Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Menteri Rini: Saya Sedih KA Cepat Dikritik Begini

Pebriansyah Ariefana | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 01 Februari 2016 | 16:12 WIB
Menteri Rini: Saya Sedih KA Cepat Dikritik Begini

Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyayangkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung hasil konsorsium perusahaan-perusahaan BUMN dengan Cina dikritik tanpa ada bukti yang jelas.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh konsorsium BUMN dengan Cina ini tidak ada yang menyalahi aturan. Bahkan ia membatah rumor yang mengatakan pengembang proyek ini meminta jaminan kepada pemerintah.

"Yang saya sedihkan itu, dikritik tapi nggak ada data atau fakta yang kuat dan jelas. Saya tegaskan ini tidak ada jaminan dari pemerintah atau KCIC meminta jaminan kepada pemerintah dalam bentuk uang itu nggak ada," kata Rini saat ditemui di hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (1/2/2016).

Ia pun menegaskan, yang diminta dari PT KCIC adalah jaminan regulasi yang dinilai wajar dalam dunia bisnis saat ini. Dia mengklaim sampai saat ini KCIC sangat patuh terhadap regulasi yang ada.

"Ini (jaminan regulasi) hanya bentuk antisiapasi. Kalau ganti pemerintahan izin ini nggak dicabut begitu saja. Ini hanya bentuk kepastian hukum, dan wajar dalam bisnis," ungkapnya.

Rini mengaku pihaknya tidak akan melanggar regulasi yang ada dalam pembangunan proyek KA Cepat ini. Pasalnya, BUMN sekalu pemegang saham dalam proyek ini sangat patuh terhadap regulasi yang ada.

"Kepressnya sudah jelas kalau tidak ada jaminan pemerintah dan tidak menggunakan APBN, kalau saya melanggar saya bisa kena pidana loh BUMN-BUMN yang terlibat kena pidana loh. Tidak ada jaminan pemerintah sehubungan dengan pinjaman maupun anggaran pemerintah, tidak ada dalam APBN," tegasnya.

Bahkan, pihaknya mempersilakan jika ada pihak yang ingin melakukan audit pada proyek ini.

"Silakan saja diaudit kalau itu mau diaudit. Kami terbuka saja," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal KA Cepat, Menteri Rini: Pengembang Minta Jaminan

Soal KA Cepat, Menteri Rini: Pengembang Minta Jaminan

Bisnis | Senin, 01 Februari 2016 | 16:07 WIB

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diklaim Pakai Teknologi Tercanggih

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diklaim Pakai Teknologi Tercanggih

Bisnis | Jum'at, 29 Januari 2016 | 22:10 WIB

Cina Minta Jaminan KA Cepat, Menkeu: Saya Belum Pernah Dengar

Cina Minta Jaminan KA Cepat, Menkeu: Saya Belum Pernah Dengar

Bisnis | Jum'at, 29 Januari 2016 | 18:08 WIB

Jokowi Janji Buka-bukaan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Jokowi Janji Buka-bukaan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Bisnis | Jum'at, 29 Januari 2016 | 16:20 WIB

DPR: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Harus Diawasi Penuh

DPR: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Harus Diawasi Penuh

Bisnis | Jum'at, 29 Januari 2016 | 16:12 WIB

Terkini

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 22:44 WIB

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:47 WIB

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:00 WIB