Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Menperin: TEI Membuka Peluang Pasar Ekspor Produk IKM

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 12 Oktober 2016 | 19:23 WIB
Menperin: TEI Membuka Peluang Pasar Ekspor Produk IKM
Pembukaan Trade Expo Indonesia 2016 di JIExpoKemayoran, Rabu (12/10/2016). [Antara/Yudhi Mahatma]

Kementerian Perindustrian aktif mendukung berbagai kegiatan promosi khususnya yang bertujuan untuk memperluas pasar produk-produk unggulan industri dalam negeri. Melalui penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2016, diharapkan dapat membuka peluang pasar ekspor khususnya bagi industri kecil dan menengah (IKM).

“Peluang itu terbuka dari para buyer, terutama yang berasal dari luar negeri. Ajang ini juga sekaligus menjaring investor asing untuk berinvestasi di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Jumpa Pers Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 di Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Turut hadir dalam jumpa pers, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita serta Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo membuka secara resmi pameran perdagangan berskala internasional tersebut.

Menperin menilai TEI mampu menjadi wahana untuk memperkenalkan potensi dan kemampuan industri dalam negeri yang memiliki daya saing tinggi baik di pasar domestik maupun global. “Dari kegiatan pameran ini juga diharapkan dapat mendorong percepatan industrialisasi untuk menciptakan nilai tambah produk industri sehingga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ekspor dan penyerapan tenaga kerja,” tuturnya.

Mengenai aspek perdagangan internasional, nilai ekspor industri pengolahan dalam negeri pada Agustus 2016 mencapai 9,46 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) atau tumbuh 33,28 persen dibandingkan Juli 2016. “Industri yang mencatat surplus terbesar pada bulan Agustus 2016 adalah sektor makanan sebesar 1,24 miliar Dolar AS dan diikuti sektor pakaian jadi sebesar 610 juta Dolar AS,” ungkap Airlangga.

Apabila dilihat dari negara tujuan ekspor yang terbesar untuk industri pengolahan dalam negeri, yaitu Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar 1,32 miliar Dolar AS, Jepang 853 juta Dolar AS, dan Cina 887 juta Dolar AS pada bulan Agustus 2016.

Airlangga juga mengatakan, pihaknya tengah mendorong IKM nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi sambil mencari pasar ekspor baru yang potensial seperti Afrika dan Amerika Latin. “Kami akan mendorong IKM untuk peningkatan kapasitas, memfasilitasi akses pembiayaan, peralatan, teknologi, dan standarisasi," sebutnya.

Menurut Airlangga, kedua negara tersebut saat ini membutuhkan beberapa produk unggulan industri nasional seperti produk garmen, mebel, serta kertas.

Pada TEI tahun ini, Airlangga menyampaikan, beberapa produk IKM yang menjadi andalan untuk diperluas pasar ekspornya, antara lain fashion, mebel, makanan dan minuman, perhiasan dan minyak atsiri. “Untuk itu, kami meminta kepada pelaku IKM nasional untuk terus berinovasi dan berpromosi agar produknya diminati dan dikenal luas di pasar internasional. Dan, yang terpenting lagi adalah penguatan branding,” tegasnya.

Pasar potensial

Sementara itu, Menteri Retno mengungkapkan, pihaknya telah mengundang sebanyak 1.200 perusahaan asing untuk menghadiri TEI 2016. "Kami mengerahkan seluruh perwakilan kami yang ada di luar negeri untuk mempromosikan pameran ini," ujarnya.

Retno juga menyampaikan, 1.200 perusahaan tersebut merupakan pembeli potensial yang datang dari 72 negara di dunia. Di samping itu, Kementerian Luar Negeri juga mengundang sebanyak 669 perusahaan dari pasar ekspor nontradisional Indonesia, yaitu Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, Eropa Tengah dan Timur, Asia Tengah dan Selatan, Afganistan, Palestina dan Fiji.

Pada kesempatan tersebut, ketiga menteri dan Ketua Umum Kadin Indonesia menyaksikan penandatanganan 10 kontrak dagang dari program misi pembelian sesi pertama senilai U97 juta Dolar AS. Penandatanganan dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asal Kanada, Amerika Serikat, India, Spanyol, Taiwan, Rusia, Australia, dan Swiss dengan perusahaan dan eksportir Indonesia.

Menurut Menteri Enggartiasto, penandatanganan tersebut merupakan bukti dan konsistensi dari perwakilan dagang Indonesia di luar negeri dalam memberikan kontribusinya terhadap peningkatan ekspor nasional. "Penandatanganan kontrak dagang ini sangat menjanjikan. Ini menunjukkan bahwa selain masih diminati, produk Indonesia juga mampu bersaing di pasar global,” tuturnya.

Sedangkan, Rosan mengatakan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga berupaya membawa produk-produk dalam negeri untuk bisa menembus pasar non-tradisional karena memiliki potensi yang cukup besar. "Pasar tujuan ekspor baru memang dari segi nilai masih rendah, namun akan kami gali karena banyak produk kita yang sangat potensial dan menarik bagi mereka," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenperin dan DPD Kompak Bangun Industri via Potensi Daerah

Kemenperin dan DPD Kompak Bangun Industri via Potensi Daerah

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 19:09 WIB

Menperin Siap Perluas Pasar Indonesia ke Amerika Latin dan Afrika

Menperin Siap Perluas Pasar Indonesia ke Amerika Latin dan Afrika

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 15:20 WIB

Jika Ada Pungli di Kemendag, Ini Janji Enggartiasto

Jika Ada Pungli di Kemendag, Ini Janji Enggartiasto

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 15:04 WIB

Kontrak Dagang 97 Juta Dolar AS Diteken di Trade Expo 2016

Kontrak Dagang 97 Juta Dolar AS Diteken di Trade Expo 2016

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 14:57 WIB

Jokowi: Keripik Pisang Indonesia Masuk Pasar Korea dan Mesir

Jokowi: Keripik Pisang Indonesia Masuk Pasar Korea dan Mesir

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 13:45 WIB

Jokowi Minta Pengusaha Jualan Produk Indonesia Ke Afrika

Jokowi Minta Pengusaha Jualan Produk Indonesia Ke Afrika

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 13:02 WIB

Trade Expo 2016 Diharapkan Tarik Investasi Jangka Panjang

Trade Expo 2016 Diharapkan Tarik Investasi Jangka Panjang

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 12:47 WIB

Trade Expo Indonesia 2016 Diharapkan Dorong Diversifikasi Ekspor

Trade Expo Indonesia 2016 Diharapkan Dorong Diversifikasi Ekspor

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 12:16 WIB

Pukul Gendang, Presiden Jokowi Resmi Buka Trade Expo 2016

Pukul Gendang, Presiden Jokowi Resmi Buka Trade Expo 2016

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 12:02 WIB

Revolusi Industri ke-4 Ditandai Konvergensi TI

Revolusi Industri ke-4 Ditandai Konvergensi TI

Bisnis | Selasa, 11 Oktober 2016 | 19:00 WIB

Terkini

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:23 WIB

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:15 WIB

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:02 WIB

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:51 WIB

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:39 WIB

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:24 WIB

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:21 WIB

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:15 WIB

Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah

Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:04 WIB

Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya

Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 09:42 WIB