Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dolar AS Menguat Terhadap Mata Uang Negara Berkembang di Asia

Adhitya Himawan

Rabu, 20 Januari 2016 | 14:43 WIB
Dolar AS Menguat Terhadap Mata Uang Negara Berkembang di Asia
Dolar AS kembali menguat [Antara]

Suara.com -  Kurs dolar menguat terhadap mata uang negara-negara berkembang di Asia pada Rabu (20/1/2016), karena sentimen risiko terpukul oleh kemunduran terbaru di pasar saham regional.

Para investor bergerak keluar dari unit-unit negara berkembang berimbal hasil lebih tinggi dan berisiko, setelah Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa mengumumkan pihaknya telah memutuskan untuk menurunkan proyeksi pertumbuhan global tahun ini.

Harga minyak mentah AS yang mencapai posisi terendah baru 12-tahun dan munculnya kembali kekhawatiran tentang pelambatan ekonomi Tiongkok, juga menambah suasana semakin suram, meredam selera investor terhadap aset-aset berisiko.

Pergerakan itu telah membebani unit-unit yang terkait komoditas seperti dolar Australia dan ringgit Malaysia, sementara juga mendorong unit-unit negara berkembang seperti won Korea Selatan dan rupiah di Indonesia lebih rendah.

"Penghindaran risiko meningkat di suasana pasar hari ini," Daisuke Karakama, kepala ekonom pasar di Mizuho Bank, mengatakan kepada Bloomberg.

"Penghindaran risiko berasal dari kekhawatiran tentang ekonomi Tiongkok." Dolar turun menjadi 116,97 yen dari 117,59 yen di New York pada Selasa.

Aksi jual Rabu mengikuti perkembangan lebih positif hari sebelumnya, ketika sentimen menerima dorongan setelah Tiongkok merilis data yang menunjukkan ekonomi terbesar kedua dunia itu tumbuh tahun lalu sesuai dengan harapan.

Angka resmi menunjukkan pertumbuhan PDB Tiongkok datang pada 6,9 persen tahun lalu, masih tingkat terlemah selama seperempat abad dan di bawah 7,3 persen pada 2014.

Namun, kekhawatiran tentang pertumbuhan lebih lambat Tiongkok dan di seluruh dunia muncul kembali setelah IMF memangkas prospek pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,4 persen dari sebelumnya 3,6 persen, mengatakan ada risiko substansial di negara-negara berkembang utama.

Aussie kehilangan 0,58 persen terhadap greenback, sementara ringgit turun 0,29 persen.

Won turun 0,65 persen, rupiah turun 0,37 persen dan dolar Singapura turun 0,1 persen.

Baht Thailand, sementara itu, kehilangan 0,06 persen dan dolar Taiwan melemah 0,2 persen.

Dolar Selandia Baru juga jatuh, kehilangan 0,45 persen, karena inflasinya datang di tingkat terlemah dalam 16 tahun, memicu spekulasi otoritas moneter bisa menurunkan suku bunga dari posisi yang sudah di rekor terendah.

Perdagangan euro bervariasi menjelang pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa pada Kamis di Frankfurt, setelah meluncurkan langkah-langkah stimulus baru bulan lalu yang secara luas dianggap sebagai tidak cukup.

Mata uang tunggal menguat terhadap greenback, diambil 1,0951 dolar dari 1,0912 dolar di New York pada Selasa, sementara jatuh menjadi 128,10 yen dari 128,33 yen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:35 WIB

3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP

3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:15 WIB

Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu

Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 08:02 WIB

Sederet Dampak Rupiah Melemah pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

Sederet Dampak Rupiah Melemah pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

Video | Senin, 18 Mei 2026 | 18:20 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pedagang Keluhkan Penjualan Elektronik Anjlok

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pedagang Keluhkan Penjualan Elektronik Anjlok

Video | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:30 WIB

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:21 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:48 WIB

Pasang Surut Rupiah Sejak 1998, Kurs Dolar Kembali Mendekati Level Krisis Moneter?

Pasang Surut Rupiah Sejak 1998, Kurs Dolar Kembali Mendekati Level Krisis Moneter?

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 15:29 WIB

Rupiah Terus Lemas, Kurs Dolar AS di Jual Rp17.000 di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Rupiah Terus Lemas, Kurs Dolar AS di Jual Rp17.000 di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:32 WIB

Terkini

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:00 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB