Forextime: Rupiah Tertekan Jelang Rilis Ketenagakerjaan AS

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 30 November 2016 | 14:12 WIB
Forextime: Rupiah Tertekan Jelang Rilis Ketenagakerjaan AS
Suasana transaksi pertukaran nilai mata uang asing terhadap rupiah di salah satu gerai Money Changer di Jakarta, Senin (11/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Nuansa kegelisahan kental terasa di pasar negara-negara berkembang menjelang rilis data ketenagakerjaan non pertanian (NFP) AS Jumat ini yang dapat memastikan ekspektasi kenaikan suku bunga AS di bulan Desember. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap bertahan di perdagangan hari Selasa (29/11/2016) dengan harga sedikit meningkat seiring dengan evaluasi investor tentang kemenangan Trump.

"USD terus menguat sehingga mata uang pasar berkembang rentang mengalami penurunan signifikan seperti yang terjadi pada USDIDR yang melemah menuju 13560. "Walaupun sentimen terhadap ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini terus membaik, tekanan dapat terjadi di jangka pendek karena kombinasi antara spekulasi kenaikan suku bunga, menguatnya USD, dan isu seputar terpilihnya Trump membebani situasi Pasar Berkembang," kata Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime dalam keterangan tertulis, Rabu (30/11/2016).

USD stabil menjelang PDB Q3 AS

Meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS di bulan Desember mendukung USD terhadap sekeranjang mata uang. Saat laporan itu dituliskan, harga berkisar di sekitar 101.40. Sentimen terhadap USD sangat bullish dan peningkatan dua bulan mata uang ini mendekati level tertinggi sejak awal 2015 karena efek Trump. Dengan melejitnya optimisme bahwa Donald Trump akan mendongkrak infrastruktur dan memangkas pajak, spekulasi peningkatan pertumbuhan AS pun melejit dan ini dapat mendukung inflasi. Walaupun peningkatan inflasi yang cukup kuat dapat menjadi katalis yang dibutuhkan Federal Reserve untuk meningkatkan suku bunga AS beberapa kali di tahun 2017, investor mungkin harus menunggu hingga rapat Fed Desember ini untuk mendapat kejelasan yang lebih pasti mengenai wacana hawkishini.

Perhatian pasar akan tertuju pada PDB kuartal 3 AS dan keyakinan konsumen yang dapat memberi gambaran tentang kondisi ekonomi terbesar dunia ini. Tren pertumbuhan AS secara umum positif tahun ini dan hal ini dapat terefleksikan apabila revisi PDB Q3 melampaui estimasi 2.9 persen.

Indeks Dolar tetap sangat bullish pada rentang waktu harian karena secara konsisten level tertinggi yang lebih tinggi dan level terendah yang lebih tinggi. Level resistance sebelumnya yaitu 101,00 dapat berubah menjadi level support dinamis yang dapat membuka jalan menuju 102.00 atau bahkan lebih tinggi lagi. Bulls tetap memegang kendali di atas 100.00.

Pound sterling meningkat tajam 

Rapat OPEC mendatang dan antisipasi menjelang rilis NFP membuat GBP sedikit terlupakan dan investor bullish memanfaatkan peluang ini untuk menyerang. Terlepas dari peningkatan jangka pendek, GBP tetap terbelenggu oleh situasi Brexit yang pelik dan ketidakpastian yang membatasi peningkatan mata uang ini. Perdebatan para pakar keuangan mengenai topik Brexit ditambah begitu banyaknya pertanyaan yang belum terjawab seputar rencana pemerintah terkait Brexit sangat mengganggu ketertarikan investor terhadap GBP. 

GBPUSD dapat menderita aksi jual luar biasa dan menguatnya USD dapat menjadi pemicu bagi investor bearish untuk mengantarkan harga lebih rendah lagi. Para penjual perlu menaklukkan level support 1.240 untuk GBPUSD yang dapat membuka jalan menuju 1.220 atau lebih rendah lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dolar AS Menguat, Harga Minyak Dunia Melorot

Dolar AS Menguat, Harga Minyak Dunia Melorot

Bisnis | Jum'at, 18 November 2016 | 07:52 WIB

BI Perlu Terobosan Stabilkan Rupiah

BI Perlu Terobosan Stabilkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 18 November 2016 | 04:18 WIB

Forextime: Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia Menarik Perhatian

Forextime: Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia Menarik Perhatian

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 18:55 WIB

Emas Melorot Tertekan Penguatan Luar Biasa Dolar AS

Emas Melorot Tertekan Penguatan Luar Biasa Dolar AS

Bisnis | Kamis, 17 November 2016 | 09:06 WIB

Forextime: Rupiah Merosot Karena Khawatir Terpilihnya Trump

Forextime: Rupiah Merosot Karena Khawatir Terpilihnya Trump

Bisnis | Rabu, 16 November 2016 | 12:15 WIB

Ini Posisi Rupiah Terhadap Sejumlah Valuta Asing versi BPS

Ini Posisi Rupiah Terhadap Sejumlah Valuta Asing versi BPS

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 17:49 WIB

Sri Mulyani Akui Rupiah Terkena Dampak Donald Trump

Sri Mulyani Akui Rupiah Terkena Dampak Donald Trump

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 14:43 WIB

Rupiah Turun, Ini yang Dilakukan Sri Mulyani

Rupiah Turun, Ini yang Dilakukan Sri Mulyani

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 14:07 WIB

Bappenas Bantah Rupiah Turun Karena Donald Trump Menang

Bappenas Bantah Rupiah Turun Karena Donald Trump Menang

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 12:48 WIB

Forextime: Sensitivitas Pasar Meningkat Menjelang Pilpres AS

Forextime: Sensitivitas Pasar Meningkat Menjelang Pilpres AS

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 15:00 WIB

Terkini

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:34 WIB

Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan

Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China

Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:43 WIB

Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!

Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:41 WIB

Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat

Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:27 WIB

BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo

BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:24 WIB

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:00 WIB

Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI

Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:36 WIB

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:35 WIB

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:16 WIB