Indonesia Kembali Impor Sapi Indukan

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 28 Agustus 2015 | 06:31 WIB
Indonesia Kembali Impor Sapi Indukan
Sapi di Instalasi Karantina Hewan milik PT. Widodo Makmur Perkasa di Desa Mampir, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Indonesia melakukan impor sapi indukan dalam waktu dekat. Alasannya populasi sapi indukan turun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan jika keadaannya begitu, sulit memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kelihatannya kita bukan hanya memerlukan impor daging sapi bakalan, tapi kita juga perlu impor sapi indukan karena memang populasi kita turun," kata Darmin seusai memimpin rapat koordinasi terkait pengadaan pangan di Jakarta, Kamis (28/8/2015) malam.

Darmin mengatakan keputusan tersebut diambil setelah dilakukan kalibrasi data terkait pemenuhan daging sapi yang dimiliki oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian serta Badan Pusat Statistik (BPS). Pasokan daging sapi yang terbatas sempat menyebabkan kenaikan harga daging sapi di berbagai daerah.

"Tidak heran kalau harganya naik. Saya belum ingin sampaikan angkanya. Tapi impor diperlukan, bukan hanya bakalan tapi juga indukan. Kalau ditunda, makin lama kekurangan itu terjadi," kata Darmin.

Berdasarkan kalibrasi data tersebut, pemenuhan kebutuhan sapi indukan bisa memerlukan waktu yang lama hingga lima tahun. Agar kebutuhan daging sapi yang benar-benar memadai dapat terpenuhi.

"Ini sudah berlangsung dalam beberapa tahun. Sehingga untuk kembali ke (pemenuhan sapi) indukan perlu empat atau lima tahun untuk mengejar kembali posisinya itu aman," ujar Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia ini.

Darmin menegaskan kepastian berapa jumlah sapi indukan yang akan diimpor masih menunggu tambahan data untuk kalibrasi selanjutny. Sebelum diputuskan dalam rapat koordinasi lanjutan terkait pengadaan pangan.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Thomas Lembong berencana akan mengimpor 200 sampai 300 ribu ekor sapi hingga akhir 2015. Dalam waktu dekat ini dikabarkan akan masuk impor sapi sebanyak 50 ribu ekor sapi dari Australia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia Ismed Hasan Putro menyesalkan jika keran impor sapi hanya dari Australia saja dan menduga ada oknum politisi yang 'bermain'. Pemerintah harus tegas dalam mengatur para importir. Terutama ketegasan untuk mencabut izin para importir, yang kerap menahan pasokan hingga harga bergejolak. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini yang Jadi Penyebab Daging Sapi Langka Versi KPPU

Ini yang Jadi Penyebab Daging Sapi Langka Versi KPPU

News | Sabtu, 22 Agustus 2015 | 14:46 WIB

Mentan: Pelaku Kartel Daging Sapi Takkan Dapat Rekomendasi Impor

Mentan: Pelaku Kartel Daging Sapi Takkan Dapat Rekomendasi Impor

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 12:16 WIB

Pemerintah Akan Impor Sapi 300 Ribu Ekor

Pemerintah Akan Impor Sapi 300 Ribu Ekor

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2015 | 20:39 WIB

Mendag Bantah Ada Pemangkasan Kuota Impor Sapi

Mendag Bantah Ada Pemangkasan Kuota Impor Sapi

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2015 | 17:13 WIB

Mendag Tanggapi Kekecewaan Eksportir Sapi Australia

Mendag Tanggapi Kekecewaan Eksportir Sapi Australia

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2015 | 16:22 WIB

NTT Belum Punya Kapal Pengangkut Hewan Antarpulau

NTT Belum Punya Kapal Pengangkut Hewan Antarpulau

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2015 | 04:16 WIB

Terkini

Beda Sunscreen Wardah SPF 50 Kemasan Warna Biru Vs Orange, Kenali Manfaatnya

Beda Sunscreen Wardah SPF 50 Kemasan Warna Biru Vs Orange, Kenali Manfaatnya

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Little Blue Truck Lost and Found: Misteri Kecil di Peternakan

Little Blue Truck Lost and Found: Misteri Kecil di Peternakan

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Promo BRI Ini Bikin Kamu Bisa Nonton Bioskop Berdua dengan Diskon Setengah Harga

Promo BRI Ini Bikin Kamu Bisa Nonton Bioskop Berdua dengan Diskon Setengah Harga

Bri | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Emiten Prajogo Pangestu PTRO Mau Right Issue, Dananya Buat Apa?

Emiten Prajogo Pangestu PTRO Mau Right Issue, Dananya Buat Apa?

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:59 WIB

PIH Susah Pudar? Coba 4 Serum Berbahan Vitamin C dengan Konsentrasi Tinggi

PIH Susah Pudar? Coba 4 Serum Berbahan Vitamin C dengan Konsentrasi Tinggi

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:50 WIB

BRI Hadirkan Privilese Eksklusif Asuransi AMORA bagi Nasabah Private dan Prioritas

BRI Hadirkan Privilese Eksklusif Asuransi AMORA bagi Nasabah Private dan Prioritas

Bri | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:49 WIB

Ada Unsur Kesengajaan? Polisi Periksa 18 CCTV di Balik Ledakan Maut Pasar Cimanggis

Ada Unsur Kesengajaan? Polisi Periksa 18 CCTV di Balik Ledakan Maut Pasar Cimanggis

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Mobil Listrik Murah: Suzuki e-Sky vs BYD Atto 1, Mending Tunggu atau Beli yang Sudah Ada?

Mobil Listrik Murah: Suzuki e-Sky vs BYD Atto 1, Mending Tunggu atau Beli yang Sudah Ada?

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo

Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:42 WIB

Rivalitas Melebur di GBT: Bonek Targetkan Sejuta Masker untuk Korban Karhutla Sumatra-Kalimantan

Rivalitas Melebur di GBT: Bonek Targetkan Sejuta Masker untuk Korban Karhutla Sumatra-Kalimantan

Jatim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:36 WIB

×