Transaksi Hedging Oleh BUMN Mencapai 1,84 Miliar Dolar AS

Adhitya Himawan Suara.Com
Senin, 28 Maret 2016 | 13:16 WIB
Transaksi Hedging Oleh BUMN Mencapai 1,84 Miliar Dolar AS
Gedung Bank Indonesia di jalan HM Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan penerapan transaksi lindung nilai (hedging) oleh korporasi di Indonesia meningkat signifikan, temasuk korporasi Badan Usaha Milik Negara yang mencatatkan lindung nilai beli mencapai 1,84 miliar dolar AS pada 2015.

Deputi Gubernur BI Hendar di Jakarta, Senin (28/3/2016), mengatakan bahwa nilai transkasi lindung nilai beli oleh BUMN meningkat 237 persen menjadi 1,84 miliar dolar AS pada tahun 2015 dari 548 juta dolar AS pada tahun 2014.

"Perusahaan-perusahaan besar mulai banyak menerapkan lindung nilai (hedging) seperti PT Pertamina, PT PLN, Garuda Indonesia, Petrokimia Gresik, dan juga Smeen Gresik," katanya.

Hendar mengatakan bahwa peningkatan transaksi lindung nilai, yang merupakan penerapan prinsip kehati-hatian korporasi, terus meningkat seiring dengan dikeluarkannya ketentuan Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/20/PBI/2014 tentang Penerapan Prinsip Kehati-Hatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri Non-Bank.

Untuk secara keseluruhan, kata Hendar, nilai transaksi lindung nilai derivatif beli korporasi domestik naik 13 persen menjadi 36,81 miliar dolar AS pada tahun 2015 dibanding 41,61 miliar dolar AS pada tahun 2014.

Hendar menjelaskan urgensi BUMN menggunakan transaksi lindung nilai masih tinggi. Musababnya, potensi tekanan dari perekonomian global masih membayangi pasar keuangan domestik.

Selain itu, kata dia, pinjaman luar negeri juga harus dilakukan karena pasar keuangan di Indonesia juga belum terlalu dalam.

Berkaca pada pengalaman pasca-krisis keuangan global pada tahun 2008, BUMN yang tidak menngoptimalkan transaksi lindung nilai mengalami kerugian yang tinggi akibat volatilitas kurs rupiah.

"Kita ingat, gejolak di pasar keuangan global akhirnya menimbulkan tekanan terhadap kurs. Pada tahun 2013, PLN rugi Rp29,5 triliun, Karakatau Steel rugi Rp777 miliar,dan Garuda Indonesia menurun keuntungannya dari Rp1,4 triliun menjadi Rp6,8 miliar," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI