mengubah sentimen pebisnis di kawasan Eropa yang sempat menurun.

"Sentimen di Eropa mulai ada pemulihan, situasi itu cukup berdampak pada mata uang rupiah meski belum signifikan," katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dolar AS Melemah Terhadap Yen

Dolar AS Melemah Terhadap Yen

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 04:12 WIB

Terkini

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:35 WIB

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:29 WIB

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:25 WIB

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:20 WIB

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:19 WIB

Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG

Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:13 WIB

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09 WIB

PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput

PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:08 WIB

Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:02 WIB

×