Dolar AS Melemah Ketika Petemuan FED Dimulai

Ririn Indriani

Rabu, 01 Februari 2017 | 05:00 WIB
Dolar AS Melemah Ketika Petemuan FED Dimulai
Ilustrasi nilai dolar AS jatuh terhadap mata uang lainnya. [shutterstock]

Suara.com - Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), ketika Federal Reserve memulai pertemuan kebijakan dua harinya.

he Fed dijadwalkan akan merilis keputusan kebijakan terbaru setelah berakhirnya pertemuan dua hari pada Rabu sore waktu setempat. Para analis secara luas percaya bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan ini, tetapi masih akan diawasi secara ketat untuk petunjuk lebih lanjut tentang waktu kenaikan suku bunga berikutnya.

Pada pertemuan Desember, bank sentral AS menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, satu-satunya pada 2016, dan mengindikasikan laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat pada 2017.

Dolar AS juga di bawah tekanan karena komentar Presiden AS Donald Trump. Menurut Reuters, dalam pertemuan dengan kepala eksekutif dari beberapa pembuat obat terkemuka pada Selasa, Trump mengatakan perusahaan obat telah melakukan alih daya produksi karena devaluasi mata uang dengan negara-negara lain.

Pernyataan-pernyataan itu meningkatkan ekspektasi bahwa pemerintahan AS yang baru akan membuat langkah-langkah untuk melemahkan greenback.

Di sisi ekonomi, Indeks Keyakinan Konsumen Conference Board datang di 111,8, turun dari 113,3 pada Desember dan gagal memenuhi harapan pasar sebesar 122,2.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, merosot 0,88 persen menjadi 99,548 pada akhir perdagangan Selasa.

Pada akhir perdagangan New York, euro melonjak menjadi 1,0801 dolar dari 1,0693 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2580 dolar dari 1,2482 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7584 dolar dari 0,7552 dolar.

Dolar AS dibeli 112,76 yen Jepang, lebih rendah dari 113,69 yen pada sesi sebelumnya. Dolar melemah menjadi 0,9888 franc Swiss dari 0,9953 franc Swiss, dan bergerak turun menjadi 1,3025 dolar Kanada dari 1,3116 dolar Kanada.(Antara/Xinhua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Forextime: Rupiah Tertekan Jelang Rilis Ketenagakerjaan AS

Forextime: Rupiah Tertekan Jelang Rilis Ketenagakerjaan AS

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 14:12 WIB

Dolar AS Menguat, Harga Minyak Dunia Melorot

Dolar AS Menguat, Harga Minyak Dunia Melorot

Bisnis | Jum'at, 18 November 2016 | 07:52 WIB

Emas Melorot Tertekan Penguatan Luar Biasa Dolar AS

Emas Melorot Tertekan Penguatan Luar Biasa Dolar AS

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 09:06 WIB

Terkini

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Jakarta | Sabtu, 19 September 2026 | 21:32 WIB

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:18 WIB

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:05 WIB

×