Perang Mata Uang Sebabkan Rupiah Terus Melemah

Laban Laisila

Kamis, 20 Agustus 2015 | 17:05 WIB
Perang Mata Uang Sebabkan Rupiah Terus Melemah
Gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (12/8).[suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, potensi terjadinya perang mata uang (currency war) saat ini menjadi salah satu penyebab nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS.

"Rupiah jadi susah untuk menguat karena yang lain melemah," katanya saat ditemui seusai rapat paripurna DPR di Jakarta, Kamis (20/8/2015).

Bambang menjelaskan, potensi perang mata uang itu ada, setelah adanya aksi devaluasi Yuan Cina serta Dong Vietnam dan tekanan eksernal tersebut secara tidak langsung mempengaruhi kinerja rupiah.

"Yang terjadi pada hari-hari ini bukan karena isu fundamental. Tapi isu bener-bener global. Karena keseimbangan terganggu gara-gara China devaluasi Yuan," tegasnya.

Dia mengakui kondisi rupiah telah undervalued, tetapi situasinya masih terjaga karena pemerintah serta Bank Indonesia terus berupaya agar kurs tidak terlalu berfluktuasi terhadap dolar AS.

"Kita lihat kondisi fundamentalnya, tapi sekarang memang sangat undervalued dan itu harus diupayakan untuk diperkuat," katanya.

Namun, menurut dia, dengan situasi tekanan global yang makin besar, nilai tukar rupiah justru tidak boleh terlalu kuat, karena akan kontradiktif dengan kondisi yang ada.

"Kalau rupiah terlalu diperkuat dan menguat terhadap seluruh mata uang, nanti daya saing malah terganggu," jelas Menkeu.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih bergerak pada kisaran Rp13.800, setelah sebelumnya berada pada angka Rp13.400-Rp13.500, ketika Cina belum melakukan devaluasi Yuan hingga empat persen.

Kurs rupiah masih mendapatkan kesempatan untuk bergerak menguat dalam beberapa hari terakhir, karena dolar AS mengalami sedikit depresiasi akibat pelaku pasar mengantisipasi kemungkinan The Fed menyesuaikan suku bunga pada September. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkeu: Pendapatan Bergantung Pajak Tunjukkan Fiskal yang Baik

Menkeu: Pendapatan Bergantung Pajak Tunjukkan Fiskal yang Baik

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2015 | 01:31 WIB

Sesi Penutupan Rabu, Rupiah Merosot Lagi Jadi Rp13.815

Sesi Penutupan Rabu, Rupiah Merosot Lagi Jadi Rp13.815

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2015 | 18:54 WIB

Ini Sebab Rupiah Anjlok Versi Darmin Nasution

Ini Sebab Rupiah Anjlok Versi Darmin Nasution

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2015 | 15:52 WIB

Menkeu: Neraca Perdagangan Terpengaruh Perkembangan Global

Menkeu: Neraca Perdagangan Terpengaruh Perkembangan Global

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2015 | 22:18 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Jerawat Punggung Spray, Praktis dan Cepat Meresap

3 Rekomendasi Jerawat Punggung Spray, Praktis dan Cepat Meresap

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Lebarkan Sayap Bisnis ke Vietnam, Gus Lilur Tak Surut Bongkar Dugaan Rasuah Muktamar ke-35 NU

Lebarkan Sayap Bisnis ke Vietnam, Gus Lilur Tak Surut Bongkar Dugaan Rasuah Muktamar ke-35 NU

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Suara Warga Masuk Pembahasan Pemilu, 31 Orang Susun Rekomendasi untuk DPR

Suara Warga Masuk Pembahasan Pemilu, 31 Orang Susun Rekomendasi untuk DPR

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:42 WIB

Harta Pejabat di Luar LHKPN Diusulkan Bisa Dirampas Negara: Bagaimana Batas Hukumnya?

Harta Pejabat di Luar LHKPN Diusulkan Bisa Dirampas Negara: Bagaimana Batas Hukumnya?

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Kiper Jebolan Kendal Tornado FC Youth Tepis Dua Penalti, Solo Raih Emas Porprov Jateng

Kiper Jebolan Kendal Tornado FC Youth Tepis Dua Penalti, Solo Raih Emas Porprov Jateng

Surakarta | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Hitung-hitungan Pajak iPhone Duo dari Luar Negeri vs Resmi Indonesia

Hitung-hitungan Pajak iPhone Duo dari Luar Negeri vs Resmi Indonesia

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:37 WIB

Ulasan Pekan 7 Super League 2026/2027: Persija Kokoh di Puncak, Persib ke Jalur Kemenangan

Ulasan Pekan 7 Super League 2026/2027: Persija Kokoh di Puncak, Persib ke Jalur Kemenangan

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:37 WIB

Kiamat Ekologis: Ketika Desa Adat, Hutan, dan Satwa Liar Perlahan Hilang

Kiamat Ekologis: Ketika Desa Adat, Hutan, dan Satwa Liar Perlahan Hilang

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Kematian Perwira Kopassus di Surakarta, TB Hasanuddin Minta Diusut Tuntas dan Transparan

Kematian Perwira Kopassus di Surakarta, TB Hasanuddin Minta Diusut Tuntas dan Transparan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Bukan Joget Gemoy, Begini Strategi Alvin Tedjo Menang Pemilu di Kanada: Mirip-mirip Anies Baswedan

Bukan Joget Gemoy, Begini Strategi Alvin Tedjo Menang Pemilu di Kanada: Mirip-mirip Anies Baswedan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:27 WIB

×