Kadin Sebut Sektor Perikanan Nasional Semakin Merosot

Adhitya Himawan

Selasa, 04 Oktober 2016 | 12:28 WIB
Kadin Sebut Sektor Perikanan Nasional Semakin Merosot
Fasilitas pendingin ikan (cold storage) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengingatkan sektor perikanan menuju deindustrilisasi secara paripurna.  Terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) No. 7/2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional ternyata belum mampu membangkitkan optimisme pelaku industri perikanan di berbagai daerah. Hal ini disebabkan berbagai aturan dibawahnya di kementerian perikanan tidak mengalami relaksasi sebagaimana diinginkan Presiden.

“Kalau tidak ada terobosan dalam waktu dekat kita menuju pada era deindustrilisasi perikanan secara paripurna,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia H.Andi Rukman Karumpa di Jakarta, Selasa (4/10/2016). Andi mengatakan, kinerja industri perikanan kian hari menuju kepada kemunduran. Berbagai unit pengolahan ikan (UPI), utamanya di Kawasan Timur, mengalami penurunan kapasitas produksi terpasang.

“Misalnya di sentra perikanan Bitung, Sulawesi Utara, pada 2014 dari 53 unit pengolahan ikan (UPI) dengan total kapasitas terpasang 361.200 ton per tahun dan utilitas pabrik sekitar 41,86 persen. Namun, pada 2015 utilitasnya menurun menjadi 22,53 persen,” jelas Andi.

Bahkan, ujar Andi, Kota Bitung yang dijuluki Kota Cakalang kini menjadi mengimpor ikan cakalang dari India, Taiwan dan Korea Selatan. Padahal pada 2014, Indonesia terkenal sebagai penghasil cakalang terbesar di dunia. Indonesia memproduksi  sebanyak 418.633 ton atau 14 persen dari total produksi Cakalang dunia yang mencapai 3 juta ton.

Penurunan produksi UPI tersebut berdampak pada penurunan ekspor perikanan Bitung. “Penurunan ekspor ini juga membuat Bitung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bisa kehilangan magnetnya. Padahal sebagian besar KEK ini mengandalkan industri perikanan,” tambah Andi. Volume ekspor perikanan Bitung sekitar 31.007 ton atau senilai 125,88 juta Dolar AS pada 2014, jumlahnya susut menjadi 19.323 ton atau senilai 97,58 juta Dolar Amerika Serikat (AS) pada 2015. Total eskpor secara nasional pun turun 15 persen, dari 4,64 miliar Dolar AS pada 2014 menjadi 3,94 miliar Dolar AS pada 2015.

Sebagaimana diketahui, guna percepatan pembangunan industri perikanan nasional, Presiden Joko Widodo pada 22 Agustus 2016 telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2016 tentang  Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional. Inpres tersebut ditujukan kepada 25 (dua puluh lima pejabat), yaitu Menko Polhukam, Menko Kemaritiman, Menko Perekonomian,  Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Mendagri, Menlu, Menteri Keuangan,  Menhub, Menperin, Mendag, Menteri ESDM, Menteri PUPR, Menteri BUMN, Menristek Dikti, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menkop dan UKM, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala Bakamla, Kepala BKPM, Kepala BNPP, Kepala BPOM, para gubernur, dan para bupati/walikota. “Sayangnya, Inpres ini belum cukup serius ditindaklanjuti oleh lembaga dan kementrian terkait,” lanjut Andi.

Sejalan dengan Andi, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan Perikanan Yugi Prayanto mengatakan, semestinya dengan adanya Inpres ini menjadi saat yang tepat untuk mendengarkan masukan dari nelayan dan pelaku industry perikanan. “Ini momen yang tepat untuk mendengar masukan-masukan dan usulan nelayan dan industri perikanan agar ke depan tumbuh makin banyak industri perikanan dan tersebar ke seluruh indonesia, dengan catatan industri ini mendapat dukungan ketersediaan energi dari pembangkit gas dan listrik, khususnya  di Indonesia Timur, yang merupakan lumbung ikan nasional,” pungkas Yugi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KKP Minta Nelayan Bali Abaikan Seruan ATLI

KKP Minta Nelayan Bali Abaikan Seruan ATLI

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 19:25 WIB

Pemerintah Minta Nelayan Pantura Tidak Menjual Izin Kapal

Pemerintah Minta Nelayan Pantura Tidak Menjual Izin Kapal

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 05:56 WIB

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Kelautan

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Kelautan

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 05:49 WIB

KKP dan Perindo Revitalisasi Pelabuhan Perikanan Muara Baru

KKP dan Perindo Revitalisasi Pelabuhan Perikanan Muara Baru

Bisnis | Rabu, 28 September 2016 | 05:02 WIB

Menko Maritim Akui Laporan Pajak Sektor Perikanan Rendah

Menko Maritim Akui Laporan Pajak Sektor Perikanan Rendah

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 14:46 WIB

Menperin Cari Cara Dongkrak Industri Perikanan Nasional

Menperin Cari Cara Dongkrak Industri Perikanan Nasional

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 14:01 WIB

Jokowi Tak Puas Kontribusi Laut ke PDB Nasional Dibawah 30 Persen

Jokowi Tak Puas Kontribusi Laut ke PDB Nasional Dibawah 30 Persen

Bisnis | Rabu, 14 September 2016 | 07:20 WIB

Anggaran Dipangkas, KKP Tunda Pembangunan Cold Storage di Papua

Anggaran Dipangkas, KKP Tunda Pembangunan Cold Storage di Papua

Bisnis | Rabu, 14 September 2016 | 06:53 WIB

Pelarangan Operasi Angkutan Barang Rugikan Perekonomian

Pelarangan Operasi Angkutan Barang Rugikan Perekonomian

Bisnis | Sabtu, 10 September 2016 | 08:32 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×