Pertamina Dinilai Sukses Pasarkan Pertamax

Ardi Mandiri

Minggu, 22 Mei 2016 | 11:19 WIB
Pertamina Dinilai Sukses Pasarkan Pertamax
Pertamax

Suara.com - Peningkatan volume penjualan bahan bakar khusus (BBK), seperti pertamax dan pertalite merupakan hasil strategi pemasaran PT Pertamina yang terus memperkecil selisih harga keduanya dengan premium, kata seorang pengamat energi.

"Sepanjang setahun terakhir, Pertamina telah menurunkan harga jual pertamax dan pertamax plus sebesar 22-23 persen," ujar Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahean di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan selisih harga tentu sangat berpengaruh dalam peningkatan penjualan pertamax series dan pertalite. "Komponen harga sangat berpengaruh pada masyarakat untuk mengambil keputusan dalam penggunaan BBM," tegas Ferdinand.

Menurut dia, jika melihat fakta di lapangan, mobil-mobil mewah pun sering menggunakan premium yang sebetulnya tidak cocok dengan spesifikasi kendaraan tersebut. Namun karena faktor harga masih sangat dominan, akhirnya banyak yang tetap membeli premiun.

"Dengan selisih harga yang tidak begitu jauh saat ini maka orang lebih memilih BBM dengan kualitas lebih baik," kata dia.

Ferdinand mengatakan peningkatan konsumsi pertamax series saat ini belum bisa dinyatakan sebagai akibat dari kesadaran masyarakat, meski memang faktor itu ada tapi relatif sangat kecil.

Pada 15 Mei 2015, selisih harga pertamax dengan premium tercatat mencapai Rp2.200 per liter. Sementara pada 15 Mei 2016, selisih harga premium dan pertamax tidak lebih hanya Rp900 per liter.

Marwan Batubara, Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), menambahkan formula harga yang digunakan Pertamina saat ini sesuai dengan harga keekonomian. Dengan harga sekarang wajar masyarakat sudah bisa memilih BBM yang berkualitas.

"Itu artinya pertamax, yang kita tahu memang lebih bagus dari premium kemudian harga BBK saat ini memang tidak terlalu jauh dari premium," kata dia.

Menurut Marwan, dampak lingkungan juga menjadi perhatian masyarakat sehingga meskipun harga lebih mahal dibanding kualitas yang lebih mahal tapi tidak jadi soal dan masih dianggap menguntungkan. "Kecuali naik lagi dengan signifikan, lain lagi nanti ceritanya," katanya.

Sementara itu anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Rinaldy Dhalimi mengatakan pertamax dan pertalite memang berbeda untuk kerja mesin mobil atau sepeda motor. "Kalau harganya murah, pasti masyarakat nantinya akan beralih ke sana," katanya.

Pertamina sebelumnya mencatat konsumsi pertamax yang memiliki oktan (RON) 92 meningkat dari 8 ribu kiloliter (KL) per hari menjadi 10 ribu KL per hari. Sementara itu, pertalite, BBM beroktan 90 itu juga menunjukkan hal yang positif. Hingga April 2016, konsumsi pertalite sudah mencapai 600 ribu KL.

Pertamina per 15 Mei 2016 menurunkan harga pertamax Rp200 per liter untuk seluruh provinsi di Jawa dan Bali menjadi Rp7.350-Rp7.450 per liter dan menurunkan Rp300 per liter untuk daerah lainnya menjadi Rp7.700-Rp10.650 per liter. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertamina Turunkan Harga Pertamax dan Pertalite Rp300 per Liter

Pertamina Turunkan Harga Pertamax dan Pertalite Rp300 per Liter

Bisnis | Senin, 16 Mei 2016 | 14:02 WIB

Pertamina Luncurkan Pertamax Motorsport Program

Pertamina Luncurkan Pertamax Motorsport Program

Press Release | Jum'at, 15 April 2016 | 01:20 WIB

Terkini

Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek

Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 07:37 WIB

Berapa Kali Thinwall Boleh Dipakai? Kenali Tanda Kapan Harus Dibuang

Berapa Kali Thinwall Boleh Dipakai? Kenali Tanda Kapan Harus Dibuang

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 07:35 WIB

Harga Emas Antam Diprediksi Bergerak di Rp2,39 Juta-Rp2,61 Juta Pekan Ini

Harga Emas Antam Diprediksi Bergerak di Rp2,39 Juta-Rp2,61 Juta Pekan Ini

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 07:32 WIB

Apakah Karyawan Kontrak Bisa Dapat BSU 2026? Ini Penjelasan Menurut Aturan Terbaru

Apakah Karyawan Kontrak Bisa Dapat BSU 2026? Ini Penjelasan Menurut Aturan Terbaru

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 07:30 WIB

Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong

Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 07:27 WIB

The Last 10 Years: Ketika Kita Hanya Punya Sedikit Waktu untuk Bisa Bahagia

The Last 10 Years: Ketika Kita Hanya Punya Sedikit Waktu untuk Bisa Bahagia

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 07:20 WIB

BNPB Terbitkan 8 Instruksi Hadapi Musim Hujan, Pemda Diminta Siaga Bencana 24 Jam!

BNPB Terbitkan 8 Instruksi Hadapi Musim Hujan, Pemda Diminta Siaga Bencana 24 Jam!

News | Senin, 02 November 2026 | 07:17 WIB

KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang

KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang

Riau | Senin, 02 November 2026 | 07:17 WIB

4 Shio Paling Hoki Hari Ini 2 November 2026, Apakah Kamu Termasuk?

4 Shio Paling Hoki Hari Ini 2 November 2026, Apakah Kamu Termasuk?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 07:14 WIB

JK: Orang Maluku Jangan Jadi Penonton Proyek Gas Blok Masela

JK: Orang Maluku Jangan Jadi Penonton Proyek Gas Blok Masela

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 07:07 WIB

×