Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan keputusan pengelolaan Blok Masela di Maluku dan teknologi yang akan digunakannya, semua di tangan Presiden Joko Widodo.
"Kemarin kan sudah dibahas di ratas. Saya sudah kemukakan ke presiden semuanya. Dan saya sudah ungkap semua pertimbangan-pertimbangan yang ada. Dan Presiden apresiasi itu," kata Sudirman saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (2/2/2016).
Ia menjelaskan kementerian akan menjalankan apa yang menjadi keputusan Presiden dalam pengelolaan Blok Masela. Presiden Jokowi, menurutnya, dalam waktu dekat akan memanggil para investor, yakni Inpex dan Shell, yang menjadi operator pengelolaan blok migas tersebut.
"Presiden akan memanggil para investor karena beliau memahami risiko pertama akan dihadapi oleh investor. Sistem cost recovery kan investor mengeluarkan uang sampai dihasilkan. Begitu dihasilkan diperoleh penggantian biaya," katanya.
Sudirman akan bersikap indifferent terkait keputusan Presiden. Apabila keputusan sudah dikeluarkan, Sudirman akan menjalankan keputusan tersebut guna kesejahteraan rakyat.
"Apapun keputusan presiden pasti sudah ada pertimbangan untuk kesejahteraan rakyat. Jadi saya akan jalankan itu dengan sebaik-baiknya," kata Sudirman.
Sebelumnya, Sudirman dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli saling memperdebatkan teknologi yang tepat untuk pengoperasian LNG Blok Masela, antara lain apakah teknologi LNG terapung (Floating Liquefaction Natural Gas/LNG) yang diusung oleh ESDM atau teknologi proses LNG Darat (Onshore LNG/OLNG) Kemenko Maritim.
Saat ini, SKK Migas tengah melakukan kajian terhadap teknologi LNG terapung dengan menunjuk konsultan independen. Rencananya, hasil kajian tersebut akan diumumkan langsung Oleh Menteri ESDM pada 23 Desember 2015.
"Janjinya seperti itu. Nah kami meminta nantinya untuk dianalisis lagi datanya. Jangan hanya investasi saja, kalau memang terapung dampaknya buat masyarakat sekitar. Itu yang penting," kata dia.