INDEF: Penurunan Harga BBM Tak Bisa Tangkal Defisit Migas

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 07 Oktober 2015 | 16:41 WIB
INDEF: Penurunan Harga BBM Tak Bisa Tangkal Defisit Migas
Ilustrasi SPBU [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance Iman Sugema menilai rencana pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak di tengah harga minyak dunia yang menurun, tidak mampu menangkal defisit migas sebesar 2,11 miliar dolar AS.

Menurut dia, meski pemerintah menurunkan harga BBM, defisit migas akan tetap membengkak dan menambah beban negara karena harus menutupinya.

"Begini, kan kemarin dinaikkan BBM untuk menutup defisit neraca perdagangan migas, tapi enggak ke tutup juga. Sekarang mau diturunin saat harga minyak dunia turun juga nggak bisa. Wong kalau harganya naik saja konsumsi BBM itu tetap besar kok, apalagi diturunin," kata Iman, Rabu (7/10/2015).

Meski demikian Imam mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo untuk menurunkan harga BBM dengan alasan demi kesejahteraan rakyat. Namun, katanya, yang harus dipikirkan adalah bagaimana mengatasi neraca perdagangan migas yang defisit saat ini.

Pasalnya, kata dia, jika defisit migas tidak segera diatasi akan berdampak pada nilai tukar rupiah.

"Kalau untuk kesejahteraan rakyat itu bagus, tapi kalau untuk menutupi defisit itu enggak bisa. Defisit migas ini kan dapat mempengaruhi rupiah kita juga, ekspor-impor juga menjadi menurun. Ini yang harus segera dicarikan solusi," katanya.

Menurut Imam hanya ada satu cara untuk mengatasi defisit migas, yakni konversi BBM ke BBG atau bahan bakar lain. Dengan cara tersebut pertumbuhan ekonomi tidak akan dibebani impor BBM.

"Caranya hanya dengan konversi BBM ke BBG. Tapi ini dari dulu enggak jalan. Masa, selama lima tahun di pemerintahan yang dulu SPBG baru ada 10, sedangkan SPBU ada 5 ribu. Gimana mau konversi, makanya ini harus segera dijalankan. Minimal dalam lima tahun SPBG yang terbangun seribu lah, baru bisa dibilang berhasil," katanya.

Adapun defisit neraca migas sebesar 2,11 miliar dolar AS tersebut bersumber dari ekspor migas sebesar 4,64 miliar dolar AS dan impor migas mencapai 6,76 miliar dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

INDEF Ungkap Penyebab Rupiah Terus Melemah

INDEF Ungkap Penyebab Rupiah Terus Melemah

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2015 | 16:17 WIB

Rupiah Menguat ke Posisi Rp13.985, IHSG Pun Ikut Terdongkrak

Rupiah Menguat ke Posisi Rp13.985, IHSG Pun Ikut Terdongkrak

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2015 | 10:17 WIB

Rupiah Menguat di Level 14.200, Menkeu: Isu The Fed Mulai Mereda

Rupiah Menguat di Level 14.200, Menkeu: Isu The Fed Mulai Mereda

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2015 | 19:38 WIB

TDL dan Harga BBM Dikabarkan Turun, Rupiah Menguat 155 Poin

TDL dan Harga BBM Dikabarkan Turun, Rupiah Menguat 155 Poin

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2015 | 10:24 WIB

Rupiah Melemah, Ribuan Buruh di Tangerang Kena PHK

Rupiah Melemah, Ribuan Buruh di Tangerang Kena PHK

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2015 | 10:27 WIB

Terkini

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

News | Senin, 28 September 2026 | 08:33 WIB

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:29 WIB

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Bola | Senin, 28 September 2026 | 08:25 WIB

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

News | Senin, 28 September 2026 | 08:23 WIB

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

News | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo

Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo

News | Senin, 28 September 2026 | 08:05 WIB

PB ORADO Pecahkan Rekor MURI, Piala Panglima TNI 2026 Diikuti 20.000 Peserta

PB ORADO Pecahkan Rekor MURI, Piala Panglima TNI 2026 Diikuti 20.000 Peserta

Sport | Senin, 28 September 2026 | 08:03 WIB

IHSG Bisa Anjlok Lagi, Dana Asing Kabur Rp3,5 Triliun: Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bisa Anjlok Lagi, Dana Asing Kabur Rp3,5 Triliun: Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:00 WIB

Prakiraan Cuaca: Pekanbaru Diprediksi Hujan Ringan, Jambi Disertai Petir

Prakiraan Cuaca: Pekanbaru Diprediksi Hujan Ringan, Jambi Disertai Petir

Riau | Senin, 28 September 2026 | 07:58 WIB

×