Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Lalai Kelola Rupiah, BI Bisa Dikriminalkan

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 07 Oktober 2015 | 18:42 WIB
Lalai Kelola Rupiah, BI Bisa Dikriminalkan
Pengamat dari Institute For Development of Economic and Finance (INDEF) Iman Sugema [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Pengamat dari Institute For Development of Economic and Finance Iman Sugema menilai Bank Indonesia lalai dalam mengelola nilai rupiah. Hal tersebut, katanya, terlihat dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah hingga ke level 14.700.

Kesalahan lainnya, kata dia, ialah saat neraca pembayaran positif, BI justru menarik dolar dalam jumlah banyak untuk cadangan devisa. Hal ini, katanya, membuat pasokan dolar menjadi langka.

"Ini kalau secara politik bisa dikriminalkan ini. Karena menghalang-halangi penguatan rupiah. Ini lebih jahat dari korupsi malah kok," kata Iman, Rabu (7/10/2015).

Pelemahan rupiah, katanya, telah membuat masyarakat mengalami kerugian yang mencapai Rp900 triliun.

"Begini, kita anggap rupiah Rp14 ribu per dolar AS lebih tinggi Rp6.500 dibanding empat tahun lalu sebesar Rp8 ribu. Terus kita rata-ratakan, dibulatkan kan 75 persen dibagi 4 atau 5 tahun jadi 15 persen per tahun. Terus kita hitung konsumsi masyarakat Indonesia itu GDP Rp10 ribu triliun, 60 persennya konsumsi jadi Rp6 ribu triliun dikali 15 persen, hasilnya Rp900 triliun kerugian masyarakat. Ada nggak korupsi sampai segitu di Indonesia. APBN kita saja cuma Rp2 ribu triliun. Gimana nggak dibilang kejam," katanya.

Ia mengatakan pada dasarnya pelemahan rupiah bisa diatasi dengan cepat jika BI tidak salah mengambil langkah.

"Kalau nggak salah kayak begini, pelemahan rupiah enggak akan terjadi. Jadi BI harus bisa jaga fluktuasi rupiahnya. Dan ini jadi tanggungjawab DPR juga, karena BI, kan tanggungjawabnya ke DPR, bukan Presiden," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

INDEF: Penurunan Harga BBM Tak Bisa Tangkal Defisit Migas

INDEF: Penurunan Harga BBM Tak Bisa Tangkal Defisit Migas

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2015 | 16:41 WIB

Rupiah Menguat di Level 14.200, Menkeu: Isu The Fed Mulai Mereda

Rupiah Menguat di Level 14.200, Menkeu: Isu The Fed Mulai Mereda

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2015 | 19:38 WIB

Terkini

Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram

Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025

Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:56 WIB

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:52 WIB

SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja

SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:47 WIB

Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi

Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:32 WIB

LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen

LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:20 WIB

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:00 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB