Jokowi Janji Buka-bukaan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 29 Januari 2016 | 16:20 WIB
Jokowi Janji Buka-bukaan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. (suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Usai meresmikan Masjid Fatahillah di Balai Kota Jakarta, Jumat (29/1/2016), Presiden Joko Widodo berjanji memaparkan rincian perkembangan pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung yang sekarang sedang berjalan.

"Nanti semua akan disampaikan secara detail dan rinci, dari awal sampai akhir prosesnya," kata Presiden.

Kepala Negara menambahkan pemerintah sedang mempersiapkan materi untuk pemaparan nanti.

"Rapat-rapatnya berapa kali kemudian juga mengenai biayanya, semuanya," kata Jokowi.

Presiden mengatakan semua akan dibeberkan dan tidak akan ada yang ditutup-tutupi dalam proyek tersebut.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta perjanjian proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung diverifikasi kembali, terutama terkait harga.

"Saya sudah sampaikan ke Duta Besar Tiongkok untuk meminta verifikasi lebih lanjut dan dia janji untuk itu," kata Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (28/1/2016).

Jusuf Kalla sudah menerima Duta Besar Cina Xie Feng, salah satunya membahas tentang kereta cepat. Jusuf Kalla mengatakan karena proyek kereta cepat tersebut merupakan investasi biasa, maka tidak ada jaminan dari pemerintah.

"Dalam persetujuan sebelumnya tidak dibutuhkan jaminan karena itu investasi biasa," katanya.

Sebelumnya beredar informasi pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung oleh investor Cina tersebut menghabiskan biaya jauh lebih mahal dibandingkan proyek kereta cepat di Iran.

Proyek tersebut diresmikan Jokowi pada Kamis (21/1/2016) pagi.

Proyek ini menelan biaya hingga Rp70 triliun. Panjang proyek sekitar 142 kilometer. Kereta cepat akan mampu mengangkut 583 orang dalam sekali jalan. Kecepatannya 250-300 kilometer per jam.

Pembangunan kereta cepat merupakan kerjasama business to bussinees konsorsium BUMN Indonesia, yang terdiri PT. Jasa Marga, PT. Wijaya Karya, PTPN VIII, PT. KAI, dan BUMN Cina di bawah China Railway Corportion. 

Pengarapan Kereta cepat ini menggunakan pinjaman dari China Development Bank, di mana pinjaman tersebut mengambil porsi 75 persen dari total proyek. Skemanya, pinjaman selama 40 tahun CDB, 10 tahun grace period dan 30 tahun pengembalian dengan bunga 2 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Harus Diawasi Penuh

DPR: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Harus Diawasi Penuh

Bisnis | Jum'at, 29 Januari 2016 | 16:12 WIB

Jika Tak Hati-Hati, Kereta Cepat Bisa Bikin BUMN Bangkrut

Jika Tak Hati-Hati, Kereta Cepat Bisa Bikin BUMN Bangkrut

Bisnis | Rabu, 27 Januari 2016 | 15:19 WIB

Agus Pambagio: Harga Tiket Kereta Cepat Terlalu Mahal

Agus Pambagio: Harga Tiket Kereta Cepat Terlalu Mahal

Bisnis | Rabu, 27 Januari 2016 | 14:24 WIB

Presiden Jokowi Terus Pantau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Presiden Jokowi Terus Pantau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Bisnis | Rabu, 27 Januari 2016 | 12:39 WIB

Terkini

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Sah Bulan Ini, Mendahului Tenggat Desember

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Sah Bulan Ini, Mendahului Tenggat Desember

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:41 WIB

Apa yang Terjadi Jika Rakyat Kompak Mogok Bayar Pajak? Ini Dampaknya

Apa yang Terjadi Jika Rakyat Kompak Mogok Bayar Pajak? Ini Dampaknya

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 10:39 WIB

Jawab Tudingan Ijazah Palsu di Pengadilan, Jokowi Ungkap Alasan Sering Disebut 'Anak Teknologi Kayu'

Jawab Tudingan Ijazah Palsu di Pengadilan, Jokowi Ungkap Alasan Sering Disebut 'Anak Teknologi Kayu'

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:35 WIB

Penyadapan Prabowo oleh Listyo Cs, Alat Sadap Israel di Indonesia Kembali Viral

Penyadapan Prabowo oleh Listyo Cs, Alat Sadap Israel di Indonesia Kembali Viral

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:33 WIB

7 Body Lotion Mengandung Alpha Arbutin untuk Meratakan Flek di Tangan, Sudah BPOM

7 Body Lotion Mengandung Alpha Arbutin untuk Meratakan Flek di Tangan, Sudah BPOM

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 10:32 WIB

Adventures of Huckleberry Finn: Berani Menjadi Baik, Walau Harus Sendirian

Adventures of Huckleberry Finn: Berani Menjadi Baik, Walau Harus Sendirian

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 10:30 WIB

Hakim Periksa KTP Jokowi, Pekerjaannya Berbeda dengan yang Diucapkan

Hakim Periksa KTP Jokowi, Pekerjaannya Berbeda dengan yang Diucapkan

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:27 WIB

Shin Tae-yong Dirawat usai Didiagnosa Influenza A, Persija Menanti Comeback Kontra Persebaya

Shin Tae-yong Dirawat usai Didiagnosa Influenza A, Persija Menanti Comeback Kontra Persebaya

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 10:26 WIB

Temui Prabowo di Istana, Gubernur Aceh Muzakir Manaf Bahas Bendera Aceh hingga Dana Abadi Eks GAM

Temui Prabowo di Istana, Gubernur Aceh Muzakir Manaf Bahas Bendera Aceh hingga Dana Abadi Eks GAM

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:24 WIB

Apakah Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan yang Bertahun-tahun Bisa Dicicil? Begini Caranya

Apakah Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan yang Bertahun-tahun Bisa Dicicil? Begini Caranya

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 10:22 WIB

×