Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.351,139
LQ45 633,989
Srikehati 307,930
JII 383,125
USD/IDR 17.932

Sejak 17 Tahun Lalu, Utang Pemerintah Terus Membengkak

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 08 Januari 2016 | 18:48 WIB
Sejak 17 Tahun Lalu, Utang Pemerintah Terus Membengkak
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Utang pemerintah setiap tahun naik, sejak 17 tahun yang lalu. Dari Rp551,4 triliun, kini Rp3.089 triliun atau 223,2 miliar dolar AS.

"Tambahan utang neto itu tumbuh 50,9 persen dibanding periode 2014 sebesar Rp253,2 triliun," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Jumat (8/1/2016).

Pemerintah menambah pembiayaan utang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015 sebesar Rp382,3 triliun atau sekitar 27,6 miliar dolar AS.

Pertumbuhan utang seiring peningkatan di pos belanja infrastruktur, seperti belanja modal kementerian dan lembaga sebesar 45 persen, Dana Alokasi Khusus 71,9 persen, dan Penyertaan Modal Negara yang bertumbuh 1.200 persen serta alokasi baru dana desa.

Tercatat dalam laporan realisasi sementara sampai dengan akhir tahun lalu, total belanja negara sebesar Rp1,810 triliun, antara lain, belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp724,3 triliun (belanja modal Rp213,3 triliun), belanja non kementerian dan lembaga Rp462,7 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa Rp623 triliun.

"Selain belanja negara Rp1,810 triliun, ada juga pengeluaran pembiayaan PMN sebesar Rp70,4 triliun. Semua itu didanai dari pendapatan negara Rp1,491,5 triliun dan utang Rp382,3 triliun," kata dia.

Dengan demikian, total outstanding utang pemerintah per 31 Desember 2015 sebesar Rp3,089 triliun. Sementara posisi di periode 2014, utang masih sebesar Rp2,608,8 triliun dan melihat jauh ke belakang di periode 1998, posisi utang pemerintah baru mencapai Rp551,4 triliun.

Jika dilihat dari rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia, nilai utang Rp3,089 triliun itu setara dengan 27 persen. Rasio melonjak dari 2014 yang sebesar Rp24,7 persen. Tapi rasio utang di tahun lalu masih lebih rendah dibanding realisasi rasio utang pemerintah di 2008 sebesar 57,7 persen terhadap PDB dengan nilai utang Rp551,4 triliun.

Rasio utang di periode 1999 bahkan menembus 85,4 persen dan puncaknya 88,7 persen di periode 2000 saat outstanding utang pemerintah loncat menjadi Rp1,232,8 triliun dari sebelumnya Rp938,8 triliun. Setelah periode tersebut, rasio utang terhadap PDB terus menurun hingga naik lagi di 2015.

Bambang mengatakan rasio utang terhadap PDB di 2015 masih dalam batas aman karena angkanya jauh di bawah ambang toleransi yang ditetapkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara sebesar 60 persen.

"Pemerintah menjaga risiko utang 2015 tetap terkendali. Tercermin dari indikator risiko utang, seperti rata-rata jatuh tempo utang yang cukup panjang 9,7 tahun. Itu adalah jangka waktu yang sangat aman," ungkapnya.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan, porsi utang dalam mata uang rupiah secara konsisten meningkat hingga 56,2 persen dari total utang. Sehingga menurunkan risiko terhadap perubahan kurs.

Indikator lain adalah porsi utang dengan tingkat bunga tetap sebesar 86,2 persen dari utang, sehingga relatif aman terhadap perubahan tingkat bunga global. "Pemerintah selalu menjalankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan APBN, supaya ketahanan dan kesinambungan fiskal tetap terjaga dengan baik," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Perbedan Kondisi Utang di Berbagai Rezim Pemerintahan

Ini Perbedan Kondisi Utang di Berbagai Rezim Pemerintahan

Bisnis | Rabu, 06 Januari 2016 | 22:29 WIB

Kemenkeu Dapat Pre-Funding Rp63,4Triliun di Januari 2016

Kemenkeu Dapat Pre-Funding Rp63,4Triliun di Januari 2016

Bisnis | Senin, 04 Januari 2016 | 22:17 WIB

PT SMI Terbitkan Surat Utang Senilai Rp850 Miliar

PT SMI Terbitkan Surat Utang Senilai Rp850 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 Desember 2015 | 16:39 WIB

Total Obligasi yang Terbit Sepanjang 2015 Capai Rp59,62 Triliun

Total Obligasi yang Terbit Sepanjang 2015 Capai Rp59,62 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 Desember 2015 | 22:52 WIB

Terkini

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu

Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:25 WIB

Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda

Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda

Entertainment | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:25 WIB

Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi

Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:23 WIB

Marc Klok Peringatkan Singapura, Timnas Indonesia Bakal Mengamuk Demi Semifinal Piala AFF 2026

Marc Klok Peringatkan Singapura, Timnas Indonesia Bakal Mengamuk Demi Semifinal Piala AFF 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:22 WIB

Kejagung Geledah Rumah Nurman Herin di Wilayah Bandung, Don Ritto Diperiksa oleh Tim 9

Kejagung Geledah Rumah Nurman Herin di Wilayah Bandung, Don Ritto Diperiksa oleh Tim 9

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:16 WIB

KPK: Penyidikan Korupsi CSR BI Satori dan Heri Gunawan Masih Berlanjut!

KPK: Penyidikan Korupsi CSR BI Satori dan Heri Gunawan Masih Berlanjut!

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:14 WIB

×