Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.090

Menkeu: Pelemahan Ekonomi Dampak Krisis Global 2008

Pebriansyah Ariefana | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Kamis, 27 Agustus 2015 | 15:01 WIB
Menkeu: Pelemahan Ekonomi Dampak Krisis Global 2008
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pelemahan dan ketidakpastian ekonomi global saat ini sebenarnya kelanjutan dari krisis yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Tepatnya pada 2008.

Saat itu Amerika Serikat berhasil menyelamatkan ekonominya. Namun sayangnya pada sisi lain krisis justru melanda Eropa akibat penyatuan mata uang Euro. Saat itu banyak APBN di negara-negara lain banyak yang jebol yang terhanya masih berdampak hingga saat ini.

"Memang waktu itu sudah terselamatkan. Tapi jangan lupa, setelah itu muncul krisis di Eropa. Banyak negara di Eropa yang APBN-nya jebol, jaminan sosial besar tidak diimbangi dengan penerimaan pajak dan ada surat utang yang statusnya downgrade, nah ini dampaknya masih berlanjut hingga saat ini yang berdampak pada seluruh negara di dunia termasuk Indonesia," kata Bambang di Jakarta, Kamis (27/8/2015).

Ia mengatakan krisis tersebut telah membuat beberapa harga komditas yang terus mengalami penurunan. Dengan turunnya harga komoditas saat ini menurut Bambang, telah membuat perekonomian dunia melambat mulai 2011 hingga saat ini.

"Dampaknya krisis itu masih berdampak hingga saat ini. Tapi Indonesia tidak memasuki krisis namun lebih tepat dikatakan waspada," ungkapnya.

Ia mencontohkan harga minyak dunia turun menjadi 50 dolar AS per bari dari 100 dolar AS karena ekonomi dianggap sudah membaik. Maka Indonesia harus terus bergerak cepat dan memperbaiki kondisi cepat membaik dan Indonesia tidak bergantung terhadap komoditas semata.

"Makanya, kita terus dorong para pelaku usaha jangan selalu bergantung dengan komoditas, sudah harus bergeser lebih kembangkan manufaktur dan sejeninya. Ini dapat membantu menumbuhkan perekonomian," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dampak Rupiah Anjlok, 1.800 Buruh Tangerang Dipecat

Dampak Rupiah Anjlok, 1.800 Buruh Tangerang Dipecat

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 13:44 WIB

BI Belum Berencana Ubah Suku Bunga

BI Belum Berencana Ubah Suku Bunga

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 12:07 WIB

Rupiah Anjlok, Harga Produksi Kain di Pasar Klewer Solo Mahal

Rupiah Anjlok, Harga Produksi Kain di Pasar Klewer Solo Mahal

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 11:55 WIB

Pemerintah Akan Keluarkan Paket Kebijakan Ekonomi

Pemerintah Akan Keluarkan Paket Kebijakan Ekonomi

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 11:44 WIB

Rupiah Anjlok, Ukuran Tempe Diperkecil

Rupiah Anjlok, Ukuran Tempe Diperkecil

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 11:38 WIB

Rupiah Kembali Jatuh di Level Rp14.140

Rupiah Kembali Jatuh di Level Rp14.140

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 10:43 WIB

Gubernur BI Imbau Eksportir Tak Simpan Dolar

Gubernur BI Imbau Eksportir Tak Simpan Dolar

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 05:17 WIB

Tekanan Terhadap Rupiah Lebih Terkendali Ketimbang Mata Uang Lain

Tekanan Terhadap Rupiah Lebih Terkendali Ketimbang Mata Uang Lain

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 03:34 WIB

Rupiah Terus Melorot, IHSG Dibuka Naik

Rupiah Terus Melorot, IHSG Dibuka Naik

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2015 | 09:36 WIB

Rupiah Mendekati Rp14 Ribu Per Dolar AS

Rupiah Mendekati Rp14 Ribu Per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 18:15 WIB

Terkini

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:33 WIB

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:30 WIB

ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya

ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:59 WIB

Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa

Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya

Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:46 WIB

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:40 WIB

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:27 WIB

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:53 WIB

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:41 WIB

Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi

Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:12 WIB