Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.343,711
LQ45 630,859
Srikehati 307,881
JII 380,533
USD/IDR 17.914

Harga Emas Naik Didorong Pelemahan Pasar Ekuitas AS

Tomi Tresnady

Kamis, 03 Maret 2016 | 06:58 WIB
Harga Emas Naik Didorong Pelemahan Pasar Ekuitas AS
Ilustrasi emas batang [Shutterstock]

Suara.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Rabu (2/3/2016) atauKamis pagi WIB, didorong oleh pasar ekuitas AS yang sedikit menurun.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik 11 dolar AS atau 0,89 persen, menjadi menetap di 1.241,80 dolar AS per ounce.

Emas mendapat dukungan ketika indeks Dow Jones Industrial Average AS turun 14 poin atau 0,08 persen pada pukul 17.30 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman.

Logam mulia terganjal dari kenaikan lebih lanjut karena laporan ketenagakerjaan AS oleh Automated Data Processing (ADP) menunjukkan angka lebih baik dari perkiraan, yang naik ke tingkat 214.000 menjelang laporan ketenagakerjaan besar pada Jumat.

Menurut para analis penguatan data ketenagakerjaan biasanya akan meningkatkan pasar ekuitas dan memberikan tekanan yang luas pada emas, namun pelemahan dalam minyak telah meletakkan tekanan pada pasar pada Rabu.

Emas mendapat dukungan lebih lanjut karena Indeks Dolar AS turun 0,03 persen menjadi 98,31 pada pukul 17.30 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Para pedagang sedang menunggu data klaim pengangguran mingguan yang akan dirilis pada Kamis, bersama dengan laporan perdagangan internasional dan pekerjaan besar yang akan dirilis pada Jumat.

Meskipun terjadi gejolak di pasar akibat harga minyak yang lemah, analis mencatat bahwa data terakhir telah positif dan berpotensi menandai titik balik bagi perekonomian AS setelah kuartal pertama lemah.

Analis percaya bahwa penundaan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS tetap tak terelakkan, karena ketidakstabilan ekonomi. Sebelum pidato Ketua Fed Janet Yellen kepada Kongres AS pada 10 Februari, bank sentral mengisyaratkan bahwa masih bisa menaikkan suku pada Maret.

Namun, Yellen kemudian bersaksi kepada Kongres bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan secara bertahap, banyak analis percaya bahwa kenaikan suku bunga berikutnya, dari tingkat 0,50 persen ke tingkat 0,75 persen akan terjadi masih jauh lama lagi pada tahun ini.

Para pedagang berspekulasi, di awal, The Fed akan menaikkan suku 0,50 persen ke 0,75 persen selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) April. Menurut alat pemantau The Fed atau Fedwatch dari CMEGroup, probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga dari 0,50 persen ke 0,75 persen adalah 22 persen pada pertemuan April 2016.

Perak untuk pengiriman Mei naik 26,6 sen, atau 1,8 persen, menjadi ditutup pada 15,022 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 0,5 dolar AS, atau 0,05 persen, menjadi ditutup pada 936,20 dolar AS per ounce. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Emas Turun Tertekan Penguatan Ekuitas dan Dolar AS

Emas Turun Tertekan Penguatan Ekuitas dan Dolar AS

Bisnis | Rabu, 02 Maret 2016 | 07:21 WIB

Emas Naik Didorong Hasil Mengecewakan Pertemuan G20

Emas Naik Didorong Hasil Mengecewakan Pertemuan G20

Bisnis | Selasa, 01 Maret 2016 | 07:44 WIB

'Wanita Emas' Berharap Ada Parpol yang Mengusungnyadi Pilgub DKI

'Wanita Emas' Berharap Ada Parpol yang Mengusungnyadi Pilgub DKI

News | Minggu, 28 Februari 2016 | 14:57 WIB

Harga Emas Melemah Akibat Penguatan Kurs Dolar AS

Harga Emas Melemah Akibat Penguatan Kurs Dolar AS

Bisnis | Sabtu, 27 Februari 2016 | 11:32 WIB

Harga Emas yang Diperdagangkan Pagi Ini Tidak Berubah

Harga Emas yang Diperdagangkan Pagi Ini Tidak Berubah

Bisnis | Jum'at, 26 Februari 2016 | 11:12 WIB

Harga Emas Berakhir Naik Akibat Pelemahan Dolar AS

Harga Emas Berakhir Naik Akibat Pelemahan Dolar AS

Bisnis | Sabtu, 20 Februari 2016 | 06:17 WIB

Pasar Ekuitas AS Jatuh Lagi, Harga Emas Naik

Pasar Ekuitas AS Jatuh Lagi, Harga Emas Naik

Bisnis | Jum'at, 19 Februari 2016 | 06:03 WIB

Haga Emas Naik Akibar Kurs Dolar AS Lebih Lemah

Haga Emas Naik Akibar Kurs Dolar AS Lebih Lemah

Bisnis | Kamis, 18 Februari 2016 | 06:32 WIB

Kenaikan Ekuitas AS Bikin Harga Emas Jatuh Pagi Ini

Kenaikan Ekuitas AS Bikin Harga Emas Jatuh Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 17 Februari 2016 | 06:41 WIB

Harga Emas Naik Dipicu Pelemahan Dolar AS

Harga Emas Naik Dipicu Pelemahan Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 05 Februari 2016 | 05:03 WIB

Terkini

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:07 WIB

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:06 WIB

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

Jogja | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:51 WIB

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026

Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura

Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:35 WIB

UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS

UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:28 WIB

×