- Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengundurkan diri dan menarik perhatian investor global di Jakarta pada Kamis.
- Pelaku pasar menantikan kepastian sosok pengganti dan kesinambungan kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
- Pengganti Perry Warjiyo harus memiliki pengalaman, kredibilitas tinggi, serta mampu mempertahankan independensi bank sentral secara optimal.
Suara.com - Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) menjadi perhatian kalangan investor global.
Senior Economist DBS Bank, Radhika Rao, menilai perubahan kepemimpinan di bank sentral merupakan salah satu faktor yang akan dicermati investor asing karena berkaitan dengan arah kebijakan moneter dan stabilitas kelembagaan.
Dalam paparannya, Radhika mengatakan bahwa kabar mundurnya Perry Warjiyo menjadi perkembangan penting yang akan memengaruhi persepsi pelaku pasar terhadap Indonesia.
Menurutnya, investor masih menunggu kepastian mengenai sosok yang akan memimpin BI berikutnya beserta arah kebijakan yang akan diambil.
"Kita juga telah melihat beberapa perubahan di Bank Indonesia. Sayangnya, pada hari Senin kami mendapat kabar bahwa Gubernur BI, Pak Perry, telah menyerahkan surat pengunduran dirinya. Selanjutnya, kita akan melihat kapan keputusan mengenai penggantinya akan ditetapkan," beber Radhika Rao di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Ia menambahkan, perhatian investor tidak hanya tertuju pada nama calon gubernur baru, tetapi juga pada kesinambungan kebijakan moneter yang akan dijalankan.
![Ilustrasi investor asing. [Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/09/21289-ilustrasi-investor-asing.jpg)
"Ke mana arahnya dan bagaimana arah kebijakan secara umum? Saya pikir perubahan kelembagaan merupakan sesuatu yang juga diperhatikan dengan saksama oleh investor asing," katanya.
Radhika menilai, sosok yang akan menggantikan Perry Warjiyo harus memiliki kapasitas yang kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi global maupun domestik.
Pengalaman, kredibilitas, serta kemampuan menjaga independensi Bank Indonesia menjadi faktor utama yang dibutuhkan.
"Masa jabatan Pak Perry menghadapi banyak krisis. Karena itu, penggantinya harus benar-benar mampu mengambil peran sebagai pengelola risiko. Anda menginginkan sosok yang sangat berpengalaman. Anda juga menginginkan orang yang memiliki tingkat kredibilitas tinggi, serta mampu mempertahankan independensi," jelasnya.
Menurut Radhika, pasar juga masih menunggu kepastian mengenai siapa yang akan ditunjuk sebagai Gubernur BI berikutnya.
Ia menyebut, berbagai kemungkinan nama dapat muncul, baik dari internal Bank Indonesia maupun pihak lainnya.
"Apakah itu akan berasal dari internal Bank Indonesia atau tokoh lainnya, pasar masih menunggu kepastian tersebut. Yang jelas, arah kebijakan ke depan akan menjadi perhatian utama investor," tuturnya.
Pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi salah satu isu yang kini menjadi sorotan pelaku pasar keuangan.
Selain menjaga kesinambungan kebijakan moneter, proses transisi kepemimpinan di Bank Indonesia dinilai akan berperan penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan pasar keuangan Indonesia.