Jokowi Minta Kementerian Perdagangan Bikin Terobosan

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Selasa, 21 Februari 2017 | 15:52 WIB
Jokowi Minta Kementerian Perdagangan Bikin Terobosan
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas tentang evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas Provinsi Sumatra Utara di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/2). (Antara)

Suara.com - Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Perdagangan membuat terobosan. Agar‎ optimisme rakyat Indonesia akan menjadikan kondisi perekonomian negara menjadi semakin baik.

Hal ini ditekankan Kepala Negara kepada jajarannya dalam membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/2/2017). Kepada jajaran di Kementerian Perdagangan, Jokowi mengingatkan pentingnya meningkatkan pelayanan dan meninggalkan cara-cara kerja lama yang tidak produktif.

"Kebiasaan-kebiasaan seperti itu harus kita hilangkan. Kita menuju pada optimisme 2045, harus diubah semuanya. Perubahan itu dimulai dari kita, mulai dari pejabat-pejabat kita," kata Jokowi.

Sebagai upaya untuk memulai mewujudkan visi besar tersebut, sejumlah arahan diberikan Kepala Negara kepada Kementerian Perdagangan dalam kaitannya dengan tugas dan fungsi. Ketersediaan stok bahan pangan dalam negeri merupakan hal yang pertama kali disinggung oleh Jokowi.

Menurutnya, ketersediaan stok bahan pangan yang mencukupi kebutuhan masyarakat amat menentukan stabilitas harga di pasar. Maka itu, informasi aktual mengenai ketersediaan stok disebut oleh Presiden amat krusial. Ia pun meminta Kementerian Perdagangan untuk beralih menuju dunia digital dengan mengembangkan aplikasi yang dapat memantau harga bahan pangan hingga ke daerah-daerah.

"Aplikasi harus bisa menginformasikan dari pasar-pasar yang ada di daerah sampai ke pusat. Segera bangun sistem itu sehingga stok itu selalu kita lihat. Kalau ada gejolak, satu atau dua bulan sebelumnya bisa kita prediksi dan antisipasi," ujar dia.

Harga bahan pangan yang melambung tinggi memang tidak semata disebabkan hanya karena ketersediaan stok bahan pangan yang tidak mencukupi. Sebab, selama ini banyak disinyalir adanya rantai distribusi pangan yang tidak efisien. Dalam kondisi seperti inilah para pemangku jabatan harus hadir menyelesaikan masalah.

"Di harga petani misalnya Rp5 ribu, di pasaran Rp15 ribu. Pasti ada yang tidak benar distribusinya kalau seperti itu. Ini yang mulai dilihat detail. Kementerian Perdagangan harus mengerti siapa pemain-pemain distribusi yang ada di tengah ini, berapa mata rantainya? Kalau sudah banyak sekali ya biayanya habis di situ, rakyat yang malah membayar," tutur dia.

Ekspansi Pasar Global yang Lebih Luas

Potensi ekspor di pasar-pasar internasional yang sebelumnya tak tersentuh kembali disinggung oleh Presiden. Negara pun disebutnya harus mampu terlebih dahulu menjajaki pasar-pasar tersebut.

"Yang namanya pasar-pasar baru sebetulnya masih sangat besar peluangnya karena tidak pernah kita urus berpuluh-puluh tahun. Jangan biarkan yang namanya swasta menerobos sendiri, biayanya terlalu besar. Negara lain pasti negaranya dulu yang hadir. Ada market intelligence yang dilakukan di sana," kata Jokowi.

Potensi yang ada di negara-negara Afrika misalnya, berdasarkan data yang ada mencapai 550 miliar dolar AS. Sementara Indonesia sendiri saat ini baru membukukan nilai ekspor sebesar 4,2 miliar dolar AS.

"Timur Tengah peluangnya juga besar sekali, 975 miliar dolar AS, kita baru masuk 5,2 miliar dolar AS. Ajak UKM-UKM kita yang telah memiliki kualitas untuk mengadakan pameran di sana," Presiden menambahkan.

Banyak negara-negara tujuan ekspor yang selama ini masih dipandang sebelah mata disebutkan oleh Presiden Joko Widodo dalam kesempatan tersebut. India, Pakistan, dan Bangladesh merupakan beberapa di antaranya.

Lebih lanjut, dalam bagian terakhir arahannya, Presiden menitipkan pesan terkait dengan kemajuan pasar tradisional kerakyatan. Ia meminta agar pasar tradisional yang ada untuk dibina agar mampu bersaing dengan pasar-pasar modern lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pameran Internasional, Jokowi: Jangan Cari Tempat di Dekat Toilet

Pameran Internasional, Jokowi: Jangan Cari Tempat di Dekat Toilet

Lifestyle | Selasa, 21 Februari 2017 | 13:47 WIB

Jokowi Teken Keppres Pansel Hakim Konstitusi

Jokowi Teken Keppres Pansel Hakim Konstitusi

News | Senin, 20 Februari 2017 | 17:27 WIB

Muhammadiyah Undang Jokowi Hadiri Bersih-bersih Tempat Ibadah

Muhammadiyah Undang Jokowi Hadiri Bersih-bersih Tempat Ibadah

News | Senin, 20 Februari 2017 | 16:38 WIB

Jokowi dan PP Muhammadiyah Bertemu, Ini yang Mereka Bicarakan

Jokowi dan PP Muhammadiyah Bertemu, Ini yang Mereka Bicarakan

News | Senin, 20 Februari 2017 | 16:28 WIB

HMI Bertemu Jokowi di Istana, Ini Pembicaraan Mereka

HMI Bertemu Jokowi di Istana, Ini Pembicaraan Mereka

News | Senin, 20 Februari 2017 | 12:26 WIB

Jokowi dan Putrinya ke Sency, Cari Buku dan Makan Siang

Jokowi dan Putrinya ke Sency, Cari Buku dan Makan Siang

News | Minggu, 19 Februari 2017 | 18:14 WIB

#JokowiMenjawab, Kejutan Terbaru dari RI 1

#JokowiMenjawab, Kejutan Terbaru dari RI 1

Video | Sabtu, 18 Februari 2017 | 16:19 WIB

Jokowi: Infrastruktur Tumbuhkan Investasi

Jokowi: Infrastruktur Tumbuhkan Investasi

Bisnis | Jum'at, 17 Februari 2017 | 17:23 WIB

Anggota Gerindra Minta KPK Jangan Takut Periksa Ipar Jokowi

Anggota Gerindra Minta KPK Jangan Takut Periksa Ipar Jokowi

News | Jum'at, 17 Februari 2017 | 15:51 WIB

Biayai Proyek Senilai Rp570 Triliun Tanpa APBN, Ini Sumbernya

Biayai Proyek Senilai Rp570 Triliun Tanpa APBN, Ini Sumbernya

Bisnis | Jum'at, 17 Februari 2017 | 15:49 WIB

Terkini

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:52 WIB

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:50 WIB

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 12:49 WIB

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:44 WIB

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:43 WIB

Lipstik Wardah Glasting Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warnanya untuk Wanita Indonesia

Lipstik Wardah Glasting Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warnanya untuk Wanita Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:36 WIB

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:30 WIB

Limbah Data Center Perusahaan Teknologi Ini Diduga Bawa Bakteri Berbahaya ke Air Kota

Limbah Data Center Perusahaan Teknologi Ini Diduga Bawa Bakteri Berbahaya ke Air Kota

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:30 WIB

×