Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Tren Anabul Jadi Anggota Keluarga, OJK Sebut Potensi Besar Asuransi Hewan Peliharaan

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 17 April 2026 | 09:03 WIB
Tren Anabul Jadi Anggota Keluarga, OJK Sebut Potensi Besar Asuransi Hewan Peliharaan
Ilustrasi anabul kucing.[Suara.com/Dini Afrianti]
  • OJK menilai tingginya tren kepemilikan hewan peliharaan di Indonesia sebagai peluang besar pengembangan produk asuransi kesehatan hewan.
  • Saat ini, industri asuransi hewan masih menghadapi tantangan berupa terbatasnya jumlah penyedia layanan dan rendahnya literasi masyarakat.
  • OJK mendorong perusahaan asuransi menciptakan produk inovatif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta perlindungan bagi konsumen.

Suara.com - Fenomena masyarakat perkotaan yang menganggap hewan peliharaan (anabul) sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga kian meningkat.

Tren ini dinilai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai peluang emas bagi industri perasuransian untuk mengembangkan produk asuransi hewan peliharaan (pet insurance).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyatakan bahwa potensi pasar asuransi hewan di Indonesia masih sangat luas. Hal ini didorong oleh tingginya kebutuhan pemilik hewan terhadap proteksi finansial untuk biaya perawatan medis.

"Saat ini, biaya perawatan medis hewan seperti rawat inap dan tindakan operasi umumnya masih ditanggung secara mandiri oleh pemilik. Di kawasan Asia Pasifik, pasar asuransi hewan menunjukkan pertumbuhan tinggi, sementara di Indonesia penetrasinya masih relatif rendah," ujar Ogi Prastomiyono dalam jawaban tertulis, Jumat (17/4/2026).

Meski memiliki prospek yang cerah, Ogi mengakui bahwa industri asuransi hewan di dalam negeri masih menghadapi sejumlah tantangan. Hingga saat ini, jumlah perusahaan asuransi yang menyediakan produk khusus hewan peliharaan masih sangat terbatas.

Selain keterbatasan jumlah penyedia, tingkat literasi masyarakat mengenai pentingnya asuransi hewan juga menjadi hambatan. Belum banyak pemilik hewan yang menyadari bahwa risiko kesehatan hewan kesayangan mereka dapat dialihkan ke produk asuransi.

Kepala Eksekutif Pengawas PPDP OJK, Ogi Prastomiyono di Jakarta, Senin (15/12/2025). [Suara.com/Rina]
Kepala Eksekutif Pengawas PPDP OJK, Ogi Prastomiyono di Jakarta. [Suara.com/Rina]

“Produk asuransi hewan di Indonesia saat ini masih terbatas dengan jumlah penyedia yang relatif sedikit dan belum menjangkau pasar secara luas. Tingkat literasi masyarakat juga masih perlu ditingkatkan,” tambahnya.

Menyikapi kondisi tersebut, OJK mendorong perusahaan asuransi untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

OJK melihat situasi ini bukan hanya sebagai bisnis semata, tetapi juga sebagai bentuk edukasi keuangan baru bagi masyarakat.

Meski demikian, Ogi memberikan catatan penting bagi para pelaku industri yang ingin terjun ke ceruk pasar ini. Ia menekankan bahwa pengembangan produk harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

"OJK memandang kondisi ini sebagai peluang bagi industri untuk mengembangkan produk yang inovatif, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, perlindungan konsumen, dan keberlanjutan bisnis," tegas Ogi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:40 WIB

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:53 WIB

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 03:31 WIB

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:42 WIB

BRI Life Incar Pasar Kesehatan Premium

BRI Life Incar Pasar Kesehatan Premium

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 08:19 WIB

Terkini

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 19:21 WIB

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 18:38 WIB

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:45 WIB

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:22 WIB

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:11 WIB