Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:15 WIB
Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta
Pelaksanaan MBG di sekolah Kota Yogyakarta. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
baca 10 detik
  • Pemerintah menetapkan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dalam RAPBN 2027 sebesar Rp240,2 triliun untuk 72,1 juta jiwa.
  • Bantuan pangan bergizi dan susu gratis ini ditujukan bagi balita, anak sekolah, pesantren, ibu hamil, serta ibu menyusui.
  • Pelaksanaan program di lapangan melibatkan UMKM lokal serta penyerapan komoditas pangan dari petani setempat di seluruh daerah.

Suara.com - Pemerintah resmi telah merancang penyesuaian alokasi dana untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tertuang di dalam dokumen Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) untuk tahun anggaran 2027.

Berdasarkan postur anggaran terbaru tersebut, pemerintah memangkas alokasi dana program MBG menjadi Rp240,2 triliun. Angka yang ditetapkan ini tercatat lebih rendah apabila dibandingkan dengan postur anggaran MBG pada tahun 2026 yang sebelumnya menyentuh angka Rp268 triliun.

Selain penyesuaian pada sisi nominal anggaran, pemerintah juga melakukan rasionalisasi terhadap jumlah target penerima manfaat dari program pemenuhan gizi ini. Untuk pelaksanaan pada tahun 2027 mendatang, program MBG diproyeksikan akan menjangkau sebanyak 72,1 juta jiwa penerima manfaat.

Target demografis ini mengalami penurunan dari proyeksi sasaran pada tahun 2026 yang sebelumnya dipatok pada angka 82,9 juta penerima. Jika dikalkulasikan secara persentase, terdapat pemangkasan anggaran sekitar 10,4 persen atau setara dengan Rp27,8 triliun, yang berjalan beriringan dengan penyusutan jumlah sasaran penerima sekitar 13 persen atau berkurang sebanyak 10,8 juta jiwa.

Meskipun terdapat penyesuaian angka dan target sasaran, pemerintah menegaskan bahwa esensi dan tujuan utama dari program MBG tidak mengalami pergeseran.

Kebijakan afirmatif ini tetap diarahkan secara presisi untuk menjamin pemenuhan kebutuhan gizi harian masyarakat dari berbagai lapisan rentan.

Fokus utamanya mencakup kelompok balita, anak-anak pada usia sekolah, hingga kelompok perempuan yang berstatus sebagai ibu hamil dan ibu menyusui di seluruh penjuru Tanah Air.

"Pada Tahun 2027, program MBG direncanakan sebesar Rp240.201,5 miliar untuk 72,1 juta penerima manfaat," demikian bunyi keterangan dalam buku 2 nota keuangan RAPBN 2027, dikutip Rabu (19/8/2026).

Dalam skema pelaksanaannya untuk ekosistem pendidikan, program MBG akan didistribusikan melalui skema pemberian makanan padat gizi beserta susu gratis yang akan disalurkan langsung ke sekolah-sekolah umum maupun institusi pendidikan keagamaan seperti pesantren.

baca juga

Pemerintah memposisikan program ini lebih dari sekadar bantuan sosial, melainkan sebagai bentuk investasi jangka panjang yang krusial terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Di sektor kesehatan publik, intervensi gizi melalui program MBG difokuskan secara khusus untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Langkah afirmatif ini didesain sedemikian rupa untuk memperkuat pondasi kesehatan pada masa krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Berdasarkan rincian target spesifik pada tahun 2027, bantuan makan bergizi ini akan disalurkan kepada 3,4 juta ibu hamil, 2 juta ibu menyusui, serta 6,2 juta anak balita.

Upaya ini diintegrasikan secara penuh dengan misi besar pemerintah dalam mempercepat agenda penurunan angka prevalensi stunting nasional. Melalui dukungan APBN, pemerintah berupaya keras memastikan terpenuhinya berbagai intervensi gizi, baik yang bersifat spesifik maupun sensitif, agar tepat sasaran kepada kelompok yang paling membutuhkan.

Guna memastikan standar operasional berjalan optimal, pemerintah juga telah merancang pembenahan sistemik di lapangan. Seluruh infrastruktur pendukung, khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), akan ditata ulang secara komprehensif.

Penataan ini mencakup mandat penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi sebagai syarat mutlak untuk menjamin kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan sebelum sampai ke tangan penerima manfaat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Massa Mahasiswa, 21 Orang Bawa Petasan dan Diduga Molotov Dipulangkan

Bukan Massa Mahasiswa, 21 Orang Bawa Petasan dan Diduga Molotov Dipulangkan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes

Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Bakom Ungkap Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran Negara hingga Rp 200 Triliun

Bakom Ungkap Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran Negara hingga Rp 200 Triliun

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Anggaran Pendidikan Naik Rp50,9 Triliun, SD-SMP Gratis Harus Segera Direalisasikan!

Anggaran Pendidikan Naik Rp50,9 Triliun, SD-SMP Gratis Harus Segera Direalisasikan!

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Dari Dapur ke Piring: Mencegah Bom Waktu Keracunan Program MBG

Dari Dapur ke Piring: Mencegah Bom Waktu Keracunan Program MBG

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:11 WIB

Bukan Anti-Makan Gratis, Ini Alasan Mahasiswa Tolak MBG di Jalanan

Bukan Anti-Makan Gratis, Ini Alasan Mahasiswa Tolak MBG di Jalanan

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Terkini

Eka Widodo Usulkan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran

Eka Widodo Usulkan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Mampukah Indonesia Bangkit? Mencari Jalan Keluar dari Krisis

Mampukah Indonesia Bangkit? Mencari Jalan Keluar dari Krisis

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Bebas Kilap! 5 Clay Mask Abu Vulkanik untuk Kontrol Minyak dan Pori Bersih

Bebas Kilap! 5 Clay Mask Abu Vulkanik untuk Kontrol Minyak dan Pori Bersih

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20 WIB

5 Cara Menghilangkan Lelehan Kain Sintetis yang Menempel di Alas Setrika

5 Cara Menghilangkan Lelehan Kain Sintetis yang Menempel di Alas Setrika

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Usai Polemik Patokan Iuran, PMI DKI Janji Benahi Mekanisme Penggalangan Dana

Usai Polemik Patokan Iuran, PMI DKI Janji Benahi Mekanisme Penggalangan Dana

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Di Balik Putusan MK soal Gibran, Rakyat Cuma Penonton dalam Konflik Elite

Di Balik Putusan MK soal Gibran, Rakyat Cuma Penonton dalam Konflik Elite

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Memutus Lingkaran Setan Pungli: Negara Bukan Tempat yang Layanannya Ditentukan Isi Dompet

Memutus Lingkaran Setan Pungli: Negara Bukan Tempat yang Layanannya Ditentukan Isi Dompet

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:14 WIB

7 Pilihan HP Murah Layar AMOLED 120 Hz, Scrolling Mulus dan Baterai Awet

7 Pilihan HP Murah Layar AMOLED 120 Hz, Scrolling Mulus dan Baterai Awet

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:12 WIB

PLN Journalist Awards 2026 Hadir Lagi, Angkat Tema Energi Mandiri untuk Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Hadir Lagi, Angkat Tema Energi Mandiri untuk Indonesia Berdaya

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:12 WIB

Indonesia Tidak Lagi Dijajah Belanda, Lalu Mengapa Gerpolek Masih Relevan?

Indonesia Tidak Lagi Dijajah Belanda, Lalu Mengapa Gerpolek Masih Relevan?

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10 WIB

×