Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dolar AS Menguat Didorong Ekspetasi Kenaikan Suku Bunga

Yazir Farouk

Selasa, 15 November 2016 | 07:02 WIB
Dolar AS Menguat Didorong Ekspetasi Kenaikan Suku Bunga
Ilustrasi dolar Amerika Serikat [freedigitalphoto.net/David Castillo Dominici]

Suara.com - Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Senin (14/11/2016) atau Selasa pagi WIB, karena kebijakan-kebijakan ekonomi potensial Presiden AS terpilih Donald Trump mendorong ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Dengan tidak adanya data utama yang dirilis hari ini, para investor mengakses prospek ekonomi AS di bawah pemerintahan Trump.

Analis mengatakan bahwa meningkatnya kemungkinan pemotongan pajak dan serangkaian kebijakan yang secara umum pro-pertumbuhan dari Trump, dibantu dan didukung oleh keberhasilan Partai Republik menyapu bersih kursi di kongres, mengangkat spekulasi pasar untuk kebangkitan kembali inflasi serta lebih banyak kenaikan suku bunga di waktu mendatang.

Selain itu, Wakil Ketua Fed Stanley Fischer mengatakan dalam sesi sebelumnya bahwa ia memperkirakan suku bunga AS meningkat secara bertahap.

Dia menambahkan bahwa bank sentral AS hampir mencapai dual mandatnya, menurut CNBC.

Awal bulan ini, the Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah di tengah ketidakpastian tentang reaksi pasar terhadap hasil pemilihan presiden AS. Namun mengisyaratkan bahwa pihaknya bisa menaikkan suku bunga lagi secepat Desember.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, naik 1,05 persen menjadi 100,10 pada akhir perdagangan Senin, tertinggi dalam 11 bulan.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,0729 dolar AS dari 1,0844 dolar AS, dan pound Inggris merosot ke 1,2491 dolar AS dari 1,2597 dolar AS. Dolar Australia turun menjadi 0,7540 dolar AS dari 0,7543 dolar AS.

Dolar AS dibeli 108,42 yen Jepang, lebih tinggi daripada 106,77 yen di sesi sebelumnya. Dolar naik tipis menjadi 0,9985 franc Swiss dari 0,9889 franc Swiss, dan naik ke 1,3560 dolar Kanada dari 1,3537 dolar Kanada. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dolar AS Naik Setelah Turun Tajam

Dolar AS Naik Setelah Turun Tajam

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2016 | 07:42 WIB

FED Indikasikan Kenaikan Suku Bunga, Dolar AS Menguat

FED Indikasikan Kenaikan Suku Bunga, Dolar AS Menguat

Bisnis | Jum'at, 20 Mei 2016 | 05:51 WIB

Dolar AS Menguat Didukung Risalah Pertemuan FED

Dolar AS Menguat Didukung Risalah Pertemuan FED

Bisnis | Kamis, 19 Mei 2016 | 06:24 WIB

Kurs Dolar AS Menguat Jelang Pertemuan FED

Kurs Dolar AS Menguat Jelang Pertemuan FED

Bisnis | Selasa, 15 Maret 2016 | 08:00 WIB

Dolar AS Menguat Terhadap Mata Uang Negara Berkembang di Asia

Dolar AS Menguat Terhadap Mata Uang Negara Berkembang di Asia

Bisnis | Rabu, 20 Januari 2016 | 14:43 WIB

Terkini

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB