Sesi Penutupan Kamis Sore Kurs Rupiah Turun Lagi 24 Poin

Laban Laisila

Kamis, 20 Agustus 2015 | 17:16 WIB
Sesi Penutupan Kamis Sore Kurs Rupiah Turun Lagi 24 Poin
Gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis sore (20/8/2015), kembali melemah sebesar 24 poin menjadi Rp13.866,00 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.842,00 per dolar AS.

"Meski the Fed (Bank Sentral AS) memberi sinyal penundaan untuk menaikan suku bunganya, namun investor masih tetap memburu dolar AS dikarenakan prospek ekonomi Amerika Serikat dinilai lebih baik dibandingkan negara maju lainnya sehingga membuat investor merasa nyaman memegang mata uang Negeri Paman Sam itu," ujar analis pasar uang dari Bank Mandiri, Reny Eka Putri di Jakarta.

Menurut dia, di tengah kondisi ekonomi global yang cenderung melambat, aset dalam mata uang dolar AS dinilai lebih baik dibandingkan instrumen lainnya. Dolar AS dianggap baik karena dapat menjaga nilai aset investor agar tidak tergerus.

Dia menambahkan bahwa sentimen dari dalam negeri juga belum ada yang mendukung untuk mendorong nilai tukar rupiah kembali ke area positif. Data ekonomi Indonesia yang dirilis pada bulan ini juga tidak sesuai dengan harapan pasar.

"Ekonomi Indonesia triwulan II 2015 ini melambat menjadi sebesar 4,67 persen dibandingkan capaian triwulan II 2014 yang tumbuh 5,03 persen. Selain itu, kinerja ekspor-impor Indonesia juga belum cukup positif," katanya.

Kendati demikian, menurut Reny, penguatan dolar AS cenderung mulai terbatas. The Fed diperkirakan akan menjaga dolar AS agar tidak meningkat terlalu tinggi karena dapat mengganggu sistem keuangannya.

"Penguatan dolar AS yang terlalu tinggi dapat menahan kinerja ekspor Amerika Serikat yang nantinya dapat menahan laju ekonominya," katanya.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis (20/8/2015) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.838,00 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.824,00 per dolar AS. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perang Mata Uang Sebabkan Rupiah Terus Melemah

Perang Mata Uang Sebabkan Rupiah Terus Melemah

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2015 | 17:05 WIB

Ini Sebab Rupiah Anjlok Versi Darmin Nasution

Ini Sebab Rupiah Anjlok Versi Darmin Nasution

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2015 | 15:52 WIB

Rupiah Melemah, BI Sebut Perbankan Indonesia Masih Kuat

Rupiah Melemah, BI Sebut Perbankan Indonesia Masih Kuat

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2015 | 17:53 WIB

DPR Khawatir Rupiah Tembus Rp15 Ribu, APBN 2016 Sulit Tercapai

DPR Khawatir Rupiah Tembus Rp15 Ribu, APBN 2016 Sulit Tercapai

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2015 | 20:07 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×