Rupiah Anjlok, UMKM di Jateng Didorong 'Go Online'

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 28 Agustus 2015 | 12:43 WIB
Rupiah Anjlok, UMKM di Jateng Didorong 'Go Online'
Berbagai kerajinan khas Indonesia dipamerkan di pameran International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2015, di JCC. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jawa Tengah didorong memanfaatkan kondisi pelemahan perekonomian dengan terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Mereka diminta 'go online'.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan menilai ini momentum untuk memberdayakan berbagai bentuk UMKM. Sebab produk luar negeri semakin tinggi.

"Dengan melambungnya nilai dolar, maka harga produk-produk luar negeri semakin tidak terbeli masyarakat dan ini saatnya 'menggelindingkan' UMKM," katanya di Semarang, Jumat (28/8/2015).

Ganjar menjelaskan bahwa terkait dengan upaya pemberdayaan tersebut, para pelaku UMKM di Jateng didorong untuk memanfaatkan ruang digital dalam memasarkan berbagai produknya. Pemasaran dengan cara manual yakni memamerkan produk secara langsung, hanya dapat dijangkau pengunjung yang hadir pada kesempatan tersebut dan untuk mengenalkan produknya sangat menguras waktu, tenaga, serta pikiran.

"Berbeda halnya jika produk dipasarkan secara 'online' yang sekarang marak digunakan masyarakat, apalagi banyak situs yang bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM tanpa dipungut biaya," ujarnya.

Dengan demikian produk UMKM di Jateng bisa dipasarkan secara luas. Jika model pemasaran tersebut dapat berjalan, diharapkan para pelaku UMKM dapat bertahan di tengah kondisi perekonomian yang sedang terpuruk seperti saat ini.

"Produk-produk yang nanti akan ditampilkan bisa difoto satu persatu, 'di-upload' sebanyak-banyaknya, diberi keterangan produknya seperti apa? Membelinya ke mana? Harganya berapa?" katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ekonomi Melemah, Otomotif Malaysia Mulai Pecat Buruh

Ekonomi Melemah, Otomotif Malaysia Mulai Pecat Buruh

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 08:53 WIB

Dolar Menguat Menunggu Kepastian Fed

Dolar Menguat Menunggu Kepastian Fed

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 08:05 WIB

SBY Banggakan Pernah Keluar dari Krisis di 2008

SBY Banggakan Pernah Keluar dari Krisis di 2008

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 06:20 WIB

Pemerintah Permudah Ekspor Furnitur dan Kerajinan ke Eropa

Pemerintah Permudah Ekspor Furnitur dan Kerajinan ke Eropa

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 18:27 WIB

Bos IMF ke Indonesia Pekan Depan, Mau Apa?

Bos IMF ke Indonesia Pekan Depan, Mau Apa?

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 18:18 WIB

Ini Perusahaan yang Mendapat "Tax Holiday"

Ini Perusahaan yang Mendapat "Tax Holiday"

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 16:12 WIB

Rangsang Investasi, Ini Kebijakan Baru "Tax Holiday"

Rangsang Investasi, Ini Kebijakan Baru "Tax Holiday"

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 15:38 WIB

Menkeu: Pelemahan Ekonomi Dampak Krisis Global 2008

Menkeu: Pelemahan Ekonomi Dampak Krisis Global 2008

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 15:01 WIB

Dampak Rupiah Anjlok, 1.800 Buruh Tangerang Dipecat

Dampak Rupiah Anjlok, 1.800 Buruh Tangerang Dipecat

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 13:44 WIB

BI Belum Berencana Ubah Suku Bunga

BI Belum Berencana Ubah Suku Bunga

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 12:07 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×