Mendag Bantah Ada Pemangkasan Kuota Impor Sapi

Arsito Hidayatullah, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 23 Juli 2015 | 17:13 WIB
Mendag Bantah Ada Pemangkasan Kuota Impor Sapi
Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel membantah jika pemerintah telah memangkas kuota impor sapi pada kuartal III tahun ini. Pasalnya, hingga saat ini Kemendag masih menunggu hasil evaluasi dari Kementerian Pertanian (Kementan), terkait berapa stok dan kebutuhan daging sapi di kuartal III tahun ini.

Hal ini menyusul adanya sebagian ekportir sapi asal Australia yang kecewa setelah mendengar pemerintah akan membatasi kuota impor sapi hidup pada kuartal III tahun ini. Jumlah pembatasannya cukup besar, yaitu dari 250 ribu ekor menjadi 50 ribu ekor. Masalahnya pula, saat ini eksportir tersebut telah mengalokasikan 200 ribu ekor sapi sesuai permintaan importir.

"Enggak, kita enggak pangkas kuota impor. Memang izin yang kita keluarkan itu 50 ribu ekor dulu. Kalau kurang, kan bisa saja dikeluarkan lagi. Makanya tunggu hasil dari Pak Mentan dulu,” kata Rachmat, saat ditemui di kantornya, Kamis (23/7/2015).

Rachmat menjelaskan, Indonesia memang ingin mengutamakan pemenuhan sapi dari produsen lokal. Oleh sebab itu, kebijakan impor dijadikan pilihan terakhir, jika produsen lokal tidak mampu mencukupi kebutuhan daging sapi nasional.

"Kita kan mau swasembada, makanya kita lakukan ini. Makanya sekarang kita lagi evaluasi, berapa stok sapi yang ada dalam negeri. Kalau 50 ribu itu kan kebutuhan saat ini. Bisa saja nanti lebih. Makanya kita evaluasi dulu. Bukan berarti harus 50 ribu ekor. Kalau lebih, ya ditambah," jelasnya.

Menurut Rachmat, dilakukannya impor sapi tersebut untuk menstabilkan harga di pasar, agar tidak melonjak karena pasokannya berkurang. Artinya, bukan untuk memenuhi kebutuhan sapi seutuhnya yang berasal dari impor.

"Ini (impor) tujuannya untuk stabilisasi harga saja, bukan pemenuhannya dari impor. Makanya kita buka 50 ribu dulu. Ini juga enggak mungkin cukup sampai akhir tahun. Makanya tunggu evaluasi Mentan, itu gimana kondisinya saat ini,” ujarnya.

Sebelumnya, sebagaimana dilansir ABC, para eksportir sapi hidup Australia mengaku tidak mendapat informasi bahwa pemerintah Indonesia akan membatasi impor. Hal tersebut ternyata telah membuat para eksportir kecewa, karena telah mengalokasikan 200 ribu ekor sapi pada periode Juli-September.

Padahal pada kuartal sebelumnya, para eksportir mengaku mendapatkan izin untuk mengekspor 250 ribu ekor sapi. Tracey Hayes dari the Northern Territory Cattlemen's Association mengatakan, alokasi impor yang rendah dari Indonesia telah mengejutkan industri peternakan Australia. Hal itu pun diklaim telah membuat tersendatnya pengiriman sapi dalam jumlah besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mendag Tanggapi Kekecewaan Eksportir Sapi Australia

Mendag Tanggapi Kekecewaan Eksportir Sapi Australia

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2015 | 16:22 WIB

Mendag: Stok Sembako Aman Hingga 5 Bulan Mendatang

Mendag: Stok Sembako Aman Hingga 5 Bulan Mendatang

Ramadan | Jum'at, 19 Juni 2015 | 17:55 WIB

Terkini

Beda Sunscreen Wardah SPF 50 Kemasan Warna Biru Vs Orange, Kenali Manfaatnya

Beda Sunscreen Wardah SPF 50 Kemasan Warna Biru Vs Orange, Kenali Manfaatnya

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Little Blue Truck Lost and Found: Misteri Kecil di Peternakan

Little Blue Truck Lost and Found: Misteri Kecil di Peternakan

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Promo BRI Ini Bikin Kamu Bisa Nonton Bioskop Berdua dengan Diskon Setengah Harga

Promo BRI Ini Bikin Kamu Bisa Nonton Bioskop Berdua dengan Diskon Setengah Harga

Bri | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Emiten Prajogo Pangestu PTRO Mau Right Issue, Dananya Buat Apa?

Emiten Prajogo Pangestu PTRO Mau Right Issue, Dananya Buat Apa?

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:59 WIB

PIH Susah Pudar? Coba 4 Serum Berbahan Vitamin C dengan Konsentrasi Tinggi

PIH Susah Pudar? Coba 4 Serum Berbahan Vitamin C dengan Konsentrasi Tinggi

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:50 WIB

BRI Hadirkan Privilese Eksklusif Asuransi AMORA bagi Nasabah Private dan Prioritas

BRI Hadirkan Privilese Eksklusif Asuransi AMORA bagi Nasabah Private dan Prioritas

Bri | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:49 WIB

Ada Unsur Kesengajaan? Polisi Periksa 18 CCTV di Balik Ledakan Maut Pasar Cimanggis

Ada Unsur Kesengajaan? Polisi Periksa 18 CCTV di Balik Ledakan Maut Pasar Cimanggis

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Mobil Listrik Murah: Suzuki e-Sky vs BYD Atto 1, Mending Tunggu atau Beli yang Sudah Ada?

Mobil Listrik Murah: Suzuki e-Sky vs BYD Atto 1, Mending Tunggu atau Beli yang Sudah Ada?

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo

Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:42 WIB

Rivalitas Melebur di GBT: Bonek Targetkan Sejuta Masker untuk Korban Karhutla Sumatra-Kalimantan

Rivalitas Melebur di GBT: Bonek Targetkan Sejuta Masker untuk Korban Karhutla Sumatra-Kalimantan

Jatim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:36 WIB

×