Luhut Optimis PT PAL Indonesia Sanggup Produksi Kapal Selam

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 21 Maret 2017 | 09:07 WIB
Luhut Optimis PT PAL Indonesia Sanggup Produksi Kapal Selam
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan meninjau fasilitas produksi PT PAL Indonesia. [Dok Kemenko Maritim]

Dalam rangkaian kunjungannya ke Jawa Timur, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaiitan melakukan kunjungan ke PT PAL Indonesia, di Surabaya. Selain itu juga meninjau perkembangan proyek Alutsista (Alat Utama Sistem Pertahanan) maritim yang sedang dikerjakan di PT PAL seperti kapal selam.

"Kapal (selam) ini lebih bagus dari yang pertama. Ada 206 orang yang dikirim ke luar negeri untuk sekolah dan kembali ke Indonesia. Mereka ini yang menjadi embrio agar Indonesia bisa membangun kapal-kapal bagus lainnya. Dengan melihat ini saya sangat yakin kita tidak perlu impor lagi," ujarnya kepada media pada hari Senin (20/3/2017).

Dalam pertemuan denganjajaran direksi PT PAL, Satgas Angkatan Laut, hadir pula sekitar 50 pekerja Indonesia yang baru saja kembali dari pelatihan pembangunan kapal di Korea Selatan. Proyek ini adalah bagian dari kerjasama antara Kementerian Pertahanan dengan galangan kapal asal Korea Selatan, DSME. Kerjasama ini meliputi pembuatan tiga kapal selam dan mendidik sumber daya manusia Indonesia belajar membuat kapal selam ke negara tersebut.

"Saya senang melihat perkembangan pembangunan kapal yang sudah jadi ini, Anda kembali dari Korea Selatan untuk mengembangkan Alutsista kita. Saya percaya kalian dapat menciptakan yang lebih canggih lagi di masa datang," ujarnya dalam pertemuan tersebut. Ia menambahkan, bagus atau tidaknya kualitas kapal selam tersebut bergantung pada pekerjanya, untuk itu ia meminta mereka untuk mempertahankan etos kerja dan disiplin.

Tetapi, memurut Menko Luhut, apa yang sudah dicapai ini belum sebaik beberapa negara tetangga Indonesia, seperti Vietnam.

"Kami akan mempelajari mengapa Vietnam bisa mengekspor sampai 300 kapal dalam setahun. Vietnam ini negaranya ebih kecil dengan jumlah penduduknya hanya 1/6 dari jumlah masyarakat Indonesia," katanya.

Menko Luhut menceritakan dalam beberapa kunjungannya ke pabrik Cassa, Airbus dan banyak lagi, orang-orang Indonesia diakui keahliannya tidak kalah dari pekerja negara lain karena itulah kita harus percaya diri dan yakin bisa mengembangkan industri ini.

"Orang-orang asing mengatakan kepada saya yang harus ditingkatkan lagi adalah efiensi, disiplin dan produktivitas. Ini penting agar kita bisa menjadi bangsa besar. Kita bisa buat sendiri tidak perlu impor, sehingga kita bisa menjadi negara bahari yang hebat. Pesan saya, manajemen juga harus melakukan efisiensi dengan memaksimalkan transaksi melalui bank transfer dan meningkatkan transparansi," katanya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kunjungi Kawasan Industri Maspion, Luhut Minta TKDN Dinaikkan

Kunjungi Kawasan Industri Maspion, Luhut Minta TKDN Dinaikkan

Bisnis | Selasa, 21 Maret 2017 | 08:48 WIB

Luhut Akui Pemerintah Harus Introspeksi Soal Kasus Raja Ampat

Luhut Akui Pemerintah Harus Introspeksi Soal Kasus Raja Ampat

Bisnis | Selasa, 21 Maret 2017 | 08:24 WIB

Pemerintah Gugat PTTEP Atas Pencemaran Laut Montara

Pemerintah Gugat PTTEP Atas Pencemaran Laut Montara

Bisnis | Sabtu, 18 Maret 2017 | 14:02 WIB

Pemerintah akan Survei Bersama Asuransi Kapal MV Caledonian Sky

Pemerintah akan Survei Bersama Asuransi Kapal MV Caledonian Sky

Bisnis | Kamis, 16 Maret 2017 | 15:00 WIB

Luhut Kirim Tim Selidiki Rusaknya Terumbu Karang Raja Ampat

Luhut Kirim Tim Selidiki Rusaknya Terumbu Karang Raja Ampat

Bisnis | Kamis, 16 Maret 2017 | 14:50 WIB

Terumbu Karang Raja Ampat Dirusak oleh Kapal MV Caledonian Sky

Terumbu Karang Raja Ampat Dirusak oleh Kapal MV Caledonian Sky

Bisnis | Selasa, 14 Maret 2017 | 13:08 WIB

Versi Luhut, Ini 3 Persoalan Freeport yang Masih Mengganjal

Versi Luhut, Ini 3 Persoalan Freeport yang Masih Mengganjal

Bisnis | Senin, 13 Maret 2017 | 20:57 WIB

Luhut Tekankan Industri Dalam Negeri Wajib Pakai Produk Lokal

Luhut Tekankan Industri Dalam Negeri Wajib Pakai Produk Lokal

Bisnis | Senin, 13 Maret 2017 | 20:45 WIB

Luhut Bantah Pemerintah Mau Sewakan Pulau Tolop dan Nipa ke Asing

Luhut Bantah Pemerintah Mau Sewakan Pulau Tolop dan Nipa ke Asing

Bisnis | Senin, 13 Maret 2017 | 20:39 WIB

PT DI Minta Kemampuannya dalam Produksi Pesawat Tak Diragukan

PT DI Minta Kemampuannya dalam Produksi Pesawat Tak Diragukan

Bisnis | Senin, 13 Maret 2017 | 15:17 WIB

Terkini

FPI Ancam Putihkan Jakarta Lagi jika Tuntutan Copot Kapolda Jateng Diabaikan

FPI Ancam Putihkan Jakarta Lagi jika Tuntutan Copot Kapolda Jateng Diabaikan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:54 WIB

Eks Wamenlu Sentil Pernyataan Jokowi soal Penyadapan Prabowo: Lemah, Tak Sedikitpun Prihatin

Eks Wamenlu Sentil Pernyataan Jokowi soal Penyadapan Prabowo: Lemah, Tak Sedikitpun Prihatin

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:54 WIB

Demonstran di Mabes Polri Minta Kapolda Jateng Segera Dicopot, Polisi Tindaklanjuti

Demonstran di Mabes Polri Minta Kapolda Jateng Segera Dicopot, Polisi Tindaklanjuti

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:46 WIB

KPK Duga Uang Rp 2 Miliar dari Dirut KAI Berasal dari Tersangka Korupsi Pertamina

KPK Duga Uang Rp 2 Miliar dari Dirut KAI Berasal dari Tersangka Korupsi Pertamina

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:45 WIB

Penuh Kehangatan, Mark Lee Ungkap Arti Kebahagiaan Sejati di Lagu Happiest

Penuh Kehangatan, Mark Lee Ungkap Arti Kebahagiaan Sejati di Lagu Happiest

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 18:45 WIB

Viral CCTV Ibu Kandung Aniaya Anak 4 Tahun di Kalbar, Pelaku Diduga Kabur ke Jakarta

Viral CCTV Ibu Kandung Aniaya Anak 4 Tahun di Kalbar, Pelaku Diduga Kabur ke Jakarta

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:40 WIB

Uang Rp2 Miliar Disita KPK, Dirut KAI Bobby Rasyidin: Saya Sangat Sedih

Uang Rp2 Miliar Disita KPK, Dirut KAI Bobby Rasyidin: Saya Sangat Sedih

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:39 WIB

Periksa Dua Pejabat ATR/BPN, KPK Cecar Soal Aliran Dana dari PT Summarecon

Periksa Dua Pejabat ATR/BPN, KPK Cecar Soal Aliran Dana dari PT Summarecon

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:35 WIB

Bongkar Dosa Bos Nikel Arif Kurniawan: Kuasai 6 Tambang di Sultra hingga Diduga Suap Pejabat

Bongkar Dosa Bos Nikel Arif Kurniawan: Kuasai 6 Tambang di Sultra hingga Diduga Suap Pejabat

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:33 WIB

Kans Eks Ketum PSSI-nya Jepang Gantikan Gianni  Infantino sebagai Presiden FIFA

Kans Eks Ketum PSSI-nya Jepang Gantikan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 18:25 WIB

×