BI: Triwulan Pertama, Rupiah Menguat 1,09 Persen

Arsito Hidayatullah

Jum'at, 21 April 2017 | 04:20 WIB
BI: Triwulan Pertama, Rupiah Menguat 1,09 Persen
Logo Bank Indonesia. [Antara]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menyebutkan bahwa rupiah selama triwulan I 2017 mengalami apresiasi sebesar 1,09 persen (year to date) menjadi Rp13.326 per dolar AS.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, dalam konferensi pers pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur BI April 2017 di Jakarta, Kamis (20/4/2017), mengatakan bahwa penguatan rupiah ditopang stabilitas makroekonomi, persepsi positif prospek perekonomian, serta risiko global yang berkurang.

"Penguatan rupiah didukung oleh aliran modal asing yang terus meningkat sejalan dengan prospek investasi pada aset domestik yang menarik bagi investor asing, serta membaiknya faktor global," kata dia.

Tirta menyebutkan, aliran dana asing yang masuk tersebut terutama dalam bentuk pembelian saham dan Surat Utang Negara.

Dia pun menyatakan bahwa Bank Indonesia akan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi untuk mendorong nilai tukar sesuai dengan nilai fundamentalnya, dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar.

Sementara itu, Bank Indonesia juga mencatat bahwa rencana normalisasi Bank Sentral AS dengan melepas pemilikan surat berharga, dapat mengusik penguatan nilai tukar rupiah. Asisten Gubernur Kepala Departemen Ekonomi dan Moneter BI, Dody Budi Waluyo, mengatakan bahwa Bank Sentral AS saat ini memegang 3,5 triliun dolar AS dalam bentuk US Treasury Note dan sekitar 1 triliun dolar AS dalam bentuk mortgage-backed securities.

Normalisasi atau penurunan besaran neraca Bank Sentral AS memungkinkan pemilikan daripada surat berharga yang selama ini dihimpun The Fed akan dilepas. Dody mengatakan, pada saat sekuritas tersebut dilepas, maka likuiditas akan diserap kembali kepada bank sentral.

"Akan ada pengurangan likuiditas valas secara global, tergantung berapa jumlah yang dilepas. Ini tentunya secara bertahap akan dilepas satu per satu. Mekanisme dan strateginya bagaimana, itu belum kami dengar dari The Fed," kata dia.

Dikatakan Dody, dampak normalisasi tersebut pada negara berkembang adalah kemungkinan penguatan dolar AS akibat likuiditas valas global yang terserap ke sistem moneter Bank Sentral AS. Dikatakannya, meskipun valas terserap ke sistem moneter AS, namun masih akan ada penempatan dana di negara berkembang dalam konteks investasi portofolio.

"Sepanjang fundamentalnya dijaga, tetap akan ada aliran dana ke negara berkembang. Indonesia masih cukup diminati dalam konteks return yang diperoleh investor," ucap dia. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fluktuasi Dolar AS terhadap Rupiah

Fluktuasi Dolar AS terhadap Rupiah

Foto | Rabu, 05 April 2017 | 13:49 WIB

Bank Indonesia Akui Pasokan Pangan Mendorong Deflasi 2017

Bank Indonesia Akui Pasokan Pangan Mendorong Deflasi 2017

Bisnis | Selasa, 04 April 2017 | 12:18 WIB

Data Ekonomi Positif Dorong Penguatan Dolar AS

Data Ekonomi Positif Dorong Penguatan Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 Maret 2017 | 05:06 WIB

BI Dukung Peningkatan Pembiayaan di Sektor Pertanian

BI Dukung Peningkatan Pembiayaan di Sektor Pertanian

Bisnis | Rabu, 22 Maret 2017 | 13:11 WIB

Terkini

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:53 WIB

Joey Pelupessy Ungkap Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

Joey Pelupessy Ungkap Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 13:53 WIB

Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!

Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:50 WIB

3 Serum Ekstrak Bunga Mawar untuk Mencerahkan dan Melembapkan Kulit Kering

3 Serum Ekstrak Bunga Mawar untuk Mencerahkan dan Melembapkan Kulit Kering

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:47 WIB

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

News | Senin, 28 September 2026 | 13:45 WIB

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

News | Senin, 28 September 2026 | 13:39 WIB

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:37 WIB

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

News | Senin, 28 September 2026 | 13:33 WIB

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:31 WIB

DPR Soroti Ditjenpas Hanya Sebut Ferdy Sambo dalam Pemeriksaan Lapas Cibinong

DPR Soroti Ditjenpas Hanya Sebut Ferdy Sambo dalam Pemeriksaan Lapas Cibinong

News | Senin, 28 September 2026 | 13:30 WIB

×