Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Indonesia Negara Terbesar Kedua di Dunia untuk Produksi Ikan

Adhitya Himawan

Sabtu, 29 Oktober 2016 | 15:02 WIB
Indonesia Negara Terbesar Kedua di Dunia untuk Produksi Ikan
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, Jumat (28/10/2016) di Kuta, Bali. [Dok KKP]

Masyarakat ‎Akuakultur Indonesia (MAI) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar forum internasional tahunan bagi masyarakat akuakultur - akademisi, peneliti, mahasiswa, pasar dan industri analis, pejabat pemerintah, pembuat kebijakan dan perwakilan industri terorganisir, Jumat (28/10/2016). Budidaya menjadi salah satu sektor industri penting, karena kedepan ikan akan terus menjadi salah satu komoditas pangan yang paling diperdagangkan di seluruh dunia, terutama bagi negara-negara berkembang. Dan, sektor ini juga menyediakan lapangan pekerjaan dan kehidupan bagi puluhan juta bahkan ratusan juta jiwa lainnya.

Hal yang wajar jika pemerintah dan pengusaha memberikan perhatian lebih pada pengembangan perikanan budidaya. Karena diketahui bahwa populasi penduduk global diperkirakan akan tumbuh sebanyak sembilan miliar orang hingga tahun 2050, yang merupakan tantangan besar dalam pemenuhan sumber pangan dunia. "Selain itu, tantangan pembangunan lainnya adalah saat ini terdapat lebih dari 800 juta orang mengalami gizi buruk (malnutrisi), yang memerlukan sumber protein yang murah namun bergizi tinggi. Dan, hal ini bisa kita temukan pada ikan," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, Jumat (28/10/2016) di Kuta, Bali.

Berdasarkan data FAO 2016, Indonesia mampu menjadi negara kedua terbesar untuk produksi perikanan dunia setelah Cina, pada tahun 2014 dengan produksi perikanan budidaya China mencapai 58,8 juta dan Indonesia mencapai 14,3 juta (dengan total senilai 10.50 miliar) dan diikuti oleh India yang produksinya mencapai 4,9 juta (termasuk rumput laut). Jumlah pembudidaya ikan di Indonesia juga meningkat dari 2,50 juta orang pada tahun 2005 hingga 3,34 juta orang pada tahun 2014. Serta budidaya rumput laut di Indonesia merupakan penyumbang terbesar pertumbuhan produksi rumput laut di dunia, dengan jumlah produksi meningkat lebih dari 10 kali pada tahun 2014, dibandingkan pada tahun 2005.

"Berdasarkan hal tersebut, kami yakin bahwa Indonesia akan menjadi salah satu pusat bisnis perikanan budidaya di dunia," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Slamet juga mengundang para investor dari dalam dan luar negeri untuk dapat melakukan investasi perikanan budidaya di Indonesia, terutama di pulau pulau kecil terluar Indonesia yang potensial untuk budidaya laut.

Berbagai kemudahan pun diberikan oleh pemerintah, diantaranya adalah penyediaan dan penyederhanaan prosedur investasi, percepatan pelayanan, serta keringanan pajak impor pada beberapa komponen input produksi. Selain itu, potensi sumber daya alam untuk perikanan budidaya sangat lah besar, sedangkan yang telah dimanfaatkan baru sebesar 2,7 persen dari jumlah total 12,1 juta hektar.

"Kedepan, dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, pemerintah akan meningkatkan produksi budidaya, melalui pengembangan budidaya laut lepas pantai (off-shore), revitalisasi tambak, budidaya lele sistem bioflok, budidaya rumput laut, kekerangan, minapadi, pembangunan pabrik pakan dan pengembangan industri pakan ikan berbahan baku lokal, pengembangan budidaya di pulau terdepan, serta pengembangan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) di wilayah Indonesia", tambah Slamet.

Namun demikian, disadari masih terdapat banyak tantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan akuakultur. Beberapa isu penting yang diidentifikasi sebagai prioritas yaitu, Perbaikan genetik dan konservasi, Peningkatan kesehatan ikan dan biosekuriti, Pengembangan bio-technology budidaya untuk menekan biaya produksi, Pengurangan dampak lingkungan dari industri budidaya intensif, Peningkatan produksi perairan umum melalui Culture-Based Fisheries (CBF), Peningkatan pendapatan pembudidaya ikan melalui perbaikan pakan yang murah dan bermutu, serta Pengembangan teknologi budidaya yang adaptif pada perubahan iklim.

Khususnya terkait pengembangan pakan ikan, pemerintah mempunyai program pengembangan industri pakan mandiri berbasis bahan baku lokal, yang disebut sebagai Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI), melalui pemberian bantuan sarana dan prasarana produksi pakan, bahan baku pakan, pengembangan pakan alami, dan pengembangan sertifikasi Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB), imbuhnya.

Diharapkan juga pada kesempatan International Conference of Aquaculture Indonesia 2016 (ICAI 2016) yang ke enam ini dapat dibahas semua tantangan untuk menemukan cara yang bijak dan terbaik untuk mempromosikan budidaya berkelanjutan di ingkat regional, nasional, dan internasional, sehingga dapat memperkuat dan mempercepat pembangunan industri perikanan yang berkelanjutan, pungkas Slamet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KKP Gandeng Australia untuk Perangi Pencurian Ikan

KKP Gandeng Australia untuk Perangi Pencurian Ikan

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 14:17 WIB

DPR Setujui Anggaran KKP Tahun 2017 Sebesar RP9,27 Triliun

DPR Setujui Anggaran KKP Tahun 2017 Sebesar RP9,27 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 18:50 WIB

Blackspace akan Bangun Cold Storage Perikanan di Indonesia

Blackspace akan Bangun Cold Storage Perikanan di Indonesia

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 10:24 WIB

Kredit Program JARING Bank Mandiri Telah Capai Rp1,33 Triliun

Kredit Program JARING Bank Mandiri Telah Capai Rp1,33 Triliun

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2016 | 20:28 WIB

Menteri Susi Akui Ada UU Perikanan Berpihak Pada Asing

Menteri Susi Akui Ada UU Perikanan Berpihak Pada Asing

Bisnis | Minggu, 09 Oktober 2016 | 00:10 WIB

Kadin Sebut Sektor Perikanan Nasional Semakin Merosot

Kadin Sebut Sektor Perikanan Nasional Semakin Merosot

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 12:28 WIB

KKP Minta Nelayan Bali Abaikan Seruan ATLI

KKP Minta Nelayan Bali Abaikan Seruan ATLI

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 19:25 WIB

Pemerintah Minta Nelayan Pantura Tidak Menjual Izin Kapal

Pemerintah Minta Nelayan Pantura Tidak Menjual Izin Kapal

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 05:56 WIB

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Kelautan

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Kelautan

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 05:49 WIB

KKP Tangkap 8 Kapal Pencuri Ikan di Perairan Sulawesi

KKP Tangkap 8 Kapal Pencuri Ikan di Perairan Sulawesi

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 05:44 WIB

Terkini

Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!

Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:49 WIB

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:35 WIB

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:25 WIB

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:00 WIB

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:55 WIB

×