Antam Incar Tambang Emas di Myanmar

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:22 WIB
Antam Incar Tambang Emas di Myanmar
Kantor Pusat PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di Jakarta Selatan, Minggu (3/7/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

PT Aneka Tambang Persero Tbk (ANTM) kembali mengincar tambang emas di Myanmar tahun depan. Sebelumnya, Perseroan pernah mengelola bisnis jasa pertambangan di Myanmar. Namun, kontrak pekerjaan tersebut telah selesai, dan perseroan berharap bisa kembali masuk ke negara tersebut.

Penjelasan tersebut tertuang dalam keterangan resmi Analys Recapital Securities, Kiswoyo Adi Joe, Selasa (4/10/2016).

Saat ini, aktivitas eksplorasi tambang emas baru Perseroan tergolong jauh menurun dibandingkan dua atau tiga tahun lalu. Hal ini lantaran lelang izin tambang baru yang belum juga dibuka pemerintah. Sekedar informasi, usia eksplorasi pertambangan Perseroan di Pongkor akan berakhir pada 2019.

"Rencana kembali mengincar tambang emas di Myanmar tahun depan akan memberikan dampak positif bagi ANTM. Hal ini akan menambah cadangan emas Perseroan serta diharapkan dapat mendukung peningkatan pendapatan konsolidasi Perseroan dikemudian hari," kata Kiswoyo.

Adapun di kawasan tersebut, Perseroan memiliki lahan konsesi hingga 5.000 hektare (ha). Dari total tersebut, Perseroan telah menggarap sekitar 500 ha, sedangkan sisanya masih sebagai lahan konservasi alam taman nasional yang statusnya telah diubah menjadi hutan lindung.

Selain ekspansi tambang baru, Perseroan juga terus melanjutkan pembangunan pabrik tahun depan. Salah satunya adalah ekspansi pabrik feronikel Halmahera Timur tahap II, yang merupakan kelanjutan dari Halmahera Timur Tahap I. "Adapun, kapasitas yang bakal dibangun pada pabrik ini berkisar 13.500 ton nikel dalam feronikel per tahun," ujar Kiswoyo.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) merilis laporan keuangan Semester I tahun 2016 dengan mencetak laba bersih sebesar 11,2 juta Dolar Amerika Serikat (AS). Kinerja ini lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dimana MEDC masih merugi hingga 30,9 juta Dolar AS. Penjualan MEDC naik 2,6 persen menjadi 281 juta Dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 273,7 juta Dolar AS.

Kenaikan penjualan berasal dari penjualan minyak dan gas, serta adanya pendapatan sewa. Sementara pendapatan dari bisnis batubara masih turun cukup dalam. MEDC berhasil menekan biaya produksi dan
lifting, sehingga jumlah beban pokok hanya meningkat tipis dari 172,4 juta Dolar AS menjadi 173,4 juta Dolar AS. Lalu, beban lain-lain juga menyusut separuhnya menjadi 6,3 juta Dolar AS. MEDC juga melunasi
beberapa plafon utang di Semester II 2016. Total utang yang dilunasi sekitar 182,5 juta Dolar AS.

Mengutip laporan keuangan MEDC Semester I tahun 2016, perseroan tercatat sudah melunasi fasilitas kredit term loan dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 37,5 juta Dolar AS. MEDC juga melunasi fasilitas kredit perjanjian transaksi khusus II dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 95 juta Dolar AS. Utang lainnya yang dilunasi adalah Obligasi Berkelanjutan dollar I tahap I senilai 50 juta Dolar AS.

Perusahaan milik taipan Arifin Panigoro juga akan membayar kembali (refinancing) utang dari penerbitan obligasi baru. Belum lama ini, MEDC menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II dengan total target dana Rp5 triliun. Untuk tahap pertama, perseroan sudah menerbitkan Rp1,25 triliun yang dibagi menjadi dua seri, yakni seri bertenor tiga tahun dan seri bertenor lima tahun. Lalu, penerbitan ini dilajutkan ke tahap dua dengan nilai yang sama sebesar Rp1,25 triliun.

Surat utang tahap II terbagi menjadi Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp284,4 miliar dengan tingkat bunga tetap 10,8 persen per tahun dan berjangka waktu tiga tahun. Lalu, Seri B merupakan obligasi sebesar Rp 208 miliar dengan tingkat bunga tetap 11,3 persen dan bertenor lima tahun. Perseroan akan menggunakan dana obligasi itu untuk pembayaran utang dan belanja modal. Sebesar 60 persen dana dari obligasi akan digunakan untuk melunasi obligasi berkelanjutan I Medco tahun 2013 senilai Rp 1,5 triliun.

Obligasi itu akan jatuh tempo pada Maret 2018 mendatang dengan kupon 8,85 persen. Sementara itu, sisa 40 persen dana obligasi akan digunakan untuk belanja modal. MEDC juga meneken perjanjian swap atas mata uang asing dengan DBS Bank Ltd, Singapura. Hal ini untuk lindung nilai atas risiko fluktuasi harga komoditas. Hedging ini berjangka waktu tiga tahun dan efektif sejak Juli 2016.

Di masa masih rendahnya harga minyak dunia, MEDC berhasil menekan biaya produksinya sehingga membuat laba bersih MEDC meningkat. MEDC juga melunasi utang bank dengan menerbitkan obligasi dimana biasanya suku bunga obligasi lebih rendah daripada suku bunga pinjaman dari perbankan. "Ke depannya MEDC akan bisa lebih meningkatkan laba bersihnya dengan turunnya biaya beban bunga/biaya beban keuangannya," tutup Kiswoyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah

IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 16:47 WIB

Garuda Metalindo Telah Pakai Dana IPO Rp204,75 Miliar

Garuda Metalindo Telah Pakai Dana IPO Rp204,75 Miliar

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 15:59 WIB

DVLA Tutup Salah Satu Anak Usahanya

DVLA Tutup Salah Satu Anak Usahanya

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 18:09 WIB

TELE Menerbitkan Obligasi Rp700 Milliar

TELE Menerbitkan Obligasi Rp700 Milliar

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 17:58 WIB

Pembelian Investor Asing Pasar Modal Rp384,7 Miliar

Pembelian Investor Asing Pasar Modal Rp384,7 Miliar

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 17:47 WIB

Bank Mandiri Optimis Laba Akhir 2016 akan Membaik

Bank Mandiri Optimis Laba Akhir 2016 akan Membaik

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 16:29 WIB

Penjualan PT PP Properti di Kuartal III 2016 Rp1,5 Triliun

Penjualan PT PP Properti di Kuartal III 2016 Rp1,5 Triliun

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 15:46 WIB

BEI Catat Obligasi Waskita Karya Senilai RP900 MILIAR

BEI Catat Obligasi Waskita Karya Senilai RP900 MILIAR

Bisnis | Rabu, 28 September 2016 | 22:53 WIB

Paramita Bangun Persada dan Aneka Gas Industri Resmi IPO Hari Ini

Paramita Bangun Persada dan Aneka Gas Industri Resmi IPO Hari Ini

Bisnis | Rabu, 28 September 2016 | 22:32 WIB

Besok, Aneka Gas Industri dan Paramita Bangun Persada akan IPO

Besok, Aneka Gas Industri dan Paramita Bangun Persada akan IPO

Bisnis | Selasa, 27 September 2016 | 21:30 WIB

Terkini

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:00 WIB

Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI

Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:36 WIB

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:35 WIB

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:16 WIB

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:26 WIB

Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun

Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:11 WIB

Solusi Angsuran BRI Terhambat dan Contoh Surat Minta Keringanan Cicilan

Solusi Angsuran BRI Terhambat dan Contoh Surat Minta Keringanan Cicilan

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:05 WIB

Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran

Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:39 WIB

Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen

Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:23 WIB

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:38 WIB