Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.710.000
IHSG 6.989,426
LQ45 707,762
Srikehati 340,630
JII 476,486
USD/IDR 17.030

Anggota DPR: Tugas Berat Menanti Menteri Bidang Ekonomi

Siswanto | Bagus Santosa | Suara.com

Kamis, 13 Agustus 2015 | 12:10 WIB
Anggota DPR: Tugas Berat Menanti Menteri Bidang Ekonomi
Serahterima jabatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dari Sofyan Djalil kepada Darmin Nasution [suara.com/Dian Hapsari Kusumo]

Suara.com - Wakil Ketua Umum PAN Achmad Hafisz Tohir menilai menteri-menteri bidang pengganti dalam reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla lebih baik dibandingkan dengan menteri sebelumnya.

"Menteri hasil reshuffle kabinet sedikit lebih baik dari menteri sebelumnya, lebih senior," ujar Hafisz di Jakarta, Kamis (13/8/2015).

Khususnya menteri bidang perekonomian, menurut Hafisz, mereka memiliki pekerjaan yang lebih berat dari sebelumnya, mengingat ekonomi sedang tidak stabil.

"Kondisi ekonomi yang merosot tajam membuat daya saing terus melemah. Bahkan, habis reshuffle pun nilai tukar rupiah terhadap dolar terkoreksi beberapa poin tadi siang. Artinya dalam kondisi seperti ini tampak berat bagi kabinet untuk memperbaiki keadaan menjadi lebih baik," ujarnya.

Hafisz merangkum sejumlah catatan yang menjadi tugas menteri hasil reshuffle.

"Komoditi kebutuhan pokok mahal. Harga harga terus naik, hal ini ditandai dengan Inflasi yang terus berjalan menuju double digit," ujarnya.

Catatan berikutnya soal ekonomi yang merosot. Ekonomi Indonesia triwulan I-2015 sebesar 4.71 persen dan Triwulan II-2015 bahkan tidak ada pertumbuhan, turun merosot menjadi 4,62 persen, ini melambat jika dibandingkan pada pertumbuhan periode yang sama tahun 2014 sebesar 5,14 persen.

"Lalu Neraca Perdagangan Defisit. Ekspor turun dan impor meningkat dibanding tahun sebelumnya, pendapatan masyarakat terus merosot; terjadi inflasi di pedesaan. Ini menjadikan tingkat optimisme para pelaku bisnis menjadi turun," ujarnya.

Kemudian, industri merosot. Pertumbuhan produksi industri pengolahan/manufaktur besar dan sedang 2015 mengalami penurunan dari triwulan 2014.

"Nilai tukar rupiah ambruk. Perkembangan nilai tukar rupiah rata-rata tahun 2015 terus menurun. Pada perdagangan hari ini 12 agustus 2015 bahkan melampaui angka Rp13.600," kata dia.

Menurut Hafisz kondisi ini menunjukkan respons pasar yang kurang positif. Dia pun mempertanyakan apakah tim menteri baru ini mampu membenahi semua problem ekonomi yang dihadapi.

"Lalu pertanyaannya adalah apakah tim ekonomi Presiden Jokowi yang baru akan mampu membenahi? Seperti yang saya katakan diawal tadi bahwa walaupun sudah ada reshuffle namun pekerjaan Jokowi kedepan masih amat sangat berat," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nilai Ringgit Malaysia Terendah Sejak 1998

Nilai Ringgit Malaysia Terendah Sejak 1998

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2015 | 15:33 WIB

Terkini

OJK: Harus Ada Sanksi Pidana untuk Financial Influencer di Medsos dalam RUU P2SK

OJK: Harus Ada Sanksi Pidana untuk Financial Influencer di Medsos dalam RUU P2SK

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 15:33 WIB

Zulhas Akui Konflik Global Hantam Ekonomi RI: Karung Gabah Langka, Ongkos Pesawat Melejit!

Zulhas Akui Konflik Global Hantam Ekonomi RI: Karung Gabah Langka, Ongkos Pesawat Melejit!

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 14:59 WIB

Kepala BGN: Pengadaan 25.000 Motor Listrik untuk Kepala SPPG

Kepala BGN: Pengadaan 25.000 Motor Listrik untuk Kepala SPPG

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 14:47 WIB

RKAB Batubara 2026 Hampir Rampung, Dekati Angka 600 Juta Ton

RKAB Batubara 2026 Hampir Rampung, Dekati Angka 600 Juta Ton

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 14:32 WIB

IHSG Justru Melorot di Sesi I, 398 Saham Merah

IHSG Justru Melorot di Sesi I, 398 Saham Merah

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 13:11 WIB

BREAKING NEWS: Indeks FTSE Russell Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market'

BREAKING NEWS: Indeks FTSE Russell Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market'

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 13:06 WIB

CIMB Niaga Bidik Nasabah Pelaku Usaha dari UMKM hingga Korporasi

CIMB Niaga Bidik Nasabah Pelaku Usaha dari UMKM hingga Korporasi

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 12:50 WIB

Nego Buntu, Trump Ancam Serang Wilayah Sipil Iran Jika Selat Hormuz Tetap Tutup

Nego Buntu, Trump Ancam Serang Wilayah Sipil Iran Jika Selat Hormuz Tetap Tutup

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 12:32 WIB

Pehatian Emak-emak! Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Usai Lebaran

Pehatian Emak-emak! Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Usai Lebaran

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 12:23 WIB

BUMN Genjot Sport Tourism, Mandalika Jadi Magnet Wisata dan Investasi

BUMN Genjot Sport Tourism, Mandalika Jadi Magnet Wisata dan Investasi

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 12:15 WIB