Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

IPW: Banyak Pengembang Rumah Murah Terbebani Uang Siluman

Adhitya Himawan

Selasa, 06 Juni 2017 | 16:18 WIB
IPW: Banyak Pengembang Rumah Murah Terbebani Uang Siluman
Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda di Jakarta, Kamis (2/3/2017). [Dok IPW]

Berdasarkan pengamatan dan investigasi yang dilakukan Indonesia Property Watch terhadap para pengembang rumah murah, ternyata faktor biaya ekonomi tinggi masih membayangi minat mereka untuk terus membangun rumah murah.

Dengan batasan harga rumah murah FLPP senilai Rp 140.000.000, beban biaya tak resmi atau biaya siluman minimum Rp 6.500.000 per unit atau 4,6 persen bahkan ada yang mencapai sampai 15 persen. Angka ini relatif kecil, namun menjadi sangat besar bila dikalikan jumlah rumah yang dibangun.

"Per seratus rumah yang dibangun, pengembang harus mengeluarkan dana cadangan di muka sebesar Rp 6.500.000 x 100 = Rp 650 juta. Dan bila 1.000 unit rumah menjadi Rp6,5 miliar," kata Direktur Eksekutif IPW, Ali Tranghanda di Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Uang siluman tersebut ditempatkan untuk beberapa pos, misalkan biaya perijinan, biaya sertifikasi, sampai biaya koordinasi antara oknum pejabat pemerintah daerah sampai preman-preman. Dan ini hampir dilakukan oknum di semua pemerintah daerah.

Paket kebijakan 13 yang dikeluarkan pemerintah dengan memangkas perijinan, ternyata tidak menyentuh praktek siluman para oknum terkait. Pemangkasan biaya perijinan pun ternyata tidak membuat biaya yang dikeluarkan pengembang menjadi lebih rendah.

"Mengapa? Karena dengan pemangkasan biaya perijinan pun, oknum melihat pengembang memperoleh untung lebih banyak dan uang silumannya menjadi lebih tinggi lagi. Pengembang yang kerja keras, tapi banyak parasit perumahan yang menggerogoti," ujar Ali.

Bayangkan bila uang senilai Rp6,5 miliar yang ada dalam satu kawasan ini digunakan untuk CSR dengan membangun rumah-rumah di sekitarnya lebih baik dan tertata. Bila satu rumah diperlukan biaya perbaikan Rp20 juta-an maka ada sebanyak 300-an rumah yang dapat diperbaiki. Secara wilayah pun harusnya akan memberikan dampak positif bagi pemerintah daerah setempat dan bukan hanya memperkaya diri sendiri.

"Pengembang mau? Sebenarnya pengembang tidak mempermasalahkan bila uang tersebut digunakan untuk CSR, namun mereka ‘terpaksa’ tidak melakukannya karena uangnya sudah tergerus oknum siluman. Bila di negara maju para pengembang seperti ini sudah menjadi pejuang yang harus diberikan ‘karpet merah’ oleh pejabat. Kalau di Indonesia menjadi terbalik, ketika pejabat datang, maka para pengembang yang harus menyiapkan ‘karpet merah’ karena takut dipersulit. Yang lucunya lagi ketika dipersalahkan maka pengembang yang akan dituduh ‘bermain’. Sedangkan sebenarnya mereka hanya ‘terpaksa’ karena dibuka celah untuk ‘bermain’. Ironis?," tutup Ali.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inilah Beragam Fasilitas Untuk Anda di Sentra Timur Residence

Inilah Beragam Fasilitas Untuk Anda di Sentra Timur Residence

Bisnis | Senin, 05 Juni 2017 | 15:56 WIB

Ini Jurus Pemerintah Agar Program Sejuta Rumah Tak Salah Sasaran

Ini Jurus Pemerintah Agar Program Sejuta Rumah Tak Salah Sasaran

Bisnis | Jum'at, 26 Mei 2017 | 15:10 WIB

Inilah Sederet Program Pembiayaan Untuk Program Sejuta Rumah

Inilah Sederet Program Pembiayaan Untuk Program Sejuta Rumah

Bisnis | Jum'at, 26 Mei 2017 | 15:02 WIB

Genjot Kredit Konsumer, Bank Mayora Gandeng Summarecon Agung

Genjot Kredit Konsumer, Bank Mayora Gandeng Summarecon Agung

Bisnis | Senin, 22 Mei 2017 | 14:09 WIB

Tahun Ini Kementerian PUPR Targetkan KPR Subsidi Rp11,47 Triliun

Tahun Ini Kementerian PUPR Targetkan KPR Subsidi Rp11,47 Triliun

Bisnis | Sabtu, 20 Mei 2017 | 15:09 WIB

Kementerian PUPR Kebut Venue Lapangan Sepak Bola ABC

Kementerian PUPR Kebut Venue Lapangan Sepak Bola ABC

Bisnis | Sabtu, 20 Mei 2017 | 15:01 WIB

Gandeng Tahir, Kemensos Bangun Gedung Penelitian Anak Jalanan

Gandeng Tahir, Kemensos Bangun Gedung Penelitian Anak Jalanan

Bisnis | Sabtu, 20 Mei 2017 | 14:48 WIB

Sinar Mas Land akan Sulap Digital Hub Jadi Silicon Valley-nya RI

Sinar Mas Land akan Sulap Digital Hub Jadi Silicon Valley-nya RI

Bisnis | Sabtu, 20 Mei 2017 | 14:16 WIB

Inilah Konsep Sinar Mas Land Dalam Pengembangan Digital Hub

Inilah Konsep Sinar Mas Land Dalam Pengembangan Digital Hub

Bisnis | Sabtu, 20 Mei 2017 | 14:05 WIB

Bangun Digital Hub, Sinar Mas Land Investasi Rp7 Triliun

Bangun Digital Hub, Sinar Mas Land Investasi Rp7 Triliun

Bisnis | Sabtu, 20 Mei 2017 | 13:49 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB