BKPM: Perusahaan AS Kepincut Investasi Energi Baru di Indonesia

Adhitya Himawan

Selasa, 05 Juli 2016 | 11:03 WIB
BKPM: Perusahaan AS Kepincut Investasi Energi Baru di Indonesia
Kepala BKPM Franky Sibarani berdiri berhadapan dengan Presiden Jokowi dan Raja Belgia Phillipe di Brussels, Kamis (22/4/2016). [Sekretariat Kepresidenan]

Perusahaan Amerika Serikat di sektor energi terbarukan menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia. Minat tersebut disampaikan dalam kegiatan Indonesia-US Business Forum di New York yang dilakukan dalam kunjungan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani ke New York, akhir pekan lalu. Kegiatan dilaksanakan di Cornell Club bekerjasama dengan American Indonesia Chamber of Commber (AICC) yang diwakili oleh Chairman AICC Allan Harrari.

Franky menyampaikan bahwa salah satu hasil dalam kegiatan yang dilakukan adalah minat investasi yang disampaikan oleh perusahaan energi terbarukan. ”Saat ini perusahaan telah memiliki nota kesepahaman dengan PT PLN (persero) untuk memproduksi listrik tenaga angin. Dalam waktu dekat perusahaan akan melakukan uji coba di STT PLN Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Selasa (5/7/2016).

Menurut Franky, investor potensial tersebut berminat untuk mendirikan perusahaan berbadan hukum Indonesia kemudian akan mendirikan fasilitas manufaktur pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia. ”Kemudian akan dilanjutkan dengan mendirikan fasilitas manufaktur pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia,” jelasnya. 

Lebih lanjut Franky menyampaikan bahwa BKPM akan memfasilitasi percepatannya. Dalam paparannya, Kepala BKPM telah menyampaikan berbagai hal terkait regulasi di sektor energi terbarukan di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKPM menyampaikan berbagai kebijakan terutama terkait dengan implementasi 12 paket kebijakan ekonomi termasuk reformasi kebijakan investasi. ”Beberapa hal yang terkait diantaranya layanan investasi 3 jam, kemudahan investasi langsung konstruksi, perbaikan kemudahan berusaha hingga revisi DNI yang mendorong keterbukaan investasi termasuk di beberapa sektor utama seperti di bidang logistik, energi terbarukan, farmasi, pariwisata dan e-commerce,” lanjutnya.

Selain di sektor energi terbarukan, Kepala BKPM juga mencatatkan minat investasi di sektor pertambangan yang ingin melakukan akuisisi perusahaan PMDN dengan nilai investasi sebsear US$ 300 juta. BKPM akan berperan dalam memfasilitasi pengalihan status perusahaan dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi Penanaman Modal Asing (PMA).

Amerika Serikat tergolong negara prioritas pemasaran investasi, dari data yang dimiliki oleh BKPM pada tahun 2015, nilai realisasi investasi AS mencapai 893 juta Dolar Amerika Serikat (AS) terdiri dari 261 proyek dengan didominasi oleh sektor-sektor pertambangan. Dari sisi komitmen, tercatat masuknya komitmen 4,8 miliar Dolar AS terdiri dari 76 proyek.

Untuk diketahui, BKPM pada tahun 2016 menargetkan capaian realisasi investasi bisa tumbuh 14,4 persen dari target tahun 2015 atau mencapai Rp594,8 triliun. Realisasi ini dikontribusi dari PMA sebesar Rp386,4 triliun atau naik 12,6 persen dari target PMA tahun lalu, serta dari PMDN sebesar Rp 208,4 triliun naik 18,4 persen dari target PMDN tahun lalu. Untuk mencapai target tersebut, BKPM pada menetapkan 10 negara prioritas termasuk di antaranya Amerika Serikat, Australia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, RRT, Timur Tengah, Malaysia, dan Inggris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kepala BKPM: Diaspora New York Jadi Duta Investasi

Kepala BKPM: Diaspora New York Jadi Duta Investasi

Bisnis | Jum'at, 01 Juli 2016 | 15:18 WIB

BKPM: Investor AS akan Kembangkan Produksi Lokomotif di Indonesia

BKPM: Investor AS akan Kembangkan Produksi Lokomotif di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 01 Juli 2016 | 13:12 WIB

Genjot Investasi Diaspora Indonesia, BKPM Kunjungi New York

Genjot Investasi Diaspora Indonesia, BKPM Kunjungi New York

Bisnis | Kamis, 30 Juni 2016 | 12:02 WIB

BKPM: Nilai Remitansi Diaspora Indonesia Capai 8 Miliar Dolar AS

BKPM: Nilai Remitansi Diaspora Indonesia Capai 8 Miliar Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 16:38 WIB

BKPM: Investor AS Siap Danai Perusahaan Startup di Indonesia

BKPM: Investor AS Siap Danai Perusahaan Startup di Indonesia

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 11:45 WIB

BKPM Tawarkan Kemudahan Berinvestasi ke Pengusaha San Fransisco

BKPM Tawarkan Kemudahan Berinvestasi ke Pengusaha San Fransisco

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 12:18 WIB

BKPM: RI Ingin Bangun Konektivitas ke 140 Pengusaha Cina

BKPM: RI Ingin Bangun Konektivitas ke 140 Pengusaha Cina

Bisnis | Senin, 27 Juni 2016 | 18:49 WIB

Hari Ini Kepala BKPM Awali Roadshow Pemasaran Investasi di AS

Hari Ini Kepala BKPM Awali Roadshow Pemasaran Investasi di AS

Bisnis | Senin, 27 Juni 2016 | 12:09 WIB

BKPM Anggap Brexit Jadi Peluang Tingkatkan Investasi Inggris

BKPM Anggap Brexit Jadi Peluang Tingkatkan Investasi Inggris

Bisnis | Minggu, 26 Juni 2016 | 14:33 WIB

BKPM: Investor Korsel akan Investasi Transportasi Laut

BKPM: Investor Korsel akan Investasi Transportasi Laut

Bisnis | Minggu, 26 Juni 2016 | 13:56 WIB

Terkini

Dari Menabung hingga Pantau Emisi Karbon, Inovasi Baru Perbankan Digital

Dari Menabung hingga Pantau Emisi Karbon, Inovasi Baru Perbankan Digital

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Tanah Diklaim Bank Tanah, Perempuan Adat Pekurehua Ungkap Ancaman Penggusuran dan Hilangnya Kebun

Tanah Diklaim Bank Tanah, Perempuan Adat Pekurehua Ungkap Ancaman Penggusuran dan Hilangnya Kebun

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Dibumbui Komedi Absurd, GJLS: Berapi-api Ceritakan Perjuangan Petugas Damkar

Dibumbui Komedi Absurd, GJLS: Berapi-api Ceritakan Perjuangan Petugas Damkar

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Tembus Sejuta Unit dalam Dua Tahun! Ini Rahasia Geely EX2, Spek Lengkap, dan Beda Harganya

Tembus Sejuta Unit dalam Dua Tahun! Ini Rahasia Geely EX2, Spek Lengkap, dan Beda Harganya

Otomotif | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Sering Pakai AI untuk Kerja? Hati-Hati Jangan Sembarangan Memasukkan Data Perusahaan

Sering Pakai AI untuk Kerja? Hati-Hati Jangan Sembarangan Memasukkan Data Perusahaan

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:41 WIB

Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD DIY, Soroti Karhutla Hingga Program MBG

Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD DIY, Soroti Karhutla Hingga Program MBG

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Diduga Dicari-cari Kesalahannya, 6 Aktivis Greenpeace Masih Ditahan Polisi

Diduga Dicari-cari Kesalahannya, 6 Aktivis Greenpeace Masih Ditahan Polisi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:36 WIB

Vietnam Lebih Maju, Kapal Tanker RI Kebanyakan Impor

Vietnam Lebih Maju, Kapal Tanker RI Kebanyakan Impor

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Atap Miring hingga Lantai Becek, 13.945 Keluarga di Sragen Masih Huni Rumah Tak Layak

Atap Miring hingga Lantai Becek, 13.945 Keluarga di Sragen Masih Huni Rumah Tak Layak

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:31 WIB

It Didn't Start with You: Menelusuri Luka Keluarga yang Membentuk Diri Kita

It Didn't Start with You: Menelusuri Luka Keluarga yang Membentuk Diri Kita

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:30 WIB

×