Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Sejak 17 Tahun Lalu, Utang Pemerintah Terus Membengkak

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Jum'at, 08 Januari 2016 | 18:48 WIB
Sejak 17 Tahun Lalu, Utang Pemerintah Terus Membengkak
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Utang pemerintah setiap tahun naik, sejak 17 tahun yang lalu. Dari Rp551,4 triliun, kini Rp3.089 triliun atau 223,2 miliar dolar AS.

"Tambahan utang neto itu tumbuh 50,9 persen dibanding periode 2014 sebesar Rp253,2 triliun," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Jumat (8/1/2016).

Pemerintah menambah pembiayaan utang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015 sebesar Rp382,3 triliun atau sekitar 27,6 miliar dolar AS.

Pertumbuhan utang seiring peningkatan di pos belanja infrastruktur, seperti belanja modal kementerian dan lembaga sebesar 45 persen, Dana Alokasi Khusus 71,9 persen, dan Penyertaan Modal Negara yang bertumbuh 1.200 persen serta alokasi baru dana desa.

Tercatat dalam laporan realisasi sementara sampai dengan akhir tahun lalu, total belanja negara sebesar Rp1,810 triliun, antara lain, belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp724,3 triliun (belanja modal Rp213,3 triliun), belanja non kementerian dan lembaga Rp462,7 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa Rp623 triliun.

"Selain belanja negara Rp1,810 triliun, ada juga pengeluaran pembiayaan PMN sebesar Rp70,4 triliun. Semua itu didanai dari pendapatan negara Rp1,491,5 triliun dan utang Rp382,3 triliun," kata dia.

Dengan demikian, total outstanding utang pemerintah per 31 Desember 2015 sebesar Rp3,089 triliun. Sementara posisi di periode 2014, utang masih sebesar Rp2,608,8 triliun dan melihat jauh ke belakang di periode 1998, posisi utang pemerintah baru mencapai Rp551,4 triliun.

Jika dilihat dari rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia, nilai utang Rp3,089 triliun itu setara dengan 27 persen. Rasio melonjak dari 2014 yang sebesar Rp24,7 persen. Tapi rasio utang di tahun lalu masih lebih rendah dibanding realisasi rasio utang pemerintah di 2008 sebesar 57,7 persen terhadap PDB dengan nilai utang Rp551,4 triliun.

Rasio utang di periode 1999 bahkan menembus 85,4 persen dan puncaknya 88,7 persen di periode 2000 saat outstanding utang pemerintah loncat menjadi Rp1,232,8 triliun dari sebelumnya Rp938,8 triliun. Setelah periode tersebut, rasio utang terhadap PDB terus menurun hingga naik lagi di 2015.

Bambang mengatakan rasio utang terhadap PDB di 2015 masih dalam batas aman karena angkanya jauh di bawah ambang toleransi yang ditetapkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara sebesar 60 persen.

"Pemerintah menjaga risiko utang 2015 tetap terkendali. Tercermin dari indikator risiko utang, seperti rata-rata jatuh tempo utang yang cukup panjang 9,7 tahun. Itu adalah jangka waktu yang sangat aman," ungkapnya.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan, porsi utang dalam mata uang rupiah secara konsisten meningkat hingga 56,2 persen dari total utang. Sehingga menurunkan risiko terhadap perubahan kurs.

Indikator lain adalah porsi utang dengan tingkat bunga tetap sebesar 86,2 persen dari utang, sehingga relatif aman terhadap perubahan tingkat bunga global. "Pemerintah selalu menjalankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan APBN, supaya ketahanan dan kesinambungan fiskal tetap terjaga dengan baik," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Perbedan Kondisi Utang di Berbagai Rezim Pemerintahan

Ini Perbedan Kondisi Utang di Berbagai Rezim Pemerintahan

Bisnis | Rabu, 06 Januari 2016 | 22:29 WIB

Kemenkeu Dapat Pre-Funding Rp63,4Triliun di Januari 2016

Kemenkeu Dapat Pre-Funding Rp63,4Triliun di Januari 2016

Bisnis | Senin, 04 Januari 2016 | 22:17 WIB

PT SMI Terbitkan Surat Utang Senilai Rp850 Miliar

PT SMI Terbitkan Surat Utang Senilai Rp850 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 Desember 2015 | 16:39 WIB

Total Obligasi yang Terbit Sepanjang 2015 Capai Rp59,62 Triliun

Total Obligasi yang Terbit Sepanjang 2015 Capai Rp59,62 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 Desember 2015 | 22:52 WIB

Terkini

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:57 WIB

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:51 WIB

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:47 WIB

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:32 WIB

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:25 WIB

Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg

Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:10 WIB

BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia

BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:10 WIB

Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak

Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:50 WIB

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:10 WIB

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB