ESDM Dorong Bangun Infrastruktur Gas

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 15 Januari 2017 | 01:12 WIB
ESDM Dorong Bangun Infrastruktur Gas
Ilustrasi gas buang [Shutterstock]

Suara.com - Pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur gas di Jawa Barat. Sebab saat ini mengalami ketidakseimbangan antara permintaan dan suplai.

"Pertumbuhan industri yang pesat menjadikan permintaan gas di daerah tersebut sangat tinggi. Untuk itu, kami akan terus mendorong pembangunan infrastruktur," katanya Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, IGN Wiratmaja Puja dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (14/1/2017).

Jawa Barat merupakan salah satu daerah dengan tingkat permintaan gas paling tinggi, sama seperti Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Pertumbuhan industri yang baik itu, lanjutnya, tentu saja harus diimbangi pembangunan infrastruktur. Beberapa contoh industri yang mengalami peningkatan permintaan, termasuk di antaranya Pupuk Kujang yang meminta penambahan pasokan gas.

Permintaan gas untuk industri di Bandung juga cukup banyak, namun belum ada infrastruktur ke sana. Dengan demikian, permintaan tersebut belum sepenuhnya dapat dipenuhi. Selain itu, perkembangan industri di Jawa Barat bagian timur juga membuat permintaan meningkat.

"Karena di Bandung belum ada gas masuk, kita mendorong agar Pertamina dan PGN membuat pipa ke Bandung. Saat ini pembangunan infrastruktur ke Bandung sedang dilakukan feasibility study," kata Wiratmaja.

Untuk memenuhi kebutuhan gas di Jawa Barat bagian timur, Kementerian ESDM juga mendorong pembangunan pipa dari Muara Tawar, Muara Karang menuju Tegalgede. Pertamina dan PGN saat ini sedang membangun pipa tersebut, katanya.

"Untuk sementara, pasokan gas ke beberapa daerah dilakukan dengan mempergunakan tabung dalam bentuk CNG. Untuk meningkatkan suplai, kita juga mendorong ONWJ PHE untuk meningkatkan produksi," lanjut Wiratmaja.

Menurut dia, banyaknya permintaan gas menjadi pertanda menggembirakan. Sebab, berbeda dengan BBM yang sebagian harus impor, gas seluruhnya dihasilkan dari dalam negeri sehingga bisa menghemat devisa. Gas juga ramah lingkungan dan harganya lebih murah dibandingkan BBM.

Data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar yang tinggi menyebabkan peningkatan defisit gas. Pada 2013, defisit untuk neraca gas di Jabar sudah mencapai 635 MMSCFD. Defisit tersebut diperkirakan terus meningkat, menjadi 1.450 MMSCFD pada 2020 dan 2.009 MMSCFD pada 2025.

Anggota Dewan Energi Nasional, Profesor Rinaldy Dalimi mendukung upaya Ditjen Migas Kementerian ESDM, yang berupaya mendorong pembangunan infrastruktur gas.

Menurut dia, jika permintaan industri sudah tinggi maka infrastruktur memang harus ditambah. Tetapi harus dilihat dahulu, apakah industri berada di lokasi yang sama dengan sumber gas atau tidak. Jika di lokasi yang dekat, tentu yang dibutuhkan hanya penambahan jumlah pasokan gas. "Tetapi kalau jauh, mau tidak mau harus dengan penambahan infrastruktur," kata Rinaldy. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

OJK Minta Pemda Perhatikan Nasib Bank Daerah

OJK Minta Pemda Perhatikan Nasib Bank Daerah

Bisnis | Jum'at, 13 Januari 2017 | 14:44 WIB

2017, OJK Fokus Ke Peran Industri Jasa Keuangan

2017, OJK Fokus Ke Peran Industri Jasa Keuangan

Bisnis | Jum'at, 13 Januari 2017 | 13:11 WIB

PGN Alirkan Gas Bumi ke 4.000 Rumah Tangga di Batam

PGN Alirkan Gas Bumi ke 4.000 Rumah Tangga di Batam

Bisnis | Jum'at, 13 Januari 2017 | 07:09 WIB

Kemenperin Catat Investasi Smelter Telah Capai 22 Miliar Dolar AS

Kemenperin Catat Investasi Smelter Telah Capai 22 Miliar Dolar AS

Bisnis | Kamis, 12 Januari 2017 | 14:42 WIB

Kemenperin Pacu Kawasan Industri Berbasis Smelter

Kemenperin Pacu Kawasan Industri Berbasis Smelter

Bisnis | Kamis, 12 Januari 2017 | 14:36 WIB

Belanja Iklan Rokok Kretek Terbesar Ketiga di Televisi

Belanja Iklan Rokok Kretek Terbesar Ketiga di Televisi

Bisnis | Kamis, 12 Januari 2017 | 12:58 WIB

BRI Kembangkan Desa Wisata Di Sekitar Candi Borobudur

BRI Kembangkan Desa Wisata Di Sekitar Candi Borobudur

Bisnis | Kamis, 12 Januari 2017 | 10:42 WIB

APB3I Minta Relaksasi Ekspor Cuma Untuk Kemajuan Smelter Bauksit

APB3I Minta Relaksasi Ekspor Cuma Untuk Kemajuan Smelter Bauksit

Bisnis | Rabu, 11 Januari 2017 | 15:07 WIB

Jonan: Hilirisasi Mineral Harus Jalankan Enam Arahan Presiden

Jonan: Hilirisasi Mineral Harus Jalankan Enam Arahan Presiden

Bisnis | Rabu, 11 Januari 2017 | 14:56 WIB

KKP Dongkrak Kualitas SDM untuk Industri Perikanan

KKP Dongkrak Kualitas SDM untuk Industri Perikanan

Bisnis | Rabu, 11 Januari 2017 | 11:24 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×