Anggota DPR: Tugas Berat Menanti Menteri Bidang Ekonomi

Siswanto, Bagus Santosa

Kamis, 13 Agustus 2015 | 12:10 WIB
Anggota DPR: Tugas Berat Menanti Menteri Bidang Ekonomi
Serahterima jabatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dari Sofyan Djalil kepada Darmin Nasution [suara.com/Dian Hapsari Kusumo]

Suara.com - Wakil Ketua Umum PAN Achmad Hafisz Tohir menilai menteri-menteri bidang pengganti dalam reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla lebih baik dibandingkan dengan menteri sebelumnya.

"Menteri hasil reshuffle kabinet sedikit lebih baik dari menteri sebelumnya, lebih senior," ujar Hafisz di Jakarta, Kamis (13/8/2015).

Khususnya menteri bidang perekonomian, menurut Hafisz, mereka memiliki pekerjaan yang lebih berat dari sebelumnya, mengingat ekonomi sedang tidak stabil.

"Kondisi ekonomi yang merosot tajam membuat daya saing terus melemah. Bahkan, habis reshuffle pun nilai tukar rupiah terhadap dolar terkoreksi beberapa poin tadi siang. Artinya dalam kondisi seperti ini tampak berat bagi kabinet untuk memperbaiki keadaan menjadi lebih baik," ujarnya.

Hafisz merangkum sejumlah catatan yang menjadi tugas menteri hasil reshuffle.

"Komoditi kebutuhan pokok mahal. Harga harga terus naik, hal ini ditandai dengan Inflasi yang terus berjalan menuju double digit," ujarnya.

Catatan berikutnya soal ekonomi yang merosot. Ekonomi Indonesia triwulan I-2015 sebesar 4.71 persen dan Triwulan II-2015 bahkan tidak ada pertumbuhan, turun merosot menjadi 4,62 persen, ini melambat jika dibandingkan pada pertumbuhan periode yang sama tahun 2014 sebesar 5,14 persen.

"Lalu Neraca Perdagangan Defisit. Ekspor turun dan impor meningkat dibanding tahun sebelumnya, pendapatan masyarakat terus merosot; terjadi inflasi di pedesaan. Ini menjadikan tingkat optimisme para pelaku bisnis menjadi turun," ujarnya.

Kemudian, industri merosot. Pertumbuhan produksi industri pengolahan/manufaktur besar dan sedang 2015 mengalami penurunan dari triwulan 2014.

"Nilai tukar rupiah ambruk. Perkembangan nilai tukar rupiah rata-rata tahun 2015 terus menurun. Pada perdagangan hari ini 12 agustus 2015 bahkan melampaui angka Rp13.600," kata dia.

Menurut Hafisz kondisi ini menunjukkan respons pasar yang kurang positif. Dia pun mempertanyakan apakah tim menteri baru ini mampu membenahi semua problem ekonomi yang dihadapi.

"Lalu pertanyaannya adalah apakah tim ekonomi Presiden Jokowi yang baru akan mampu membenahi? Seperti yang saya katakan diawal tadi bahwa walaupun sudah ada reshuffle namun pekerjaan Jokowi kedepan masih amat sangat berat," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nilai Ringgit Malaysia Terendah Sejak 1998

Nilai Ringgit Malaysia Terendah Sejak 1998

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2015 | 15:33 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×