Menteri Susi Akui Ada UU Perikanan Berpihak Pada Asing

Adhitya Himawan

Minggu, 09 Oktober 2016 | 00:10 WIB
Menteri Susi Akui Ada UU Perikanan Berpihak Pada Asing
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti didampingi Kalakhar Satgas 115 memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (1/8). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tetap konsisten berperan sebagai motor penggerak dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia bersama aparat penegak hukum lainnya yang tergabung dalam Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal atau Satgas 115.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pun menegaskan, penegakan kedaulatan laut Indonesia yang dilakukan dua tahun terakhir memang sudah sesuai dan merupakan amanat Undang-undang nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan. Menurutnya, peraturan perundang-undangan di Indonesia semuanya sangat bagus. Hanya saja, ada beberapa undang-undang, terutama dalam sektor kelautan dan perikanan dinilai masih ada keberpihakkan terhadap asing.

"Undang-undang di Indonesia semuanya bagus. Tapi sangat disayangkan ada beberapa yang malah mendukung asing. Jadi dulu sebelum saya menjadi menteri, sepertinya memang sudah disetting asing bisa masuk ke perairan Indonesia", kenang Susi saat dirinya pertama menjabat sebagai menteri, dalam kegiatan diskusi bertajuk Studium Generale Menjadi Nasionalis (Menyelami Nasionalisme dari Kedaulatan Laut) di Ruang Sekip University Club, Kampus Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Sabtu (8/10/2016).

Ia pun bersama beberapa ahli hukum, menelaah beberapa Undang-undang lainnya. Susi sangat mengapresiasi Undang-undang Perikanan, yang mengatakan bahwa kapal asing yang masuk ke perairan Indonesia tanpa izin, akan ditenggelamkan. Hal itu sebagai salah satu wujud penegakan kedaulatan di laut dengan memberikan efek gentar bagi kapal-kapal asing ilegal yang berani masuk tanpa izin ke perairan Indonesia. "20 tahun lebih kapal asing beroperasi mengambil ikan kita. Jadi saya ambil ownership, ini menjadi konsesus nasional, semua kapal yang ditangkap, hanya satu konsekuensinya yakni ditenggelamkan", ujar Susi.

Susi menilai, banyaknya ikan di perairan Indonesia merupakan kesempatan emas bagi nelayan Indonesia untuk membidik zonasi penangkapan yang tepat. "Hasil penelitian, dari pemberantasan illegal fishing yang telah dilakulan, biomassa ikan meningkat. Ini kesempatan bagi nelayan melaut, menentukan WPP masing-masing. KKP akan permudah semuanya", terang Susi.

Namudn demikian, setelah laut Indonesia bebas dari kapal-kapal asing, tetap saja ada pihak-pihak yang ingin kapal asing masuk kembali ke perairan. "Itu kedaulatan mereka dimana? Harga kedaulatan terlalu murah untuk dibeli", pungkasnya.

Kinerja KKP dalam memberantas penangkapan ikan secara ilegal selama dua tahun mendapat dukungan penuh dari Presiden, dimana secara resmi menjadikan perikanan tangkap masuk ke daftar negatif bagi investasi asing. Hubungan Indonesia dengan beberapa negara pun tetap terjaga dengan baik, yakni memanfaatkan moment melimpahnya hasil tangkapan dengan mengijinkan investasi asing masuk ke industri pengolahan.

Ke depan, Susi menjelaskan akan memperkuat pengawasan terkait penyelundupan yang dilakukan melalui laut. Dari beberapa kasus yang terjadi, penyelundupan ternyata salah satu indikator yang dapat melemahkan pertumbuhan sektor kelautan dan perikanan. "Dulu GAM (gerakan Aceh Merdeka-red) mendapat senjata dari kapal ikan Filipina. Sekarang kita concern ke pengawasan penyelundupan. Inilah mengapa illegal fishing bukan hanya soal ikan. Untuk pengawasan penyelundupan, nanti kami mungkin memasukkan unsur Bea Cukai dan Satgas di dalamnya", paparnya.

Sejalan dengan upaya tersebut, KKP bersama Satgas 115 terus mendorong tindak pidana perikanan dan pidana terkait perikanan lainnya sebagai kejahatan transnasional terorganisir (Transnational Organized Crime/TOC). Upaya yang dilakukan salah satunya dengan meningkatkan kesadaran global melalui penyelenggaraan kegiatan the 2nd International Symposium on Fisheries Crime (FishCRIME) pd tgl 9-11 Oktober 2016 di Hotel Hyatt Regency, Yogyakarta. Kegiatan ini digelar Pemerintah Indonesia dalam hal ini KKP bersama pemerintah Norwegia dan Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) dengan menghadirkan perwakilan negara tingkat tinggi serta para ahli internasional terkemuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Senin Esok, Jokowi Buka Simposium Perikanan di Yogyakarta

Senin Esok, Jokowi Buka Simposium Perikanan di Yogyakarta

Bisnis | Sabtu, 08 Oktober 2016 | 21:19 WIB

Total Ada 37 Proyek Reklamasi di Indonesia

Total Ada 37 Proyek Reklamasi di Indonesia

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 18:37 WIB

Menteri Susi Akui Banyak Izin Reklamasi Pulau Bermasalah

Menteri Susi Akui Banyak Izin Reklamasi Pulau Bermasalah

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 16:15 WIB

Kadin Sebut Sektor Perikanan Nasional Semakin Merosot

Kadin Sebut Sektor Perikanan Nasional Semakin Merosot

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 12:28 WIB

KKP Minta Nelayan Bali Abaikan Seruan ATLI

KKP Minta Nelayan Bali Abaikan Seruan ATLI

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 19:25 WIB

Pemerintah Minta Nelayan Pantura Tidak Menjual Izin Kapal

Pemerintah Minta Nelayan Pantura Tidak Menjual Izin Kapal

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 05:56 WIB

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Kelautan

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Kelautan

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 05:49 WIB

KKP Tangkap 8 Kapal Pencuri Ikan di Perairan Sulawesi

KKP Tangkap 8 Kapal Pencuri Ikan di Perairan Sulawesi

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 05:44 WIB

KKP dan Perindo Revitalisasi Pelabuhan Perikanan Muara Baru

KKP dan Perindo Revitalisasi Pelabuhan Perikanan Muara Baru

Bisnis | Rabu, 28 September 2016 | 05:02 WIB

Pemerintah Kembali Soroti Tindak Kejahatan Perikanan

Pemerintah Kembali Soroti Tindak Kejahatan Perikanan

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 04:57 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Mengetahui Tingkat pH Sabun Cuci Muka yang Aman?

Bagaimana Cara Mengetahui Tingkat pH Sabun Cuci Muka yang Aman?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 20:15 WIB

Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:11 WIB

Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United

Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 20:10 WIB

Kapolres Sukoharjo Dicopot Buntut Penggerebekan Ponpes, DPR Ingatkan Polisi Jangan Langgar Hukum

Kapolres Sukoharjo Dicopot Buntut Penggerebekan Ponpes, DPR Ingatkan Polisi Jangan Langgar Hukum

News | Selasa, 03 November 2026 | 20:04 WIB

Danantara Siap-siap 'Akusisi', Menkeu Tanggapi Isu Kemenkeu Jadi Pemilik Saham BEI

Danantara Siap-siap 'Akusisi', Menkeu Tanggapi Isu Kemenkeu Jadi Pemilik Saham BEI

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 20:00 WIB

Heboh Isu Penangkapan Jenderal, Listyo Sigit Prabowo Bersuara Lantang Singgung NKRI

Heboh Isu Penangkapan Jenderal, Listyo Sigit Prabowo Bersuara Lantang Singgung NKRI

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:55 WIB

Danantara Mulai Garap Proyek Kampung Haji di Mekkah Akhir 2026

Danantara Mulai Garap Proyek Kampung Haji di Mekkah Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:51 WIB

OJK Tutup BPR Agritrans Batumarta di OKU, Ini Penyebab dan Nasib Simpanan Nasabah

OJK Tutup BPR Agritrans Batumarta di OKU, Ini Penyebab dan Nasib Simpanan Nasabah

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:51 WIB

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:43 WIB

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Health | Selasa, 03 November 2026 | 19:41 WIB

×