Hebat, Alumnus ITS 'Sulap' Kardus Jadi Karya Mengagumkan

Ririn Indriani

Minggu, 31 Juli 2016 | 12:24 WIB
Hebat, Alumnus ITS 'Sulap' Kardus Jadi Karya Mengagumkan
Lulusan ITS, Angger Diri Wiranata dan Arif Susanto memanfaatkan kardus jadi berbagai produk bermanfaat. (Foto: Dus Duk Duk Instagram)

Suara.com - Kardus selama ini identik dengan bahan pembungkus, setelah dipakai lalu dibuang dan menjadi sampah. Tapi di tangan Angger Diri Wiranata dan Arif Susanto, dua anak muda lulusan ITS Surabaya, Jawa Timur, kardus disulap menjadi sebuah produk baru yang bernilai jual tinggi.

Melalui kreativitas Angger (kelahiran Surabaya, 27 Desember 1990), dan Arif (kelahiran Jombang 3 Mei 1991), status kardus pun jadi naik kelas karena dijadikan bahan dasar untuk membuat kursi, lemari pajang, boneka, bingkai foto dan puluhan jenis produk lainnya.

Berawal dari produk awal yaitu kursi, maka Angger dan Arif pun sepakat untuk mematen karya mereka dengan merek dagang "Dus Duk Duk", singkatan dari kardus untuk duduk.

Kreativitas dua pemuda kreatif ini ternyata menarik perhatian Konsul Jendral (Konjen) RI di Penang yang mengundang mereka untuk mengikuti pameran pada ajang tahunan Festival George Town di Penang pada 29-31 Juli 2016.

"Selama ini kami hanya memasarkan produk kami di internet karena kami belum punya toko. Kami sama sekali tidak menyangka kalau apa yang kami lakukan selama ini ternyata menarik perhatian Konjen RI di Penang," kata Angger saat ditemui di anjungan "Dus Duk Duk", salah satu dari enam anjungan wakil Indonesia di lapangan Padang Kota Lama, Penang.

Angger yang menjadi juru bicara lantaran rekannya Arif, pendiam mengakui bahwa pada awalnya banyak pihak yang menyatakan keraguan, bagaimana kardus bisa dijadikan kursi yang mampu menahan berat sampai 160 kilogram.

Apalagi pembuatan kursi tersebut sama sekali tidak menggunakan lem perekat lem dan hanya menggunakan teknik saling kait seperti teknik yang digunakan dalam membuat permainan puzzle.

Berawal dari Tugas Kuliah
Ide membuat kursi dari kardus tersebut sebenarnya berawal dari tugas untuk mata kuliah dasar desain saat masih kuliah di ITS pada 2013.

"Saat itu timbul ide bagaimana cara mengubah cara pandang masyarakat umum terhadap kardus agar tidak hanya dianggap sebagai sampah, tapi bisa dibuat sesuatu yang mempunyai nilai plus," kata Angger.

Hasil karya yang pada awalnya hanya tugas mata kuliah tersebut pun kemudian diikutkan dalam berbagai lomba ilmiah dan ternyata hasilnya menarik perhatian juri dan beberapa kali meraih penghargaan.

Uang yang mereka dapat dan kompetisi tersebut terkumpul sekitar Rp7 juta dan digunakan untuk membeli peralatan dan bahan baku kardus. Berkat peralatan tersebut, produk yang pada awalnya hanya satu kursi atau dua kursi selama satu bulan, meningkat tajam menjadi puluhan produk.

Motor yang terbuat dari kardus. (Foto: Dus Duk Duk Instagram)

Selain itu, berkat promosi gratis melalui internet pula, pesanan semakin meningkat dari hari ke hari dan saat ini Dus Duk Duk bisa mencapai penjualan Rp60 juta selama sebulan. Produk yang selama ini hanya fokus pada kursi sebagai andalan, ditingkatkan menjadi puluhan turunannya, diantara boneka berbentuk berbagai binatang, bingkai foto, meja dan lemari untuk etalase toko.

Sebelum tampil di Penang, Dus Duk Duk juga mengikuti berbagai pameran dalam kampus sampai skala daerah, seperti Jatim Kreatif 2013 di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya. Ketika karya mereka mampu menarik perhatian Gubernur Jawa Timur Sukarwo yang lebih akrab dengan panggilan Pakde Karwo.

Orang nomor satu di Jatim yang hadir pada saat pembukaan pameran pun memesan produk mereka berupa satu set kursi dan meja belajar untuk anak-anak.

Dus Duk Duk Tembus ke Pasar Luar Negeri
Secara perlahan, pesanan pun berdatangan tidak hanya dari dalam negeri, tapi sudah menembus batas negara ke Australia dan Prancis. Khusus untuk produk furnitur, Dus Duk Duk mematok harga mulai dari Rp375.000, sementara bingkai foto mulai dari Rp115.000.

Stan Dus Duk Duk yang termasuk paling unik di antara peserta Festival George Town Festival yang datang dari berbagai negara, menarik perhatian pengunjung yang pada awalnya sempat tidak percaya ketika kursi yang mereka duduki terbuat dari kertas kardus biasa.

Stan Dus Duk Duk juga menjadi yang paling praktis diantara peserta lain karena secara keseluruhan, seluruh produk yang mereka boyong, yaitu seperangkat furnitur, boneka, bingkai foto dan lainnya, hanya seberat 30 kilogram.

Pujian terhadap Dus Duk Duk juga datang dari Duta Besar Indonesia RI untuk Malaysia Herman Prayitno yang menjadi salah pemraksarsa keikut sertaan Wonderful Indonesia di festival yang berlangsung setiap tahun itu.

"Dus Duk Duk adalah contoh dari kreativitas anak muda Indonesia, mereka harus diberi peluang untuk terus berkembang," kata Herman.

Untuk jangka panjang, Angger dan Arif punya cita-cita yang lebih besar, yaitu bagaimana bisa mengubah pola pikir masyarakat yang selama ini menganggap kardus sebagai sampah.

"Suatu hari kami ingin membuat sebuah 'event' yaitu festival kardus, dimana semua barang terbuat dari kardus," kata Angger menambahkan.

Selain Dus Duk Duk, perwakilan Indonesia juga menampilkan J Batik (penemu piranti lunak), Magno (penerima penghargaan Good Design Award), Batik Fracal dan Hasan Batik (inovator batik Indonesia), Mannequin Plastic dan Pinx Project (fashion breakthrough Indonesia), Niion dan Brand New Colony (perancang gaya hidup), serta seniman Aji Prasetyo (penulis dan komikus).

Festival George Town merupakan ajang tahunan di Penang yang saat ini sudah memasuki usia ketujuh serta menampilkan beragam program seni dan budaya dari berbagai negara di Asia.

Koran terkemuka New York Times sempat mengomentari bahwa Festival George Town yang kali ini mengusung tema "Arts for Humanity" akan tumbuh menjadi salah ajang seni paling tidak hanya di Asia Tenggara, bahkan di Asia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Paving Blok Ramah Lingkungan Ini Terbuat dari Limbah

Paving Blok Ramah Lingkungan Ini Terbuat dari Limbah

News | Kamis, 21 Juli 2016 | 01:09 WIB

Terkini

Apa Arti Weton Tulang Wangi dalam Primbon Jawa?

Apa Arti Weton Tulang Wangi dalam Primbon Jawa?

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Perbandingan Skin Tint Somethinc vs Rose All Day, Mana yang Lebih Tahan Minyak?

Perbandingan Skin Tint Somethinc vs Rose All Day, Mana yang Lebih Tahan Minyak?

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:25 WIB

My Lovely Journey: Pengingat untuk yang Merasa Hidup Jalan di Tempat

My Lovely Journey: Pengingat untuk yang Merasa Hidup Jalan di Tempat

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:25 WIB

5 Rekomendasi Eyeliner Pensil Serut yang Waterproof, Pigmented dan Tahan Lama

5 Rekomendasi Eyeliner Pensil Serut yang Waterproof, Pigmented dan Tahan Lama

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:09 WIB

Pindah ke Gresini, Joan Mir Akui Nyontek Marc Marquez

Pindah ke Gresini, Joan Mir Akui Nyontek Marc Marquez

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:52 WIB

Api Sore Hari

Api Sore Hari

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Darurat Karhutla Kalimantan, Jepang Kirim 600 Pasukan Khusus dan Kapal Amfibi

Darurat Karhutla Kalimantan, Jepang Kirim 600 Pasukan Khusus dan Kapal Amfibi

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:39 WIB

Resmi! Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Resmi! Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Ketiga, Kejagung Ingatkan Batasan KUHAP Baru

Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Ketiga, Kejagung Ingatkan Batasan KUHAP Baru

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Mengenal Inovasi Sistem Hybrid Terbaru pada Mitsubishi New Xforce HEV

Mengenal Inovasi Sistem Hybrid Terbaru pada Mitsubishi New Xforce HEV

Otomotif | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:25 WIB

×