Rupiah Disebut Mata Uang Paling Jeblok Setelah Ringgit

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Sabtu, 29 Agustus 2015 | 13:22 WIB
Rupiah Disebut Mata Uang Paling Jeblok Setelah Ringgit
Gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (12/8). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Direktur Sustainable Development Indonesia, Drajad Wibowo menyebutkan rupiah paling terburuk kedua, setelah ringgit Malaysia. Untuk itu dia menilai, pelemahan rupiah saat ini tidak bisa dihindarkan.

Drajad berharap kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk bisa segera menangani persoalan ini.

"Saya tidak akan membantah apa yang disampaikan pemerintah Indonesia, (perekonomian melemah tidak hanya terjadi di Indonesia) setuju. Tapi kita tidak bisa menghindari pelemahan rupiah. Tapi rupiah ini merupakan mata uang dengan kinerja paling buruk di kawasan Asia, terburuk setelah ringgit," kata Drajad di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2015).

"Ringgit ada krisis politik, kita tidak ada krisis politik. Kenapa rupiah dihukum oleh pasar dengan kinerja terburuk tersebut, itu karena yang paling jelas adalah teman-teman saya di Singapura, Hongkong dan London, teman-teman saya bekerja di market, tapi bukan market Indonesia. Itu menggangap pemerintah (kita) terlena," Drajad menambahkan.

Lebih lanjut, dia bahkan menyayangkan sikap dari pemerintah yang sedikit 'meremehkan' merosotnya nilai rupiah. Terlebih ada sebagian orang yang menyatakan perekonomian kita sedang tidak ada maslalah.

"Nah ketika pelaku pasar melihat pemerintah seolah menganggap tidak ada masalah, maka mereka meyakini pemerintah tidak akan lakukan sesuatu. Jadi ini masalahnya adalah masalah kepercayaan," jelas Drajad.

Drajad menilai, para pelaku pasar sudah membaca gerak gerik dari Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. "Dia kalau sesuatu yang tidak mungkin dia menangkan, dia tidak akan buang-buang uang. Dia tahu tidak mungkin menang perang dalam menghadapi penurunan rupiah. Karena itu dia nggak mau buang-buang uang," tegas Drajad.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasar Otomotif Diprediksi Kembali Melemah

Pasar Otomotif Diprediksi Kembali Melemah

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2015 | 10:56 WIB

Dolar Menguat karena Isu Suku Bunga Fed

Dolar Menguat karena Isu Suku Bunga Fed

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2015 | 06:41 WIB

Kebijakan Sektor Riil Angkat Rupiah, Menguat ke Posisi Rp 13.987

Kebijakan Sektor Riil Angkat Rupiah, Menguat ke Posisi Rp 13.987

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 18:21 WIB

Rupiah Anjlok, UMKM di Jateng Didorong 'Go Online'

Rupiah Anjlok, UMKM di Jateng Didorong 'Go Online'

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 12:43 WIB

Pagi Ini, Rupiah Melemah Jadi Rp14.015 Per Dolar AS

Pagi Ini, Rupiah Melemah Jadi Rp14.015 Per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 11:01 WIB

Dolar Menguat Menunggu Kepastian Fed

Dolar Menguat Menunggu Kepastian Fed

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 08:05 WIB

Terkini

1.128 Pelajar Pecahkan Rekor MURI Lewat Kompetisi Renang dalam Sehari

1.128 Pelajar Pecahkan Rekor MURI Lewat Kompetisi Renang dalam Sehari

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:58 WIB

Tokoh Pendiri Pekanbaru Diusulkan Jadi Nama Gerbang Tol Dalam Kota

Tokoh Pendiri Pekanbaru Diusulkan Jadi Nama Gerbang Tol Dalam Kota

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 07:58 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran

Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 07:57 WIB

4 Zodiak Paling Impulsif, Sering Bertindak Tanpa Banyak Berpikir

4 Zodiak Paling Impulsif, Sering Bertindak Tanpa Banyak Berpikir

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:57 WIB

Analisis Teknikal IHSG 3 November: Kelar Oversold, Saham ASII hingga BBRI Layak Pantau

Analisis Teknikal IHSG 3 November: Kelar Oversold, Saham ASII hingga BBRI Layak Pantau

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:56 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Pertamina Group dan doctorSHARE Operasikan Rumah Sakit Kapal di Maluku

Jangkau Wilayah Terpencil, Pertamina Group dan doctorSHARE Operasikan Rumah Sakit Kapal di Maluku

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:53 WIB

4 Serum Vitamin C Fragrance-Free Bikin Cerah Bebas Flek Hitam Tanpa Iritasi

4 Serum Vitamin C Fragrance-Free Bikin Cerah Bebas Flek Hitam Tanpa Iritasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 07:50 WIB

Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan

Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan

Kaltim | Selasa, 03 November 2026 | 07:44 WIB

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:41 WIB

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 07:30 WIB

×