Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Produksi Bahan Baku di Negeri Sendiri Bisa Tekan Harga Obat

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 22 Januari 2016 | 18:40 WIB
Produksi Bahan Baku di Negeri Sendiri Bisa Tekan Harga Obat
Ilustrasi obat. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Obat merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan. Sayangnya, hal ini tak didukung dengan harga obat yang masih relatif mahal.

Menurut dra R. Dettie Yuliati, Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemenkes, harga obat yang mahal disebabkan oleh ketergantungan bahan baku yang masih impor dari negara lain.

"Saat ini lebih dari 90 persen bahan baku obat masih diimpor. Ini sebabnya harganya masih relatif mahal," ujarnya pada temu media di Jakarta, Jumat (22/1/2016).

Untuk menekan harga obat di pasaran, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memproduksi bahan baku obat di negeri sendiri. Menurut Dettie hal ini bukan tidak mungkin mengingat industri farmasi termasuk dalam industri prioritas Indonesia pada 2015-2035.

"Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan upaya mengurangi ketergantungan impor BBO (Bahan Baku Obat) untuk mendukung tercapainya kemandirian obat di Indonesia," imbuhnya.

Alasannya, lanjut Dettie, obat merupakan komponen yang harus teruji keamanannya. Dengan memproduksi di negeri sendiri, maka kualitas obat yang beredar disesuaikan menurut standar yang berlaku.

"Untuk produksi dalam negeri kita punya BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yang akan mengontrol proses pembuatan sehingga terjamin safety, quality dan efficacy," katanya lagi.

Dettie juga menyebut bahwa 943 jenis obat sudah tercantum dalam Fomularium Obat Nasional yang harus tersedia di Indonesia untuk keperluan Jaminan Kesehatan Nasional.

"Ini merupakan peluang bagi industri farmasi lokal untuk memproduksi bahan baku pembuatan obat di Indonesia. Permintaan meningkat dan 70 persennya sudah berhasil dipenuhi industri farmasi dalam negeri," terangnya.

Beberapa perusahaan farmasi yang saat ini mulai melakukan investasi produksi bahan baku obat antara lain Kimia Farma, Kalbe Farma, Bio Farma dan SoHo Global Health.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Asing akan Diizinikan Kuasai 100 Persen Saham Industri Farmasi

Asing akan Diizinikan Kuasai 100 Persen Saham Industri Farmasi

Bisnis | Rabu, 13 Januari 2016 | 19:13 WIB

KPK Telisik Dugaan Gratifikasi Farmasi ke Kalangan Dokter

KPK Telisik Dugaan Gratifikasi Farmasi ke Kalangan Dokter

News | Senin, 04 Januari 2016 | 20:51 WIB

Ini Penyebab Harga Obat di Indonesia Mahal

Ini Penyebab Harga Obat di Indonesia Mahal

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2015 | 14:33 WIB

Ini Caranya Agar Terhindar Dari Obat Palsu

Ini Caranya Agar Terhindar Dari Obat Palsu

Health | Selasa, 20 Januari 2015 | 19:19 WIB

Terkini

Anggaran Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp195,32 T pada RAPBN 2027, Ini Rincian Alokasinya

Anggaran Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp195,32 T pada RAPBN 2027, Ini Rincian Alokasinya

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta

Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:15 WIB

4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir

4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya

Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus

Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM

Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM

Jawa Tengah | Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:57 WIB

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

×