Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Berkat Gas Bumi, Pengusaha Nasi Jamblang Hemat Rp12 Juta/Bulan

Adhitya Himawan

Senin, 17 Oktober 2016 | 19:27 WIB
Berkat Gas Bumi, Pengusaha Nasi Jamblang Hemat Rp12 Juta/Bulan
Nur Wahid, pemilik rumah makan Nasi Jamblang Ibu Nur, Jalan Cangkring 2, Cirebon, Jawa Barat, Senin (17/10/2016). [Dok PGN]

Suara.com - Sejak 2008, Nur Wahid, pengusaha Nasi Jamblang di Cirebon menjadi pelanggan setia PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). Penggunaan gas bumi memberikan Nur penghematan Rp 12 juta per bulan.

"Gas bumi dari PGN menjadi salah satu kunci sukses usaha saya jualan nasi jamblang. Karena memberikan penghematan cukup besar setiap bulannya," kata Nur Wahid, pemilik rumah makan 'Nasi Jamblang Ibu Nur', Jalan Cangkring 2, Cirebon, Jawa Barat, Senin (17/10/2016).

Nur mengungkapkan, dirinya dapat menghemat sekitar Rp 12 juta/bulan dari penggunaan gas bumi sejak 2008. Sebelumnya untuk produksi nasi jamblang, Nur menggunakan bahan bakar LPG (Liquefied Petroleum Gas).

"Sebelum 2008, saya pakai bahan bakar LPG, biayanya cukup besar Rp 18 juta-20 juta/bulan. Tapi sejak jadi pelanggan PGN pada 2008, biaya tagihan gas bumi hanya Rp 7-8 juta/bulan," ungkap Nur.

Nur menambahkan, gas bumi yang di pasok PGN mengalir terus selama 24 jam tanpa takut kehabisan atau repot angkut-angkut tabung LPG.

"Jam operasional memasak di dapur mulai jam 4 pagi sampai jam 5 sore, nggak berhenti. Ada 15 kompor dan 3 tungku, tiap hari kami masak," katanya.

Ia bersyukur telah menjadi pelanggan gas bumi dari PGN. Apalagi petugas dari PGN rutin melakukan pengecekan jaringan gas di rumah makannya, sehingga memberikan rasa aman baginya dan para pekerja.

"Alhamdulillah bisa menikmati gas bumi dari PGN. Dulu kami hanya jualan di atas trotoar jalan, sekarang bisa beli tempat usaha yang layak dan semakin berkembang," katanya.

Sales Area Head PGN Cirebon, Ade Sutisna menambahkan, rumah makan Nasi Jamblang Ibu Nur merupakan salah satu dari puluhan ribu pelanggan PGN di Cirebon.

"Saat ini PGN memasok gas bumi di Cirebon sebanyak 19.265 pelanggan. Terbagi dari 19.301 pelanggan rumah tangga, 191 pelanggan komersil, 98 pelanggan industri dan pembangkit," ungkap Ade Sutisna.

Ade menambahkan, PGN menyalurkan gas bumi di Cirebon sejak 1974 dan hingga sampai saat ini terus mengembangkan jaringan distribusi gas bumi yang bersih, efisien, mudah dan aman ke seluruh segmen pengguna gas.

Secara nasional, PGN memasok gas bumi ke lebih dari 116.600 pelanggan rumah tangga. Selain itu, 1.900 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.580 industri berskala besar dan pembangkit listrik.

PGN juga terus mendorong upaya diversifikasi bahan bakar kendaraan dari BBM ke bahan bakar gas. Saat ini PGN telah mengoperasikan 7 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), ke 8 SPBG mitra, dan ke 5 MRU (SPBG Mobile).

Sampai saat ini total panjang pipa yang dibangun dan dioperasikan perseroan sudah mencapai lebih dari 7.200 km. Jumlah ini setara 78 persen pipa gas bumi hilir di seluruh Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saham PGN Dinilai Paling Likuid Oleh BEI

Saham PGN Dinilai Paling Likuid Oleh BEI

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 16:07 WIB

Penurunan Harga Gas Dalam Negeri

Penurunan Harga Gas Dalam Negeri

Foto | Jum'at, 23 September 2016 | 16:04 WIB

Infrastruktur Gas PGN

Infrastruktur Gas PGN

Foto | Kamis, 15 September 2016 | 19:38 WIB

FSRU Lampung Kembali Serap Kargo LNG Kelima dari Tangguh

FSRU Lampung Kembali Serap Kargo LNG Kelima dari Tangguh

Bisnis | Kamis, 08 September 2016 | 12:40 WIB

Turunkan Harga Gas, Rini: Akuisisi PGN oleh Pertamina Jadi Solusi

Turunkan Harga Gas, Rini: Akuisisi PGN oleh Pertamina Jadi Solusi

Bisnis | Jum'at, 02 September 2016 | 15:32 WIB

Serikat Pekerja PGN Tolak Holding BUMN Migas

Serikat Pekerja PGN Tolak Holding BUMN Migas

Bisnis | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 13:31 WIB

Perkuat Infrastruktur, PGN Bangun Pipa Gas Bumi 1.685 Kilometer

Perkuat Infrastruktur, PGN Bangun Pipa Gas Bumi 1.685 Kilometer

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 12:51 WIB

PGN Pasok Gas Rumah Tangga di Desa Tropodo Sidoarjo

PGN Pasok Gas Rumah Tangga di Desa Tropodo Sidoarjo

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2016 | 11:10 WIB

Pertamina: Holding Migas Positif Untuk Ekonomi Nasional

Pertamina: Holding Migas Positif Untuk Ekonomi Nasional

Bisnis | Senin, 15 Agustus 2016 | 06:50 WIB

Perawatan Pipa Gas PGN

Perawatan Pipa Gas PGN

Foto | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 11:58 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×