Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Percepat Pencairan Anggaran, Menkeu Dorong Sistem Komputerisasi

Arsito Hidayatullah

Sabtu, 24 Desember 2016 | 05:23 WIB
Percepat Pencairan Anggaran, Menkeu Dorong Sistem Komputerisasi
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Antara)

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan akan mendorong proses pencairan anggaran belanja Kementerian Lembaga pada 2017 dengan menggunakan sistem komputerisasi untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan.

"Kantor perbendaharaan akan melakukan eksperimen dari format laporannya untuk menggunakan online sistem serta mengurangi kertas agar lebih baik dan lebih cepat untuk rekonsiliasi data-data," kata Sri Mulyani di Jakarta, Jumat.

Sri Mulyani mengungkapkan hal tersebut seusai melakukan peninjauan langsung ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta I, IV dan VI untuk memastikan penyelenggaraan tutup tahun anggaran 2016.

Sri Mulyani mengatakan perbaikan terkait sistem komputerisasi ini harus dilakukan karena proses pencairan dana melalui pengajuan Surat Perintah Membayar (SPM) masih menggunakan kertas yang berangkap.

"Dari sisi formulir, menggunakan banyak sekali kertas dan sebagian sampai rangkap tiga untuk pajak, pemotongan dan lain lain. Sementara untuk dokumen asli tidak diperlukan, sehingga bisa dikomputerisasi," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Selain itu, kata dia, terkait pelayanan pencairan anggaran, masih ada keluhan dari supplier atau kontraktor yang merasa terlambat mendapatkan pembayaran dari pemerintah, padahal seluruh persyaratan sudah dipenuhi.

Dengan demikian, Sri Mulyani akan meminta Ditjen Perbendaharaan untuk melakukan pengawasan dan penilaian terhadap kinerja satuan kerja Kementerian Lembaga agar makin efisien, reliable dan responsif agar tidak ada lagi kritik dari supplier atau kontraktor.

"Karena sekarang Kantor Perbendaharaan tidak berhubungan langsung dengan supplier atau kontraktor karena harus lewat satker, maka kami akan monitor kinerja satker. Memonitor 28 ribu satker ini tidak sulit, tapi juga tidak gampang, namun pasti bisa dibuat sistemnya," katanya.

Sri Mulyani mengatakan proses ini harus dilakukan untuk memperbaiki efisiensi dalam birokrasi agar tahapan pencairan anggaran berjalan lebih akuntabel tanpa menimbulkan komplikasi berlebihan yang bisa menyebabkan biaya ekonomi tinggi.

"Kami minta Kantor Perbendaharaan untuk mencari inovasi sehingga tahun-tahun ke depan proses pencairan anggaran bisa jauh lebih efisien, cepat dan akurat untuk memberikan kepastian kepada dunia usaha yang menjadi supplier maupun kontraktor pemerintah," tegasnya.

Terkait peninjauan langsung untuk memantau pelayanan pada akhir tahun, Sri Mulyani memastikan aktivitas pelayanan pencairan anggaran dari seluruh komitmen maupun kontrak oleh satuan kerja akan terus ditingkatkan hingga 31 Desember 2016.

"Kami akan memantau terus, dan banyak pengeluaran yang masih memerlukan dispensasi. Artinya kami harus terus menghitung dan mencatat sampai akhir tahun anggaran berapa penyerapannya," katanya.

Kunjungan ini dilakukan ke KPPN Jakarta I, IV dan VI di Jakarta Pusat, karena KPPN ini mencakup pencairan sekitar 80 persen belanja pemerintah di APBN. Dari 80 persen belanja tersebut, realisasi pencairan hingga pertengahan Desember 2016 telah mencapai 85 persen, dengan proyeksi akhir tahun mencapai 90-93 persen.

Dalam konteks tutup tahun anggaran, KPPN berperan memastikan bahwa setiap tagihan pengeluaran maupun belanja negara pada tahun anggaran berkenaan dapat terselesaikan, terbayarkan tepat waktu dan tersedia serta tercukupi dananya.

KPPN juga memegang peranan penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah penerimaan negara, baik perpajakan maupun non perpajakan telah masuk dan tercatat dalam rekening kas negara.

Terdapat tantangan di akhir tahun bagi Ditjen Perbendaharaan yaitu adanya kecenderungan penumpukan tagihan dari satuan kerja melalui pengajuan SPM ke KPPN, yang berimbas pada meningkatnya jumlah pengajuan SPM pada akhir tahun.

Seiring dengan operasional penuh Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) dan Modul Penerimaan Negara Generasi II (MPNGZ), maka kondisi seperti antrean panjang dari satuan kerja yang mengajukan tagihan pembayaran melalui "front office" KPPN, untuk tutup tahun anggaran 2016 ini relatif dapat direduksi.

Untuk tutup tahun anggaran 2016 diperkirakan akan terdapat sekitar 790.000 SPM yang akan diajukan satuan kerja dan harus diselesaikan oleh KPPN di seluruh Indonesia. Sebanyak 65 persen diantaranya sudah diterima dan diproses maupun diselesaikan.

Khusus untuk KPPN di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta, estimasi tersebut berkisar pada angka 222.000 SPM, dan sebanyak 104.000 SPM diantaranya akan diterima maupun diproses pada penghujung tahun anggaran. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sri Mulyani: Orang Indonesia Kerja Keras Tapi Asetnya Tidur

Sri Mulyani: Orang Indonesia Kerja Keras Tapi Asetnya Tidur

Bisnis | Jum'at, 23 Desember 2016 | 15:35 WIB

Sri Mulyani: 2017, Tim Reformasi Mulai Bekerja

Sri Mulyani: 2017, Tim Reformasi Mulai Bekerja

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2016 | 12:51 WIB

Suku Bunga The Fed Naik, Inilah Harapan Sri Mulyani

Suku Bunga The Fed Naik, Inilah Harapan Sri Mulyani

Bisnis | Kamis, 15 Desember 2016 | 15:14 WIB

Jokowi Jengkel Soal SPJ, Sri Mulyani akan Selesaikan Masalahnya

Jokowi Jengkel Soal SPJ, Sri Mulyani akan Selesaikan Masalahnya

Bisnis | Selasa, 06 Desember 2016 | 17:51 WIB

Terkini

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI

Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI

Sport | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS

Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat

Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut

Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang

Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×