Paving Blok Ramah Lingkungan Ini Terbuat dari Limbah

Esti Utami | Suara.com

Kamis, 21 Juli 2016 | 01:09 WIB
Paving Blok Ramah Lingkungan Ini Terbuat dari Limbah
Paving blok untuk pembangunan area pejalan kaki (pedestrian) di Jakarta. (suara.com/Oke Atmaja)

Suara.com - Hasil penelitian Pusat Inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan Hakko Industry Co Ltd (Jepang) menghasilkan produk paving blok ramah lingkungan dari limbah batubara dan bubur kertas.

Kepala Pusat Inovasi LIPI Nurul Taufiqu Rochman di sela-sela diseminasi hasil penelitian di Jakarta, Rabu (20/7/2016), mengatakan, sisa dari pembakaran batubara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang biasa disebut "buttom ash" dan selama ini hanya menjadi limbah bisa diolah menjadi bahan bangunan yang ramah lingkungan.

Ia menyebutkan, komposisi sekitar "bottom ash", pasir, semen, air dan larutan organik YHR dengan unsur utama terdiri dari asam sulfonat lignin dari limbah cairan bubur kertas mampu menghasilkan paving blok yang ramah lingkungan.

Larutan YHR yang merupakan produk paten milik Hakko ini mampu mempercepat kematangan semen karena memang berfungsi sebagai agen pemadat atau penguat. Karena itu, menurut Nurul, paving blok ini lebih cepat dapat digunakan dibanding yang lain.

Kelebihan lain dari inovasi ini, ia mengatakan, kemampuan menyerap lebih banyak air, dengan demikian produk ini menjadi lebih dingin dibandingkan paving blok pada umumnya.

Direktur Penelitian dan Pengembangan Hakko Co Ltd, Yoshihide Wada mengatakan, bahan baku teknologi larutan YHR-P dan YHR-S yang dihasilkan dari limbah cair bubur kertas ini masih impor. Namun bukan berarti tidak bisa diproduksi di Indonesia.

Menurut dia, seluruh bahan baku paving blok ramah lingkungan yang dibuat LIPI dan Hakko ini ada di Indonesia. Proses alih fungsi teknologi dilakukan dalam kerja sama ini dan pihaknya sedang menjajaki untuk memperoleh bahan baku larutan YHR dari pabrik kertas di Padalarang, Jawa Barat.

Nantinya paving blok yang dibuat dari hasil kolaborasi limbah batubara dan bubur kertas ini dapat sepenuhnya dibuat dengan bahan baku dari dalam negeri.

Meski demikian inovasi teknologi bahan bangunan ini bukan tidak ada kendala. Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI Bambang Subiyanto mengatakan, penempatan "bottom ash" sisa pembakaran batubara untuk PLTU sebagai limbah B3 membuat bahan baku paving blok ramah lingkungan ini menjadi sulit didapat.

"Solusinya bahan baku tidak keluar dari area PLTU sehingga pengolahan paving blok dilakukan di dalam kawasan. Karena dengan statusnya yang B3 bisa-bisa dikejar polisi kalau dibawa keluar dari area PLTU," ujar dia.

Terkait hal ini, dia mengatakan, LIPI harus melakukan diskusi lebih lanjut dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait status "bottom ash" batubara sebagai limbah B3, mengingat di luar negeri sisa pembakaran batubara ini tidak dianggap produk berbahaya.

Terlebih lagi proses pembuatan paving blok akan dicampur semen dan menjadi kongkrit blok sehingga, menurut dia, tidak perlu ada kekhawatiran bahaya pemanfaatan limbah batubara tersebut.

Ia berharap alih fungsi inovasi teknologi ini dapat berjalan baik dan dapat terserap UMKM di Tanah Air. Selain itu, teknologi ini dapat menjadi solusi dari pengelolaan limbah batubara yang dapat mencapai 250.000 ton hanya dari satu PLTU dengan kapasitas sedang.

"Itu yang di Pacitan, belum lagi PLTU yang di pantai utara Jawa, tentu lebih banyak limbahnya karena kapasitasnya lebih besar," ujar dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Sekadar Tren, Bisnis Hijau Ternyata Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Bukan Sekadar Tren, Bisnis Hijau Ternyata Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 15:35 WIB

Eco-Friendly, Mengapa Gaya Hidup Ramah Lingkungan Terasa Sulit Terjangkau?

Eco-Friendly, Mengapa Gaya Hidup Ramah Lingkungan Terasa Sulit Terjangkau?

Your Say | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:15 WIB

Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025

Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:30 WIB

Tren Mobilitas Ramah Lingkungan, Mimpi Menuju Jalanan Indonesia yang Bersih

Tren Mobilitas Ramah Lingkungan, Mimpi Menuju Jalanan Indonesia yang Bersih

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:00 WIB

Konsumen Korea Selatan Mulai Tinggalkan Plastik, Kemasan Aluminium Jadi Pilihan Baru?

Konsumen Korea Selatan Mulai Tinggalkan Plastik, Kemasan Aluminium Jadi Pilihan Baru?

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 17:20 WIB

Penelitian Ungkap Konsumen Mau Bayar Lebih untuk Pangan Ramah Lingkungan: Kalau Kamu?

Penelitian Ungkap Konsumen Mau Bayar Lebih untuk Pangan Ramah Lingkungan: Kalau Kamu?

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:55 WIB

Bisakah Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Jadi Solusi, Ternyata Pakar Bilang Ini

Bisakah Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Jadi Solusi, Ternyata Pakar Bilang Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:05 WIB

Jadi Traveler Bijak: Ikuti 7 Tips Ini Biar Liburanmu Ramah Lingkungan!

Jadi Traveler Bijak: Ikuti 7 Tips Ini Biar Liburanmu Ramah Lingkungan!

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:31 WIB

Eco Funeral: Solusi Atasi Jejak Karbon Pada Prosesi Pemakaman

Eco Funeral: Solusi Atasi Jejak Karbon Pada Prosesi Pemakaman

Your Say | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:46 WIB

Baju Lebaran Ramah Lingkungan: Lebih Baik Mana, Poliester atau Katun?

Baju Lebaran Ramah Lingkungan: Lebih Baik Mana, Poliester atau Katun?

Your Say | Jum'at, 13 Maret 2026 | 07:47 WIB

Terkini

Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih

Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih

News | Rabu, 15 April 2026 | 00:14 WIB

Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG

Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG

News | Selasa, 14 April 2026 | 23:49 WIB

Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!

Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!

News | Selasa, 14 April 2026 | 22:14 WIB

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:51 WIB

Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual

Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:45 WIB

Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!

Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!

News | Selasa, 14 April 2026 | 21:07 WIB

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:35 WIB

Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!

Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:31 WIB

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:08 WIB

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:39 WIB