Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pasar Otomotif Diprediksi Kembali Melemah

Pebriansyah Ariefana | Deni Yuliansari | Suara.com

Sabtu, 29 Agustus 2015 | 10:56 WIB
Pasar Otomotif Diprediksi Kembali Melemah
Mobil konsep Outlander PHEV yang dipamerkan PT KTB di ajang GIIAS 2015. [Suara.com/Deny Yuliansari]

Suara.com - Menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah memengaruhi berbagai lini industri di Indonesia. Termasuk industri otomotif.

Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie mengatakan penaikan dolar membuat pasar kembali terkoreksi.

"Karena efeknya berlapis," katanya saat ditemui di GIIAS, ICE, BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (29/8/2015).

Dia menyebut kendaraan yang masih diimpor langsung baik secara utuh atau pun build up akan terimbas langsung. Harganya pun akan mahal karena mengikuti kurs dolar.

"Karena mereka belinya pakai dolar tapi dijual dengan harga rupiah," katanya.

Tidak hanya itu, produsen yang mengaku sudah menggunakan komponen lokal pun tidak bisa mengelak dari efek ini. "Karena pabrik komponennya pun juga menggunakan material bahan baku yang diimpor. Lagi-lagi mereka membeli dengan dolar tapi menjual dengan rupiah," katanya.

Mau tidak mau, perusahaan komponen dan produsen otomotif terpaksa menyesuaikan harga dengan kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah tersebut. "Kalau sudah begitu, daya beli masyarakat yang belum pulih ini akan kembali kena imbasnya," katanya.

Jongkie berharap pemerintah bisa menstimulus kondisi daya beli masyarakat sehingga industri tidak mengalami penurunan yang semakin buruk.

"Semiga kami tidak perlu kembali merevisi target kami," katanya.

Sebelumnya, Gaikindo menargetkan penjualan sebanyak 1,2 juta unit tahun ini. Namun mihat kondisi pasar, Gaikindo pun beberapa kali merevisi target hingga mencapai angka 950 ribu unit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Analis: Indonesia Mendekati Krisis

Analis: Indonesia Mendekati Krisis

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2015 | 10:35 WIB

Dolar Menguat karena Isu Suku Bunga Fed

Dolar Menguat karena Isu Suku Bunga Fed

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2015 | 06:41 WIB

BI Ubah Batas Maksimum Pembelian Valas

BI Ubah Batas Maksimum Pembelian Valas

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 18:57 WIB

Kebijakan Sektor Riil Angkat Rupiah, Menguat ke Posisi Rp 13.987

Kebijakan Sektor Riil Angkat Rupiah, Menguat ke Posisi Rp 13.987

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 18:21 WIB

Nasdem: Masukan SBY Dibutuhkan untuk Keluar dari Gejolak Ekonomi

Nasdem: Masukan SBY Dibutuhkan untuk Keluar dari Gejolak Ekonomi

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 13:12 WIB

Rupiah Anjlok, UMKM di Jateng Didorong 'Go Online'

Rupiah Anjlok, UMKM di Jateng Didorong 'Go Online'

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 12:43 WIB

Pagi Ini, Rupiah Melemah Jadi Rp14.015 Per Dolar AS

Pagi Ini, Rupiah Melemah Jadi Rp14.015 Per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 11:01 WIB

Ekonomi Melemah, Otomotif Malaysia Mulai Pecat Buruh

Ekonomi Melemah, Otomotif Malaysia Mulai Pecat Buruh

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 08:53 WIB

Dolar Menguat Menunggu Kepastian Fed

Dolar Menguat Menunggu Kepastian Fed

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 08:05 WIB

OJK: Kondisi Bank Masih Baik, Kurs Rp14.000 Tak Berpengaruh

OJK: Kondisi Bank Masih Baik, Kurs Rp14.000 Tak Berpengaruh

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 07:20 WIB

Terkini

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:43 WIB

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:04 WIB

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:01 WIB

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 19:49 WIB

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:51 WIB

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:50 WIB

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:37 WIB

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:26 WIB

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:22 WIB