Luhut Beberkan Tiga Proyek Infrastruktur Yang Ditawarkan ke Cina

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 24 Mei 2017 | 13:09 WIB
Luhut Beberkan Tiga Proyek Infrastruktur Yang Ditawarkan ke Cina
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, di Gedung Kemenko Kemaritiman, Jakarta. [Dok Kemenko Maritim]

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan hasil kunjungannya ke Cina. Kunjungan Luhut dilakukan saat mendampingi Presiden Joko Widodo pada forum Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra . Menurut Menko Luhut dalam konferensi yang dihadiri 29 kepala negara tersebut Cina yang memiliki dana tiga triliun dolar Amerika Serikat (AS) mengajak negara-negara peserta untuk bekerja sama.

"Kami menawarkan tiga proyek yang terintegrasi. Proyek pertama di Bitung di Sulawesi Utara itu terintegrasi. Ada tol road nya, ada kereta apinya, lapangan terbang, pelabuhan, ada juga property area di sana," kata Luhut di Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Menko Luhut mengatakan bahwa lapangan terbang di Manado itu tidak bisa lebih dari 2800 meter lagi. Sekarang ini jumlah turis dari Tiongkok naik sampai 1.200 persen, hotel dan akomodasi sudah tidak mampu menampung.

"Kalau infrastruktur ini jadi, jalan kereta api itu juga bisa sampai ke provinsi Gorontalo. Bisa menjadi suatu kawasan. Wisatawan bisa melanjutkan ke Bunaken dan Wakatobi. Jadi dari situ mereka bisa ke Toraja dan Bali," jelasnya.

Lalu ada proyek di Kalimantan Utara yang mempunyai potensi listrik 7.200 megawatt yang akan dibuat smelter.

"Smelter itu nantinya bisa memproduksi nikel, aluminium. Di forum tersebut kami sudah bertemu CITIC, perusahaan nomor lima terbesar di dunia dengan aset 300 miliar dollar, mereka juga mempunyai pengalaman Hydro power. Saya bilang, kamu punya harga listrik di Tiongkok itu 10-12 sen per kilo VA. Kalau kamu bangun hydro power di sini itu bisa 4 atau sampai 5 sen per kilo VA, tetapi setelah berjalan waktu pasti antara 3 sen VA. Di kita sendiri akan investasi, tetapi saya minta harus memperhatikan limbah dengan menggunakan teknologi terkini. Mereka setuju. CITIC bilang nanti material dari Australia maupun dari Afrika kami proses aja di situ. Saya bilang silahkan saja. Tetapi dari Inalum sendiri rupanya berminat juga masuk. Akhirnya kami jadikan partner saja, Inalum membutuhkan 1.500 megawatt listrik. Jadi semua orang melihat ini menjadi peluang," katanya.

Meski begitu ia mengatakan pemerintah tetap mewaspadai beberapa isu sensitif yang akan muncul bersamaan dengan kerja sama ini, antara lain komunis dan pekerja China.

"Kita waspadai betul itu. Oleh karena itu, Presiden telah mengumpulkan sampai kepala staf angkatan, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, Menkopolhukam. Presiden telah memberikan instruksi supaya unsur-unsur teritorial intelijen bisa memastikan tidak ada masuk ideologi komunis di Indonesia, uangnya sih nggak apa-apa," ," kata Menko Luhut.

baca juga

Risiko lainnya yang harus diperhatikan adalah pekerja ilegal (illegal worker). Mengantisipasi ini, Presiden Jokowi pun memerintahkan semua elemen teritorial supaya memantau dan memastikan isu-itu tidak ada.

Kendati demikian, kata Menko Luhut, jika hanya beberapa ribu illegal worker masuk masih bisa dipahami. Tapi jika sampai puluhan, bahkan ratusan ribu pekerja maka ini yang harus segera diselesaikan.

"Presiden telah memberi arahan untuk mengurangi kemungkinan itu tidak terjadi. Kita siapkan buruh kita lebih awal dengan politeknik, vokasional. Bisa pakai dan kita atau kirim pekerja ke pabrik-pabrik yang akan investasi di Indonesia," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Kekhawatiran Luhut Jika Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Batal

Ini Kekhawatiran Luhut Jika Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Batal

Bisnis | Rabu, 24 Mei 2017 | 13:01 WIB

Indonesia Siapkan 5 Tempat Wisata Sambut Delegasi IMF-World Bank

Indonesia Siapkan 5 Tempat Wisata Sambut Delegasi IMF-World Bank

Bisnis | Selasa, 23 Mei 2017 | 14:59 WIB

Luhut: Pekerja Freeport yang Di-PHK Dapat Pesangon Rp2 Miliar

Luhut: Pekerja Freeport yang Di-PHK Dapat Pesangon Rp2 Miliar

Bisnis | Selasa, 23 Mei 2017 | 14:38 WIB

Indonesia Tawarkan 3 Megaproyek ke Cina

Indonesia Tawarkan 3 Megaproyek ke Cina

Bisnis | Selasa, 23 Mei 2017 | 14:00 WIB

Luhut: Isu Komunis Ini Harus Kita Selesaikan

Luhut: Isu Komunis Ini Harus Kita Selesaikan

News | Senin, 22 Mei 2017 | 06:32 WIB

Ini Dia Lima Proyek Konstruksi Terbesar Asia di 2017

Ini Dia Lima Proyek Konstruksi Terbesar Asia di 2017

Bisnis | Minggu, 21 Mei 2017 | 04:13 WIB

Luhut Akan Paparkan Kajian Reklamasi Setelah Lebaran

Luhut Akan Paparkan Kajian Reklamasi Setelah Lebaran

Bisnis | Jum'at, 19 Mei 2017 | 19:59 WIB

Investasi Cina Besar, Luhut: Pemerintah Tetap Waspada Isu Komunis

Investasi Cina Besar, Luhut: Pemerintah Tetap Waspada Isu Komunis

Bisnis | Jum'at, 19 Mei 2017 | 19:49 WIB

Luhut Tegaskan Skema Jalan Sutra Cina Bukanlah Pinjaman Kepada RI

Luhut Tegaskan Skema Jalan Sutra Cina Bukanlah Pinjaman Kepada RI

Bisnis | Jum'at, 19 Mei 2017 | 19:40 WIB

BKPM Fasilitasi Investor Cina Masuk Indonesia Lewat Kadin

BKPM Fasilitasi Investor Cina Masuk Indonesia Lewat Kadin

Bisnis | Jum'at, 19 Mei 2017 | 17:47 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×