Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

Usulan Buat Pemerintah Soal Cara Redam Harga Daging Ayam

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Jum'at, 28 Agustus 2015 | 10:23 WIB
Usulan Buat Pemerintah Soal Cara Redam Harga Daging Ayam
Sejumlah pedagang daging ayam melayani pembeli. (Antara/Rahmad)

Suara.com - Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Rofi Munawar mengatakan rantai distribusi menjadi salah satu penyebab tingginya harga daging ayam di pasaran. Situasi ini telah mengakibatkan lonjakan harga hingga empat kali lipat dari harga jual di tingkat peternak. Diperlukan usaha serius dari pemerintah untuk melakukan efisiensi rantai distribusi dan memperhatikan kesejahteraan peternak ayam dengan menjaga stabilitas harga pokok produksi ayam di bawah harga jual ayam hidup sehingga peternak masih bisa mendapatkan keuntungan dari usahanya.

“Mendesak pemerintah untuk memotong rantai distribusi yang tidak efisien yang telah menyebabkan mahalnya harga daging ayam," kata Rofi dalam pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, Jumat (28/8/2015).

Selain itu, kata Rofi, pemerintah harus melakukan koordinasi berkala kepada asosiasi pedagang, asosiasi peternak, asosiasi rumah potong unggas, dan stakeholder lainnya.

Rofi menambahkan di Kota Bandung, sehari setelah masa mogok yang dilakukan para pedagang daging ayam sejak Kamis (20/8/2015) lalu, harga daging ayam di pasaran masih dikategorikan tinggi. Seperti harga daging ayam di Pasar Cihaurgeulis pada kisaran Rp39 ribu.

Rofi mengungkapkan meskipun ada penurunan harga Rp1.000 dari harga awal sebelum demo berlangsung, pedagang ayam mengaku masih sepi pembeli.

Rofi menegaskan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian harus berkoordinasi untuk mensinkronkan serta mengatur tata niaga daging ayam. DPR, lanjut Rofi, mendukung langkah Pemerintah untuk menurunkan harga daging sapi, daging ayam, dan pangan pokok lainnya, serta menindak tegas importir atau pelaku usaha pangan yang melakukan penimbunan daging sapi, daging ayam, dan pangan pokok lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur VII yang meliputi Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Trenggalek itu, tingginya harga daging ayam di pasaran dinilai sebagai dampak dikuranginya pasokan bibit ayam atau day old chicken sejak awal 2015. Pemerintah mengurangi pasokan bibit ayam hingga 30 persen, belum lagi kenaikan harga pakan ayam yang disebabkan nilai tukar dollar terhadap rupiah.

"Mengingat selama ini pabrik pakan ayam dimiliki oleh perusahaan asing dengan bahan baku sebagian besar perlu di impor,” kata Rofi.

Lebih lanjut Rofi mengemukakan masalah dalam rantai distribusi daging ayam diduga karena adanya perilaku spekulan atau penyalahgunaan kekuatan pasar yang dilakukan pedagang perantara (kartel) dalam satu supply chain atau rantai distribusi. Ini terjadi, kata Rofi, karena struktur pasar sangat berpengaruh terhadap jumlah margin keuntungan yang ditetapkan oleh para pelaku usaha dalam satu rantai pemasaran.

Ada berapa jumlah perusahaan yang beroperasi di pasar, bagaimana barrier to entry and exit bagi perusahaan, dan karakteristik produk yang diperdagangkan sangat menentukan struktur pasar yang terbentuk. Dari struktur pasar ini, muncul pengaruh untuk mempengaruhi harga pasar dari kekuatan perusahaan-perusahaan yang ada di dalam pasar tersebut.

“Secara umum pasar daging ayam terbentuk secara oligopoli, di mana perusahaan tunggal atau beberapa perusahaan dominan akan berperilaku sebagai pembentuk harga, yang memiliki keleluasaan dalam menetapkan harga dan menentukan margin seoptimal mungkin,” kata Rofi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Daging Ayam Naik Jelang Ramadan, Ini Alasan Mendag

Harga Daging Ayam Naik Jelang Ramadan, Ini Alasan Mendag

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 18:08 WIB

Dokter Tirta Sebut Tidak Pernah Belanja Tak Tahu Harga, Sindir Chef Arnold?

Dokter Tirta Sebut Tidak Pernah Belanja Tak Tahu Harga, Sindir Chef Arnold?

News | Sabtu, 02 Maret 2024 | 14:47 WIB

BPN Gelar Pasar Murah di 115 Titik, Harga Daging Ayam Hanya Rp35 Ribu

BPN Gelar Pasar Murah di 115 Titik, Harga Daging Ayam Hanya Rp35 Ribu

News | Selasa, 18 Juli 2023 | 13:53 WIB

Mahalnya Harga Daging jadi Biang Kerok Inflasi, Jokowi Sejak Lama Sudah Wanti-wanti

Mahalnya Harga Daging jadi Biang Kerok Inflasi, Jokowi Sejak Lama Sudah Wanti-wanti

Bisnis | Selasa, 04 Juli 2023 | 10:58 WIB

Inflasi Bulan Juni 2023 Naik, Harga Daging Ayam jadi Biang Keroknya

Inflasi Bulan Juni 2023 Naik, Harga Daging Ayam jadi Biang Keroknya

Bisnis | Senin, 03 Juli 2023 | 13:08 WIB

Pedagang Merugi Harga Daging Ayam Mahal, Jokowi: Entar Saya Cek

Pedagang Merugi Harga Daging Ayam Mahal, Jokowi: Entar Saya Cek

Bisnis | Senin, 26 Juni 2023 | 12:39 WIB

Jelang Idul Adha, Jokowi Heran Harga Daging Ayam Tembus Rp50 Ribu

Jelang Idul Adha, Jokowi Heran Harga Daging Ayam Tembus Rp50 Ribu

Bisnis | Senin, 26 Juni 2023 | 11:58 WIB

Duh, Harga Daging Ayam Naik Jadi Rp 40 Ribu Per Kilogram, Ini Pemicunya

Duh, Harga Daging Ayam Naik Jadi Rp 40 Ribu Per Kilogram, Ini Pemicunya

News | Rabu, 29 Juni 2022 | 18:34 WIB

Terkini

Apa Saja Dampak Pelemahan Rupiah

Apa Saja Dampak Pelemahan Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:48 WIB

Saling Intip Pengaruh Ekonomi ASEAN, MITEC Malaysia dan NICE Indonesia Bangun Poros MICE Regional

Saling Intip Pengaruh Ekonomi ASEAN, MITEC Malaysia dan NICE Indonesia Bangun Poros MICE Regional

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026 Capai 5,61 Persen, Purbaya Akui Sempat Tak Bisa Tidur

Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026 Capai 5,61 Persen, Purbaya Akui Sempat Tak Bisa Tidur

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:32 WIB

Konsumsi Pemerintah di Triwulan I 2026 Tumbuh 21,81 Persen, Kontribusi ke PDB Terbatas

Konsumsi Pemerintah di Triwulan I 2026 Tumbuh 21,81 Persen, Kontribusi ke PDB Terbatas

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:31 WIB

BPS Catatkan Pulau Jawa Sumbang 57,24 Persen PDB Indonesia Triwulan I 2026

BPS Catatkan Pulau Jawa Sumbang 57,24 Persen PDB Indonesia Triwulan I 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:47 WIB

Dasco Akan Perjuangkan Buruh, Petani, Nelayan, Dapat Bagian 3 Juta Rumah Layak

Dasco Akan Perjuangkan Buruh, Petani, Nelayan, Dapat Bagian 3 Juta Rumah Layak

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:45 WIB

Baru Satu Sesi IHSG, Saham BBRI Sudah Diborong Investor Hingga Rp259 Miliar

Baru Satu Sesi IHSG, Saham BBRI Sudah Diborong Investor Hingga Rp259 Miliar

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:32 WIB

Apa Bedanya BLT Kesra dan BLT Dana Desa? Ini Perbandingan Sumber Dana, Besaran, dan Penerimanya

Apa Bedanya BLT Kesra dan BLT Dana Desa? Ini Perbandingan Sumber Dana, Besaran, dan Penerimanya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:26 WIB

Faktor Pendorong Saham BBRI Meroket Hari Ini, 3 Analis Berikan Target Harga

Faktor Pendorong Saham BBRI Meroket Hari Ini, 3 Analis Berikan Target Harga

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:24 WIB

Agus Gumiwang dan Purbaya Bahas Insentif Motor dan Mobil Listrik, Ini Dampaknya

Agus Gumiwang dan Purbaya Bahas Insentif Motor dan Mobil Listrik, Ini Dampaknya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:13 WIB