Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Ini 3 Sikap untuk Memaksimalkan Jasa Perencana Keuangan

Angelina Donna

Senin, 28 November 2016 | 19:34 WIB
Ini 3 Sikap untuk Memaksimalkan Jasa Perencana Keuangan
Ilustrasi (shutterstock)

Mengurus keuangan pada zaman modern yang semakin kompleks ini ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Banyak masalah yang dihadapi oleh kebanyakan orang dalam mengelola penghasilan dan pengeluaran mereka. Selain itu, banyak pula yang salah dalam membeli produk keuangan sehingga tidak bisa mendapatkan manfaat yang maksimal.

Ada pula yang terjebak dalam kebiasaan yang salah dalam mengelola keuangan sehingga belum dapat mencapai kemapanan secara finansial. Peran perencana keuangan pun makin penting, karena di tengah kesibukan Anda mungkin tidak dapat mengelola sendiri keuangan dengan maksimal. Untuk itu diperlukan ahli yang memang khusus menekuni bidang tersebut.

Suara.com - Bagi yang sudah memutuskan untuk menggunakan jasa perencana keuangan, tentu ingin mendapatkan manfaat yang maksimal bukan? Hal ini tentu wajar karena Anda telah membayar fee untuk perencana tersebut.

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, pertama-tama harus dimulai dari sikap Anda dalam menjalin hubungan dengan perencana keuangan tersebut. Simak 3 sikap yang perlu Anda terapkan agar dapat mengambil manfaat yang maksimal:

 1.Kenali perencana keuangan Anda

Mengenali bukan hanya mengetahui nama dan gelarnya serta alamat dan kantornya, tetapi lebih dari itu Anda harus mendalami rekam jejak perencana keuangan tersebut dalam dunia finansial. Anda juga perlu mengetahui penilaian pengguna jasa terhadap perencana keuangan tersebut. Kenali pula secara personal dengan membangun komunikasi dengan perencana keuangan yang bersangkutan.

Melalui komunikasi, Anda dapat merasakan apakah perencana keuangan ini dapat memberikan rasa nyaman ketika berdiskusi dan komunikasi. Kenali pula gaya dan pendekatan dari perencana keuangan tersebut dan nilailah apakah yang bersangkutan juga tulus membantu atau tidak. Perencanaan keuangan merupakan hal yang sangat personal, sehingga pengenalan secara pribadi sangat membantu dalam proses diskusi ke depannya.

2. Jujur kepada perencana keuangan

Kejujuran merupakan hal yang penting dalam perencanaan keuangan. Sama seperti ketika pergi ke dokter, Anda harus jujur menceritakan kebiasaan, kondisi, dan gejala yang dirasakan agar dokter dapat melakukan diagnosis dan memberi solusi yang tepat. Begitu juga dengan perencana keuangan yang harus mengetahui kondisi keuangan, penghasilan, dan pengeluaran dari klien secara jelas agar dapat memberikan nasihat yang tepat.

Di sinilah peran Anda untuk jujur dalam memberikan data-data yang diperlukan. Memang tidak mudah, apalagi karena keuangan merupakan hal yang cukup sensitif sehingga Anda mungkin kurang nyaman untuk menceritakan secara terbuka. Tapi pahamilah bahwa keterbukaan tersebut diperlukan agar dapat memberikan manfaat yang maksimal.

Di sisi lain, perencana keuangan juga harus jujur kepada Anda mengenai produk keuangan yang ditawarkan. Seluruh kelebihan dan kekurangan dari produk tersebut arus dijelaskan dengan gamblang agar dapat mengetahui segala konsekuensi yang muncul dari produk tersebut. Perencana keuangan juga harus jujur bila melalui penjualan produk tersebut dia mendapat keuntungan/komisi dari perusahaan yang mempunyai produk itu.

3.  Berpikiran terbuka

Menggunakan jasa perencana keuangan berarti menggunakan keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang dimiliki sang perencana untuk membantu Anda mengelola keuangan. Dengan demikian, Anda perlu terbuka dalam mempertimbangkan usulan yang diberikan dari perencana keuangan. Anda harus mengosongkan isi gelas pikiran agar dapat menerima ide-ide baru. Jangan menolak mentah-mentah usulan yang disampaikan hanya karena tidak terbiasa dengan usulan tersebut.

Jangan pula menolak suatu produk keuangan hanya karena Anda sering mendengar rumor atau pengalaman negatif mengenai produk tersebut. Pelajari dan cermati dahulu sehingga dapat menilai dengan objektif.

Pertimbangkan segala usulan dengan rasional dan bila kurang jelas, minta perencana keuangan untuk menjelaskan secara detil usulan dan rencana yang dia ajukan. Keterbukaan pikiran akan menuntun Anda untuk mendapatkan lebih banyak pengetahuan mengenai dunia finansial yang bisa membantu mencapai kemapanan finansial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tips 30 Hari Tunda Pengeluaran untuk Keuangan yang Lebih Baik

Tips 30 Hari Tunda Pengeluaran untuk Keuangan yang Lebih Baik

Bisnis | Kamis, 24 November 2016 | 20:43 WIB

Cukup 5 Langkah untuk Memotivasi Anda Terus Menabung

Cukup 5 Langkah untuk Memotivasi Anda Terus Menabung

Bisnis | Rabu, 23 November 2016 | 20:46 WIB

Ini Dia Jenis KPR yang Perlu Anda Tahu

Ini Dia Jenis KPR yang Perlu Anda Tahu

Bisnis | Sabtu, 19 November 2016 | 16:15 WIB

Mengintip Perencanaan Keuangan Para Suami Dalam Rumah Tangga

Mengintip Perencanaan Keuangan Para Suami Dalam Rumah Tangga

Bisnis | Jum'at, 18 November 2016 | 19:40 WIB

Terkini

Dukung Guru PPPK Diangkat Jadi PNS, Legislator PDIP Minta Wilayah 3T dan NTT Jadi Prioritas

Dukung Guru PPPK Diangkat Jadi PNS, Legislator PDIP Minta Wilayah 3T dan NTT Jadi Prioritas

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:46 WIB

Tiga Polisi di Bengkalis Demosi 3 Tahun, Patsus 30 Hari Imbas Kasus Penganiayaan

Tiga Polisi di Bengkalis Demosi 3 Tahun, Patsus 30 Hari Imbas Kasus Penganiayaan

Riau | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:43 WIB

Lawan Praperadilan Febrie Adriansyah, Polri Siapkan Bukti Surat dan Ahli Besok

Lawan Praperadilan Febrie Adriansyah, Polri Siapkan Bukti Surat dan Ahli Besok

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:42 WIB

Diskon Istimewa, Manfaatkan Promo HUT Superindo dan BRI Selama Agustus 2026

Diskon Istimewa, Manfaatkan Promo HUT Superindo dan BRI Selama Agustus 2026

Bri | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:42 WIB

Rugikan Negara Rp255 Miliar! Bos Isargas Arso Sadewo Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan

Rugikan Negara Rp255 Miliar! Bos Isargas Arso Sadewo Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:38 WIB

5 Perbedaan Rice Cooker Digital vs Manual, Mana yang Paling Awet dan Tahan Lama?

5 Perbedaan Rice Cooker Digital vs Manual, Mana yang Paling Awet dan Tahan Lama?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:37 WIB

Jadwal Lengkap Persib Bandung di Super League 2026/2027: Era Baru Igor Tolic Dimulai

Jadwal Lengkap Persib Bandung di Super League 2026/2027: Era Baru Igor Tolic Dimulai

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:35 WIB

Isu OTT Pejabat Pemkab Bogor Merebak, Sekda: Kami Masih Pantau Perkembangan

Isu OTT Pejabat Pemkab Bogor Merebak, Sekda: Kami Masih Pantau Perkembangan

Bogor | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:34 WIB

Negara Tetangga RI Tiba-tiba Alami Ledakan Pengangguran, 15.800 Lapangan Kerja Hilang

Negara Tetangga RI Tiba-tiba Alami Ledakan Pengangguran, 15.800 Lapangan Kerja Hilang

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:34 WIB

Ijazah Masih Penting, Tapi Kenapa Dunia Kerja Hanya Melihat Portofolio?

Ijazah Masih Penting, Tapi Kenapa Dunia Kerja Hanya Melihat Portofolio?

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:30 WIB

×